Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia :

Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia

Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia :

Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia
Sifat – sifat ketahanan nasional Indonesia

Mandiri, artinya

ketahanan nasional bersifat percaya akan kemampuan dan kekuatan yang terletak di dalam diri yang mengandung prinsip pantang mundur dan meyerah yang bertumpukan atas identitas bangsa, integritas bangsa, dan kepribadian bangsa. Dimana kemandirian tersebut untuk menjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan.

 

Dinamis, artinya

ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya

Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

 

Ketahanan Nasional di Pulau-Pulau Terluar Indonesia

Belum lepas dari benak kita mengenai peristiwa lepasnya kepulauan Sipadan dan Ligitan dari Indonesia. Dimana negara tetangga itu telah mengambil alih hak kedua pulau terluar tersebut, hal ini diakibatkan dari kurangnya kemauan dan keusahaan pemerintah untuk menjaga dan melindungi kedaulatan pulau – pulau terluar yang memang sudah jelas – jelas berada di Indonesia sehingga menyebabkan terlepasnya kedua pulau tersebut ke tangan orang asing. Sungguh disayangkan begitu memprihatinkan kondisi kepemerintahan ini sehingga banyak pulau – pulau terluar sampai jatuh ke tangan negara tetangga karena kepekaan terhadap warganya begitu minus.

 

Jumlah keseluruhan pulau di Indonesia dipastikan ± 17.506

yang diantaranya 92 pulau – pulau terluar. Dimana mata pencaharian sebagian masyarakat di wilayah terluar tersebut adalah nelayan dan mereka ini sangat tergantung akan kekayaan SDA di sekitar terutama wilayah perairan atau laut. Rata – rata sebagian besar penduduk asli adalah para transmigran dari beberapa daerah. Hal tersebut terjadi dikarenakan minimnya infrastruktur yang ada di pulau – pulau terluar.

Kebutuhan akan BBM berupa solar adalah suatu hal yang wajib dipenuhi, apabila terjadi kelangkaan BBM berarti nelayan di pulau – pulau terluar tersebut pun tidak bisa menangkap ikan dan mengakibatkan adanya pengangguran dan kemiskinan.

Kondisi pereokonomian masyarakat di daerah tersebut dapat kita maklumi karena sebagian besar penduduk menangkap ikan masih dengan alat – alat tradisional seadanya karena tidak banyak kemajuan ekonomi yang terjadi disana.Bahkan di beberapa daerah, rumah tinggal pun dibangun di atas air laut sebagai tambatan kapal untuk memastikan sampan dan kapal tidak hanyut ke tengah laut. Memang di beberapa daerah sudah mulai dikembangkan keramba di tengah laut tenang untuk mendapatkan penghasilan tetap melalui panen ikan secara berkala. Namun demikian, secara keseluruhan penduduk pulau – pulau terluar belum memiliki kemampuan ekonomi untuk mengembangkan daerahnya secara mandiri.

Namun pemerintah tidak tinggal diam begitu saja guna meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di pulau-pulau terluar Indonesia. Berbagai infrastruktur dasar seperti listrik, sekolah, puskesmas, jalan dan pelabuhan sudah banyak tersedia di daerah tersebut. Pemerintah melalui Dana Perimbangan Pusat dan Daerah telah mentransfer sejumlah dana yang cukup besar ke rekening Pemerintah Daerah guna membangun infrastruktur dasar di pulau-pulau terluar tersebut. Dengan komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang 70% diantaranya adalah penerimaan perpajakan, dapat dikatakan dana pajak telah digunakan untuk pembangunan pulau-pulau terluar Indonesia.

Dalam APBN 2013, dialokasikan Rp 528,6 triliun dalam bentuk transfer ke daerah dengan tujuan diantaranya meningkatkan perhatian terhadap pembangunan di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Untuk mendukung tujuan tersebut, dialokasikan juga berbagai anggaran pendukung, seperti: penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 115,5 triliun, layanan kesehatan murah untuk masyarakat sebesar Rp 55,9 triliun, penguatan ketahanan pangan sebesar Rp 63,2 triliun, anggaran pertahanan Negara sebesar Rp 81,8 triiun, serta anggaran keamanan dan ketertiban sebesar Rp 36,5 triliun.

Dengan berbagai alokasi anggaran di atas, diharapkan ketahanan nasional dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia dapat terwujud dengan baik. Masyarakat yang memiliki tingkat kemampuan ekonomi yang tinggi diharapkan dapat membangun ketahanan nasional secara mandiri. Sedangkan pertahanan nasional yang kuat akan memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat terutama dalam menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menjamin rasa aman di tengah masyarakat.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11142-rumus-volume-tabung

Menangkap Peluang Kerja

Menangkap Peluang Kerja

Menangkap Peluang Kerja

Menangkap Peluang Kerja
Menangkap Peluang Kerja

BANDUNG-Hening Widiatmoko mengungkapkan, Rabu

(25/2), peluang kerja bisa diperoleh di daerah yang saat ini gencar membuat infrastruktur berskala besar seperti di area pembangunan Bandara Kertajati.

Dengan dibangunnya sarana di daerah tersebut, berpeluang menjadi kawasan ekonomi khusus, peluang lapangan kerja akhirnya terbuka di kawasan tersebut. Peluang kerja formal juga terbuka di luar negeri.

Tentang peluang kerja di luar negeri, sambung Hening

, Moratorium ke Arab Saudi sampai saat ini masih berlaku.

Dengan kondisi tersebut, bagi mereka yang berminat bekerja di luar negeri, negara tujuan dialihkan ke negara Asia Pasifik. Diantaranya Hongkong dan Singapura.

Namun, pencari kerja asal Jabar kurang tertarik untuk bekerja di negara Asia Pasifik, mungkin disebabkan tajamnya perbedaan budaya pada masyarakat di negara tersebut.

Kendati, moratorium masih berlaku, itu hanya berlaku untuk negara Arab,

untuk negara lainnya di Timur Tengah seperti Kuwait masih terbuka.

Agar masyarakat bisa mengetahui peluang kerja kini sudah diterbitkan sistem informasi terintegrasi. Sistem informasi tersebut untuk server disimpan di Kementerian Tenaga Kerja.

Melalui sistem ini, produk informasi yang ada berupa informasi lowongan kerja daerah dalam Provinsi, informasi lowongan kerja antar daerah dalam Provinsi, informasi lowongan kerja antar Provinsi dan
informasi lowongan kerja di luar negeri.

Dengan banyaknya peluang penyerapan tenaga kerja, ujar Hening optimis penyerapan tenaga kerja di Jabar sampai akhir tahun 2017 mencapai 2,1 juta . (SN)

 

Baca Juga :

 

 

Pertamina Siapkan OP Elpiji

Pertamina Siapkan OP Elpiji

Pertamina Siapkan OP Elpiji

Pertamina Siapkan OP Elpiji
Pertamina Siapkan OP Elpiji

BANDUNG-Milla Suciyani, External Relation PT Pertamina Pemasaran

Jawa Bagian Barat mengatakan Pertamina bersiap menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram. Hal itu, jelas Milla, agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh elpiji 3 kilogram. Ini juga sebagai upaya pengendalian harga.”

OP elpiji 3 kilogram berlangsung di Tambun-Bekasi, Cikarang-Bekasi, Citeurep-Bogor. Namun peminatnya kurang. Saat itu pihaknya menyediakan 560 tabung, namun, yang terjual hanya 40-60 tabung.

Namun pihaknya tetap menggulirkan OP elpiji 3 kilogram pada titik-titik berbeda

hingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh produk tersebut.

Untuk Kamis (26/2), sahut Milla, pihaknya melangsungkan OP elpiji 3 kilogram di Sukmajaya, Cinere-Depok, Cibinong, dan Tamansari – Bogor.

Upaya lainnya, tambah dia, pihaknya menambah pasokan ke berbagai daerah

. Pada 25-27 Februari 2015, sebut dia, pihaknya menambah pasokan ke Bogor sekitar 260.000 tabung, Depok sekitar 93.000 tabung. Lalu, imbuh dia, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Garut dan Cianjur. Untuk daerah-daerah tersebut, penambahannya 50 persen alokasi harian.

Langkah selanjutnya, memaksimalkan banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai lokasi sebagai outlet Elpiji 3 Kg. “Jika sulit memperoleh Elpiji 3 kilogram dalam harga wajar, masyarakat bisa mendatangi SPBU,” tutup Milla.

 

Sumber :

http://forum.detik.com/ciri-kingdom-animalia-t2062117.html

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari
Proses Lelang Elektronik Maksimal 3 Hari

BANDUNG-Perpres Nomor 4 tahun 2015 telah diterbitkan pada tanggal 16 Januari.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengeluarkan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Direktur Kebijakan Pengadaan Umum LKPP, Setiabudi Arijanta mengatakan, dengan Perpres dan Inpres baru tersebut, muncul sistem baru untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sistem baru ini membuat waktu lelang menjadi hanya tiga hari.

“Proses e-tendering berlangsung cepat. Masuk ke e-katalog, lewat web.

Hanya butuh waktu tiga hari, sedangkan sistem sebelumnya membutuhkan waktu hingga 12 hari,” paparnya.

Menurutnya, sistem baru ini tidak ada batasan nilai dan volume barang/jasa. Peserta lelang hanya tinggal memasukan nominal harga. Namun demikian, peserta hanya bisa memasukan pengadaan barang/jasa sesuai standar dan spek yang ditetapkan. Sebagai contoh pengadaan laptop, maka peserta tinggal memasukan penawaran harganya saja.

“Jenis barang dari sistem pengadaan ini sangat banyak, mau kontruksi barang dan jasa lainnya bisa asalkan memenuhi kriteria yang bisa distandarkan spek dan metode kerjanya dan yang sudah tersedia di pasar,” paparnya.

Setiabudi mengaku sistem lelang cepat telah diterapkan Pemprov DK

I. Begitupun LKPP yang menggunakan sistem ini untuk tender gedung. Namun, karena belum banyak penyedia yang ikut, maka proses tender berlangsung hingga seminggu karena perlu melakukan skrining kepada para penyedia terlebih dulu.

Dia berharap sistem baru ini akan mempercepat proses pengadaan, agar bisa diselesaikan paling lambat setiap akhir Maret. Jika proses pengadaan cepat maka di triwulan pertama sudah ada penyerapan anggaran sehingga proses pembangunan akan langsung bergulir dan perekonomian juga langsung berjalan.

“Sebelumnya, proses lelang baru dilakukan Juni sehingga memperlambat penyerapan. Tapi kini, kami mau lelang dilakukan sejak Oktober tahun sebelumnya supaya Januari sudah teken kontrak dan serap uang muka.
Nanti di Oktober sudah pada istirahat, tinggal membuat laporan saja,” ucapnya.

Meski lebih cepat namun sistem masih harus melalui LPSE. Dibutuhkan juga sistem informasi kinerja dari para penyedia.

Jika sistem informasi ini telah berjalan, maka saat ada lelang cepat akan langsung dikirim data kriteria barang/jasa yang dibutuhkan pemerintah ke email masing-masing penyedia. “Kami lakukan masih sosialisasi ke LPSE. Targetnya sistem ini harus sudah dipakai di seluruh daerah,” tutupnya.

 

Sumber :

http://forum.detik.com/apa-itu-daya-energi-t2062119.html

Kisah Adam dalam Al-Quran

Kisah Adam dalam Al-Quran

Kisah Adam dalam Al-Quran

Kisah Adam dalam Al-Quran
Kisah Adam dalam Al-Quran

Adam dalam Al-Quran

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A’raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia – keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Lupa Dan Khilaf

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.

Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Rahmat Allah Dan Maghfirah-Nya

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.

Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.

Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Baca Juga:

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam Dan Hawa Merasa Tenteram

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka.

Bumi Penuh Dengan Kekayaan

Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:”Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan.”

Adan Dan Hawa Di Bumi Menempuh Cara Hidup Baru

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.

Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/tata-cara-sholat-tahajud-niat-doa-dan-keutamaan-lengkap/

Adam Menghuni Syurga

Adam Menghuni Syurga

Adam Menghuni Syurga

Adam Menghuni Syurga
Adam Menghuni Syurga

Adam Menghuni Syurga

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?”

Berkatalah Adam:”Seorang perempuan.”Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”,jawab Adam.”Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”,tanya malaikat lagi.

Adam menjawab:”Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah.”

Allah berpesan kepada Adam

Allah berpesan kepada Adam:”Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini.”

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.

Ia membisikan kepada mereka bahwa larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: “Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata.”

Adam Menyesal

Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:”Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.”

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-ringkas-dan-lengkap-hadhorot/

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam
Jeihan Peringati 50 Tahun Mata Hitam

BANDUNG – Para pensiunan Postel meminta Menteri Kominfo Rudiantara

memperhatikan pensiun mereka yang saat ini dirasakan kecil sekali. Permintaan itu disampaikan perwakilan pensiunan Postel Liliek Sukardi langsung kepada Menkominfo Rudiantara dalam ramah tamah hari jadi ke 70 Postel di Bandung, Minggu (27/9).

“Saya mengucapkan terimakasih atas kesedian Pak Menteri

yang ramah ini, namun kami mohon Pemerintah memperhatikan besaran pensiun kami yang tidak cukup” ujar Liliek.

Menurutnya, sebagai mantan Direktur SDM Postel, pensiun yang diterimanya saat ini hanya Rp 1,3 juta.

“Saya ini mantan Direktur SDM di Postel hingga tahun 87

. Saat itu gajih Saya 600 ribu, dan saay ini hanya menerima pensiun 1 juta 300 ribu. Kami mohon ada perhatian dari Pemerintah melalui Pak Menteri” ungkapnya.

Sementara itu Menkominfo Rudiantara dalam kesempatan itu menyerahkan dana kadeudeuh dari Postel kepada para pensiunan Postel. (Pun)

 

Baca Juga :

 

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia
Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia

BANDUNG-Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN

telah mengembangkan sitem peringatan dini untuk memprediksi terjadinya cuaca ekstrem yang dikenal dengan nama Sadewa (Satellite Disaster Early Warning System) sejak tahun 2012. Hal ini dijelaskan oleh Dadang Subarna, peneliti PSTA LAPAN, dalam materi Sistem Peringatan Dini Sadewa, pada acara Bimtek Cuaca dan Iklim untuk Guru dan Jurnalis di kantor PSTA LAPAN, Bandung.

Sistem yang dikembangkan di dalam Sadewa memadukan antara sistem pengamatan yang real time dan terus menerus menggunakan satelit dan AWS (Automatic Weather Station) serta sistem prediksi menggunakan model prediksi cuaca numerik.

Dengan sistem pengamatan yang didesain otomatis, Sadewa

dapat memberikan gambaran kondisi awan melalui Satelit MTSAT, termasuk di dalamnya awan Cb dan awan yang berpotensi hujan, setiap satu jam. Demikian juga dengan peralatan AWS yang dimiliki oleh LAPAN, secara otomatis, kondisi cuaca seperti hujan, angin, kelembapan, dan suhu dapat terus menerus diamati setiap 15 menit sekali.

Selain itu, Sadewa dapat memprediksi kondisi cuaca hingga 24 jam ke depan di Indonesia dengan resolusi ruang yang tinggi yaitu 5 km setiap jam. Dengan Sadewa, kita dapat mengetahui prediksi hujan, angin, temperatur, dan uap air hingga 24 jam ke depan.

Menurut Kepala Bidang Pemodelan Atmosfer, Didi Satiadi,

Sadewa dapat menjadi alat pembelajaran yang membantu para guru di sekolah menjelaskan kepada siswa mengenai dinamika cuaca dari waktu ke waktu. “Sadewa dapat menjadi tool yang bermanfaat bagi siswa agar mereka lebih tertarik dengan fenomena cuaca seperti siklon tropis, ITCZ, monsun, dan sebagainya,” ujar Didi.

Sadewa juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan memprediksi terjadinya cuaca ekstrem melalui hasil pengamatan satelit dan prediksi model. Selain itu, Sadewa juga telah dikembangkan agar dapat memberikan peringatan dini beruparunning teks dalam laman webnya. Jika kondisi normal, maka ada penjelasan dalam teks “tidak ada kejadian hujan ekstrem saat ini.”

Sebagai produk hasil penelitian dan pengembangan, tentu saja verifikasi dan validasi terhadap hasil prediksi perlu terus-menerus
dilakukan dan dikembangkan. “Ke depannya, kami berencana membuat sistem verifikasi dan validasi yang real timedan otomatis sehingga bias dipantau terus menerus akurasinya,” jelas Didi.

Selain itu, Sadewa juga akan terus dikembangkan dan ditingkatkan agar bisa menghasilkan informasi prediksi dari satu hari ke depan menjadi tiga hari ke depan dengan resolusi yang tetap tinggi yaitu 5 km dan tiap jam. Sadewa dapat diakses melalui alamat: sadewa.sains.lapan.go.id. “Kami berharap Sadewa dapat membantu masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem,” pungkasnya. jo

 

Sumber :

https://500px.com/ojelhtcmandiri

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional
Pasal Kretek Pada RUU Kebudayaan Dinilai Inkonstitusional

BANDUNG- Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Surahman Hidayat mengatakan, masuknya pasal kretek tradisional pada Rancangan Undang-Undang (RUU) kebudayaan inkonstitusional.

“Baleg telah mencederai tugas harmonisasi, sinkronisasi dan pembulatan draf RUU tentang Kebudayaan, karena yang terjadi merupakan kontradiktori dengan UU yang lain,” kata Surahman, di sela-sela rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Kebudayaan, Selasa (29/9).

Dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Surahman menjelaskan

, pasal kretek pada RUU Kebudayaan kontradiktori dengan beberapa Undang-Undang (UU). Diantaranya UU tentang kesehatan pada pasal 113 ayat 1 dan 2, yang menjelaskan bahwa tembakau termasuk kategori zat adiktif, kemudian tidak sesuai juga dengan UU sisdiknas No.20 tahun 2003, pasal 3, yang menjelaskan bahwa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri.

“Masuknya pasal kretek tradisional sangat kontradiktif dengan usaha pemerintah

untuk mengendalikan dampak rokok di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang belakangan ini semakin merebak dan meluas, yang berpotensi masuk kedalam perangkap kepada penggunaan narkoba,” ungkap legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat X itu.

Lebih jauh Surahman mengemukakan, RUU Kebudayaan harus menghindari hal-hal yang mencederai jati diri, karakter dan citra bangsa. “Perlu untuk diantisipasi agar tidak terfasilitasi dan berkembang, dan lebih konsen kepada kebudayan-kebudayaan yang meneguhkan jati diri, karakter, dan citra bangsa,” tutup Surahman.

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/s2rn?k=01f30fdd98ac070e16bd5c5d7dfac91f