Pendidikan Nonformal Akan Disertifikasi

Pendidikan Nonformal Akan Disertifikasi

Pendidikan Nonformal Akan Disertifikasi

Pendidikan Nonformal Akan Disertifikasi
Pendidikan Nonformal Akan Disertifikasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mewajibkan lulusan pendidikan nonformal untuk memiliki sertifikat profesi.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini

dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar mengatakan, sertifikat ini penting untuk memudahkan mereka mencari kerja.

Harris menjelaskan, Kemendikbud

sudah bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memastikan para siswa pendidikan nonformal memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Sama seperti siswa formal, peserta didik pendidikan nonformal juga butuh sertifikat untuk menunjukkan mereka punya kompetensi, sehingga mereka bisa diakui untuk kerja di negara lain,” kata Harris seperti dikutip dari Koran SINDO, Kamis (13/10/2016).

Menurut Harris, bantuan kemudahan dari BNSP

untuk pembuatan sertifikasi untuk pendidikan nonformal akan menjawab tantangan di bidang sumber daya manusia (SDM).

“Tanggung jawab Kemendikbud dalam kerja sama ini adalah menetapkan target sasaran kelompok serta jenis binaan kelembagaan,” tandas Harris.

 

Sumber :

http://ojel.student.umm.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/

Sejarah Terciptanya Fotografi

Sejarah Terciptanya Fotografi

Sejarah Terciptanya Fotografi

Sejarah Terciptanya Fotografi
Sejarah Terciptanya Fotografi

Pengembangan pemanfaatan cahaya buatan untuk kegiatan fotografi seperti yang dikembangkan oleh Rotgen, juga dilakukan oleh Dr. Harold Edgerton. Dibantu oleh Gjon Mili, Ia menemukan lampu yang bisa menyala mati dalam hitungan sepersekian detik. Teknologi ini sekarang dikenal dengan sebutan lampu flash (blits).

Pemanfaatan teknologi inframerah dalam fotografi juga banyak membantu dalam penelitian

Kabut yang semula tidak dapat ditembus cahaya, kini dapat ditembus dengan menggunakan teknologi inframerah. Sehingga pemotretan didaerah yang banyak diselimuti kabut menggunakan teknologi ini.

Dikatakan bahwa perkembangan fotografi semakin pesat, seiring masuknya fotografi dalam dunia jurnalistik cetak. Pada mulanya sebuah foto hanya dapat disalin melalui lukisan tangan. Surat kabar pertama yang memuat gambar adalah The Daily Graphic pada 16 April 1877. Gambar yang dimuat adalah gambar sebuah peristiwa kebakaran.

Dan kemudian foto pengeboran minyak Shantytown karya Henry J. Newton adalah foto pertama yang dimuat oleh media cetak. Foto ini dimuat di surat kabar New York Daily Graphic di Amerika pada 4 Maret 1880.

Era digital bisa dikatakan dimulai pada tahun 1990 pada saat Kodak meluncurkan kamera digital pertama yaitu DSC 100

Sejak itulah kamera digital mulai dikembangkan oleh banyak produsen kamera. Sebenarnya teknologi rekam tanpa film sendiri sudah dimulai oleh perusahaan elektronik Sony pada tahun1981 melalui produknya Sony Mavica. Akan tetapi kamera tersebut masih menggunakan televisi sebagai alat preview sehingga belum bisa dikatakan sebagai kamera digital.

Awal perkembangannya, kamera kamera yang dihasilkan belum layak pakai

Pasalnya resolusinya hanya dibawah 1 megapiksel. Sementara untuk mencetak foto seukuran majalah dibutuhkan resolusi minimal 2 megapiksel. Namun hadirnya Fuji-Nikon E-2 dapat dapat mengatasi masalah tersebut. Kamera hasil kerjasama produsen Fuji dan Nikon ini memiliki resolusi 1,3 megapiksel.

Masalah lain muncul ketika kamera ini kekurangan kapasitas penimpanan. Untungnya hal itu bisa segera teratasi dengan hadirnya media penyimpanan dan resolusi kamera yang semakin pesat. Hal ini membuat perkembangan teknologi kamera digital semakin tak terbatas.

Nah Sobat pada perkembangannya kini, para pengguna kamera lebih memilih cara yang praktis dengan beralih menggunakan kamera teknologi digital, ketimbang dengan menggunakan teknologi film. Pasalnya penggunaan kamera digital lebih mudah, murah, instan dan tidak menghabiskan banyak space penyimpanan.

Baca juga artikel:

Penampakan dari Smartphone IMOO, Saudara muda Dari Vivo,Oppo dan OnePlus

Penampakan dari Smartphone IMOO, Saudara muda Dari Vivo,Oppo dan OnePlus

Penampakan dari Smartphone IMOO, Saudara muda Dari Vivo,Oppo dan OnePlus

Penampakan dari Smartphone IMOO, Saudara muda Dari Vivo,Oppo dan OnePlus
Penampakan dari Smartphone IMOO, Saudara muda Dari Vivo,Oppo dan OnePlus

Setelah sebelumnya telah disinggung bahwa perusahaan induk dari smartphone Oppo,Vivo dan Oneplus berencana akan membangun Brand baru dengan diberikan Nama Imoo.

Kini ada perkembangan terbaru setelah BBK yang telah merilis Teaser resmi tentang peluncurukan merek dagang baru dari perusahaan raksasa asal china ini. Brand tersebut diberinama Imoo yang dikhususkan untuk smartphon edukasi.

Keseriusan BBK dalam menciptakan smartphone

khusus edukasi dibuktikan dari nama smartphone generasi pertama dari imoo yakni Imoo Learning Phone. jika dilihat darinamnya yang mempunyai arti ponsel untuk belajar ini ditunjukan untuk pendidikan anak.

Dari Teaser yang dirilis oleh Imoo

game offline android – menampilkan gadget 5inci yang mempunyai fisik seperti smartphone lainnya dengan dilengkapi tombol Volume dan Power pada sisi kanan dan Tombol rekam serta slot Micro Sim pada bodi sebelah kiri, serta terdapat kamera pada bodi atas layar depan dan 3 tombol kapasitif laykanya smartphone pada umumnya.

Karena niat awal adalah untuk ponsel edukasi

ponsel ini sudah dibekali konten yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya Bahasa Inggris, China, Fisika, Biologi dll. Konten tersebut diterapkan dalam tampilan menu kotak – kotak layaknya menu pada windows phone.

Imoo Learning Phone sudah dilengkapi dengan teknologi jaringan terbaru 4G dan penghemat data sehingga akan menghemat penggunaan data oleh smartphone ini.

Selain menu dan bentuk fisik dari tease yang diberikan Imoo, tidak ada informasi lain yang tercantum dalam teaser itu baik Harga maupun tanggal risil dari Smartphone edukasi ini.

Terimakasih sudah membaca artikel “Penampakan dari Smartphone IMOO, Saudara muda Dari Vivo,Oppo dan OnePlus”

Foxconn Resmi Luncurkan Smartphone Luna, Harga Mid-End Kualitas High End

Foxconn Resmi Luncurkan Smartphone Luna, Harga Mid-End Kualitas High End

Foxconn Resmi Luncurkan Smartphone Luna, Harga Mid-End Kualitas High End

Foxconn Resmi Luncurkan Smartphone Luna, Harga Mid-End Kualitas High End
Foxconn Resmi Luncurkan Smartphone Luna, Harga Mid-End Kualitas High End

2016 ini seperti tahunnya evolusi bagi teknologi dunia, semua teknologi banyak lahir di tahun ini. Baik Perangkat pintar apalagi smartphone yang banyak sekali keluaran terbaru dengan teknologi yang teranyar yang bersaing di pasaran.

Smartphone menjadi salah satu sektor bisnis perangkat pintar yang sangat menjanjikan dengan banyaknya pengguna saat ini , membuat peluang produsen smartphone untuk mendulang keuntungan semakin terbuka lebar, bukan hanya produsen lama yang bersaing di dunia smartphone bahkan hari ini banyak sekali produsen baru yang terbilang suskes.

Foxconn resmi meluncurkan smartphone rakitan terbarunya yang diberinama Luna

Kali ini perusahaan perakitan smartphone yang terkenal dengan kualitasnya baik yakni Foxconn resmi meluncurkan smartphone rakitan terbarunya yang diberinama Luna, Luna adalah salah satu perusahaan smartphone baru yang memiliki kerjasama dengan Foxconn sebagai media partner untuk merakit seluruh smartphone miliknya.

Sebenarnya Luna sudah meluncurkan smartphone ini terlebih dahulu dinegara K-Pop “Korea Selatan”, dan bukan main, hanya lewat 3 minggu dari perilisanya Smartphone ini berhasil meraih penjualan 36 ribu Unit. Desain, Fungsionalitas dan Harga merupakan salah satu yang menjadi acuan bagi para pengguna smartphone mudah di Korea untuk menggunakan smartphone luna.

Banyak distributor yang mengalami kekurangan stok

game ppsspp terbaik – bahkan di distributor resmi Luna SK Telecom, luna sudah terjual habis beberapa kali, bahkan masuk ke sistem pre-order atau inden hal ini terjadi karena saking banyaknya permintaan pasar akan smartphone High End.

Dari Desain bodi yang diusung Foxconn dibalut dengan logam tipis (Metal) seperti desain body smartphone milik apple yakni iPhone. Smartphone ini didukung oleh Chipset snapdragon 801 dari Qaulcomm. dan Dibekali konektivitas terbaru 4G, Luna dibekali layar berukuran 5.5 Inci dan untuk kamera sendiri Luna sudah diusung masing – masing 13 Mp dengan Autofocus untuk kamera utama, dan 8Mp AF untuk kamera depan.

Sedangkan untuk harga dari smartphone ini

Luna memberikan badrol $380 atau setara Rp.5 Juta Rupiah, namun sampai saat ini, smartphone luna masih dipasarkan di korea selatan, namun untuk pemasaran di dalam negeri masih belum ada informasi lebih dari pihak Luna sendiri.

Terimakasih sudah membaca artikel “Foxconn Resmi Luncurkan Smartphone Luna, Harga Mid-End Kualitas High End”

Kumpulan Contoh Teks Deksriptif

Kumpulan Contoh Teks Deksriptif

Kumpulan Contoh Teks Deksriptif

Kumpulan Contoh Teks Deksriptif
Kumpulan Contoh Teks Deksriptif

Contoh Teks Deskriptif 1

Sungai Serayu

Sungai Serayu ialah sungai yang higienis dan juga alami. Lebar dari sungai serayu sanggup lebih dari 10 meter, sungai ini sangat luas dan juga panjang. Sungai serayu mempunyai air yang higienis dan juga sangat segar. Sungai yang satu ini merupakan sungai yang sangat higienis dan juga indah, alasannya ialah di sekitar sungai serayu tidak terdapat sampah dan di pinggir pinggri sungai serayu terdapat tumpukan bebatuan yang ditumpuk secara rata dan rapi. Bebatuan bebatuan tersebut sering dipakai sebagai tempat duduk untuk orang orang yang sedang memancing ikan di pinggir sungai serayu tersebut. Sungai serayu merupakan salah satu sungai yang sering dijadikan sebagai tempat mancing.

Contoh Teks Deskriptif 2

Pantai Sari Dewi

Pantai Sari Dewi ialah pantai yang gres dibuka sebagai tempat wisata umum di tempat Bandar Karang. Pantai ini terletak di wilayah Kota Indah dan menghadap pribadi ke arah Samudera Hindia. Seperti pantai-pantai tropis pada umumnya, pantai Sari Dewi mempunyai pasir yang berwarna putih dan bebatuan karang yang tersebar di tempat pinggiran pantai. Selain menyajikan keindahan pantainya, Sari Dewi juga mempunyai spot diving, dan olahraga air menyerupai banana boat, dan speed boat, dan lain-lain. Pantai ini mempunyai penginapan-penginapan yang pribadi menghadap lautan yang sanggup disewa oleh para pengunjungnya.

Contoh Teks Deskriptif 3

CANDI BOROBUDUR

Borobudur ialah candi Hindu-Budha. Candi ini dibangun pada kurun ke-19 oleh dinasti Sailendra yang berasal dari kerajaan Mataram kuno. Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah Indonesia.

Borobudur populer ke seluruh penjuru dunia. Konstruksinya menerima pengauh oleh arsitektur Gupta India. Candi ini dibangun di atas sebuah bukit setinggi 46 meter dan delapan tangga yang berbentuk undakan batu. Lima tangga yang pertama berbentuk kotak, dikelilingi oleh tembok yang penuh pahatan yang membentuk gambar Budha. Tiga tangga di atasnya berbentuk melingkar. Pada tiap tangga melingkar tersebut terdapat stupa berbentuk lonceng. Keseluruhan gedung ditutupi oleh stupa besar yang terletak di tengah-tengah bulat teratas. Jalan menuju puncak borobudur yang berbentuk gang terbentang sejauh 4,8 kilometer. Desain Borobudur yang menyimbolkan struktur alam semesta mensugesti gaya pembuatan candi Angkor di Kamboja.

Candi Borobudur yang diresmikan sebagai monumen nasional Indonesia pada tahun 1983 ialah harta tak ternilai bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: 

Teks Deskriptif (Pengertian, Ciri, Tujuan, Contoh)

Teks Deskriptif (Pengertian, Ciri, Tujuan, Contoh)

Teks Deskriptif (Pengertian, Ciri, Tujuan, Contoh)

Teks Deskriptif (Pengertian, Ciri, Tujuan, Contoh)
Teks Deskriptif (Pengertian, Ciri, Tujuan, Contoh)

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat tiba di blog . Senang sekali rasanya kali ini sanggup kami bagikan artikel perihal Teks / Paragraf Deskriptif (Deskripsi) dalam Bahasa Indonesia mencakup Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, dan Contoh Teks Deskriptif.

1. Pengertian Teks Deskriptif

Teks deskriptif / paragraph deskriptif adalah sebuah teks atau paragraph yang berisi perihal suatu citra atau lukisan dari sebuah benda yang sedang diceritakan dalam bentuk tulisan. Paragraph itu sendiri merupakan kumpulan dari beberapa rangkaian kalimat. Kaprikornus paragraph deskriptif merupakan sebuah rangkaian kalimat yang menceritakan perihal sifat dari benda yang sedang diceritakan, paragraph tersebut sanggup menggambarkan dari benda tersebut sehingga mambuat pembacanya seolah olah melihat secara pribadi benda yang diceritakan tersebut.

2. Ciri-ciri Teks Deskriptif

Ciri-ciri teks deskriptif ialah sebagai berikut :

Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
Penggambaran tersebut dituangkan dalam sebuah paragraph yang dilakukan secara terperinci dan melibatkan kesan pada sebuah indera
Gambaran tersebut membawa pembaca menjadi seolah olah sanggup melihat secara pribadi perihal obyek yang digambarkan atau diceritakan tersebut
Menceritakan ciri ciri khususnya ciri fisik menyerupai bentuk, ukuran, warna dan lain lain.

3. Tujuan Teks Deskriptif

Tujuan dari teks deskriptif adalah agar orang yang membacanya sanggup seolah olah melihat sendiri benda yang diceritakan tersebut. Dalam paragraph deskriptif itu sendiri menggunakan pola yang subjektif namun hal ini kalau si penulis paragraph tersebut menambahkan opini atau kesan pada sebuah objek yang telah sedang dijelaskan tersebut.

4. Contoh Teks Deskriptif

Contoh Teks Deskriptif 1

HARIMAU

Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar” itu ialah binatang pemangsa dan pemakan daging. Harimau sanggup mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemas-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam. Gigi taringnya berpengaruh dan tajam untuk mengoyak daging. Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang berpengaruh untuk menerkam mangsanya. Harimau gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Harimau sanggup hidup di hutan, padang rumput, dan tempat payau atau hutan bakau. Di Indonesia harimau sanggup ditemukan di hutan dan hutan bakau di Pulau Sumatera dan Jawa.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/

Pengertian Ham Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Ham Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Ham Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Ham Berdasarkan Para Ahli
Pengertian Ham Berdasarkan Para Ahli

 

Ada aneka macam versi definisi mengenai HAM. Setiap definisi menekankan pada segi-segi tertentu dari HAM. Berikut beberapa definisi / pengertian HAM berdasarkan para jago dan berdasarkan Undang-undang Negara Republik Indonesia. Adapun beberapa definisi Hak Asasi Manusia (HAM) ialah sebagai berikut:

1. UU No. 39 Tahun 1999

Menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, HAM ialah seperangkat hak yang menempel pada hakikat keberadaan insan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta pertolongan harkat dan martabat manusia.

2. John Locke

Menurut John Locke, hak asasi ialah hak yang diberikan pribadi oleh Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Artinya, hak yang dimiliki insan berdasarkan kodratnya tidak sanggup dipisahkan dari hakikatnya, sehingga sifatnya suci.

3. David Beetham dan Kevin Boyle

Menurut David Beetham dan Kevin Boyle, HAM dan kebebasan-kebebasan mendasar ialah hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia.

4. C. de Rover

HAM ialah hak aturan yang dimiliki setiap orang sebagai manusia. Hakhak tersebut bersifat universal dan dimiliki setiap orang, kaya maupun miskin, pria ataupun perempuan. Hak-hak tersebut mungkin saja dilanggar, tetapi tidak pernah sanggup dihapuskan. Hak asasi merupakan hak hukum, ini berarti bahwa hak-hak tersebut merupakan hukum. Hak asasi insan dilindungi oleh konstitusi dan aturan nasional di banyak negara di dunia. Hak asasi insan ialah hak dasar atau hak pokok yang dibawa insan semenjak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi insan dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang. Hak asasi insan bersifat universal dan abadi.

5. Austin-Ranney

HAM ialah ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara terperinci dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

6. A.J.M. Milne

HAM ialah hak yang dimiliki oleh semua umat insan di segala masa dan di segala daerah alasannya ialah keutamaan keberadaannya sebagai manusia.

7. Franz Magnis- Suseno

HAM ialah hak-hak yang dimiliki insan bukan alasannya ialah diberikan kepadanya oleh masyarakat. Makara bukan alasannya ialah aturan faktual yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Manusia memilikinya alasannya ialah ia manusia.

8. Miriam Budiardjo

Miriam Budiardjo membatasi pengertian hak-hak asasi insan sebagai hak yang dimiliki insan yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam masyarakat.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/pengertian-kartu-kredit-jenis-ciri-keuntungan-kerugiannya-lengkap/

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer

 

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu :

1. Sharing resources

Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.

2. Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.

3. Integrasi Data

Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.

4. Pengembangan dan Pemeliharaan

Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada komputer pusat.

5. Keamanan Data

Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini

Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

 

Hubungan Manusia, Filsafat dan Pendidikan

Hubungan Manusia, Filsafat dan Pendidikan

Hubungan Manusia, Filsafat dan Pendidikan

 

Hubungan Manusia, Filsafat dan Pendidikan

Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang paling unik dibandingkan dengan makhluk lainnya, sehingga sangat menarik untuk dikaji. Ia semakin berkembang dari hari kehari untuk bertahan hidup dan menjadi lebih baik. Selain itu manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna penciptaannya dari makhluk lain. Dengan panca indera, manusia berusaha memahami benda-benda konkrit. Namun tidak sampai di situ saja, manusia memiliki akal pikiran yang senantiasa bergolak dan berpikir dalam memahami situasi dan dan kondisi yang terjadi di alam. Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan.

Problematika pendidikan adalah masalah hidup dan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya, manusia akan selalu memerlukan pendidikan agar ia mampu mempertahankan hidup atau dapat mencapai kehidupannya agar lebih baik. Dalam sejarah, pendidikan sudah dimulai sejak adanya makhluk bernama manusia, ini berarti pendidikan itu tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan proses perkembangan dan kehidupan manusia.

Dalam paper kerja ini kami akan membahas tentang unsur-unsur pembentuk manusia yang dapat membantu manusia untuk hidup lebih baik. Dengan kata lain, konteks filsafat budaya sebagai ilmu tentang kahidupan manusia akan lebih disempitkan atau dibatasi pada kerangka berpikir pembentukan manusia yang lebih baik.

 

Hubungan Manusia, Filsafat dan pendidikan

Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial, dan melalui agama.

Pembentukan manusia yang lebih baik bukan dalam arti moral; baik buruknya manusia, tetapi dalam arti pembentukan manusia sebagai makhluk yang hidup dan berbudaya dalam perspektif filsafat budaya, yakni hidup yang lebih bijaksana,  dan lebih kritis. Filsafat bukanlah ilmu positif seperti fisika, kimia, biologi, tetapi filsafat adalah ilmu kritis yang otonom di luar ilmu-ilmu positif. Kelompok mencoba mengangkat tiga unsur pembentukan manusia. Ketiga unsur pembentuk itu antara lain:

(1) pengetahuan manusia tentang diri sendiri dan lingkungannya;

(2) manusia dalam hubungannya dengan hidup komunitas; dan

(3) agama membantu manusia hidup dengan lebih baik.

Pengetahuan menjadi unsur yang penting dalam usaha membentuk manusia yang lebih baik. Dengan pengetahuan yang memadai manusia dapat mengembangkan diri dan hidupnya. Apa yang diketahui secara lebih umum dalam pengetahuan, dalam ilmu diketahui secara lebih masuk akal.

Pengetahuan yang dimaksud di sini lebih pada pengetahuan manusia tentang diri sendiri dan dunianya. Ketika manusia mengetahui dan mengenal dirinya secara penuh, ia akan hidup secara lebih sempurna dan lebih baik dalam dunia yang adalah dunianya. Berkaitan dengan itu manusia juga membutuhkan pengetahuan tentang lingkungan atau dunianya. Dengan pengetahuan yang ia miliki tentang dunia atau lingkungannya, manusia dapat mengadaptasikan dirinya secara cepat dan lebih mudah.

Manusia ternyata tidak hidup sendirian dalam dunianya. Ia hidup dalam hubungan dengan dan membutuhkan manusia lain, yang menunjukkan hakikat dari manusia, yaitu sebagai makhluk sosial. Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat membentuk dan mengembangkan dirinya sehingga dapat hidup secara lebih baik; lebih bijaksana dan lebih kritis. Dengan demikian manusia pada hakikatnya hidup bersama dengan orang lain atau hidup dalam suatu komunitas tertentu. Jadi, kebersamaannya dengan orang lain dalam suatu komunitas inilah yang turut menentukan pembentukan yang memperkenankan manusia itu hidup atas cara yang lebih baik dan lebih sempurna dalam dunianya.

Unsur lain yang dapat membantu membentuk manusia sehingga manusia dapat hidup secara lebih baik, lebih bijaksana adalah agama. Ketiga unsur pembentuk manusia untuk hidup secara lebih baik itu akan dilihat dan dijelaskan secara lebih dalam pokok-pokok berikut.

 

Manusia mengetahui dirinya dan dunianya

Telah dikatakan sebelumnya (pada bagian pendahuluan) bahwa pengetahuan merupakan salah satu unsur yang penting dalam hubungan dengan pembentukan manusia untuk hidup secara lebih baik dan lebih sempurna. Manusia adalah makluk yang sadar dan mempunyai pengetahuan akan dirinya. Selain itu juga manusia juga mempunyai pengetahuan akan dunia sebagai tempat dirinya bereksistensi.

Dunia yang dimaksudkan di sini adalah dunia yang mampu memberikan manusia kemudahan dan tantangan dalam hidup. Dunia di mana manusia bereksistensi dapat memberikan kepada manusia sesuatu yang berguna bagi pembentukan dan pengembangan dirinya. Pengetahuan merupakan kekayaan dan kesempurnaan bagi makhluk yang memilikinya.

Manusia dapat mengetahui segala-galanya, maka ia menguasai makhluk lain yang penguasaannya terhadap pengetahuan kurang. Dalam lingkungan manusia sendiri seseorang yang tahu lebih banyak adalah lebih baik bila dibandingkan dengan yang tidak tahu apa-apa. Pengetahuan menjadikan manusia berhubungan dengan dunia dan dengan orang lain, dan itu membentuk manusia itu sendiri.

 

Manusia dalam hidup komunitas

Secara umum komunitas dapat diartikan sebagai suatu perkumpulan atau persekutuan manusia yang bersifat permanen demi pencapaian suatu tujuan umum yang diinginkan. Dan umumnya tujuan yang hendak dicapai itu didasarkan atas kesatuan cinta dan keprihatinan timbal balik satu dengan yang lain. Jadi, secara tidak langsung hidup komunitas dapat dimengerti sebagai suatu kehidupan dimana terdapat individu-individu manusia yang membentuk suatu persekutuan guna mancapai suatu tujuan bersama. Dan tujuan yang dicapai itu selalu merunjuk pada nilai-nilai tertentu yang diinginkan bersama.

Misalnya, nilai kebaikan, keindahan, kerja sama dan sebagainya. Selanjutnya, dalam mencapai tujuan bersama itu setiap individu (anggota persekutuan) saling berinteraksi atau bekerjasama satu dengan yang lain guna tercapainya tujuan yang ingin dicapai. Akan tetapi serentak pula tak dapat disangkal bahwa melalui kehidupan komunitas kepribadian manusia dapat dibentuk melalui proses sosialisai dan internalisasi. Artinya, melalui nilai-nilai yang dicapai dalam hidup komunitas itu disampaikan kepada setiap individu (anggota persekutuan). Selanjutnya, nilai-nilai itu dijadikan oleh pegangan dalam diri setiap individu.

 

Agama membantu manusia hidup lebih baik

Arti budaya telah diangkat kembali oleh renesans dengan karakter naturalistik, yaitu budaya dipahami sebagai pembentukan manusia dalam dunianya, yakni sebagai pembentukan yang memperkenankan manusia hidup atas cara yang lebih bijaksana dan lebih sempurna dalam dunia yang adalah dunianya. Dalam konteks ini, agama mendapat tempat dan peranan penting.

Agama dimengerti sebagai unsur integral dari budaya, terutama karena mengajarkan bagaimana hidup dengan baik, hidup dengan bijaksana dan nilai-nilai universal lainnya. Dalam agama terkandung ajaran-ajaran kebijaksanaan (dalam arti tertentu filsafat dipahami sebagai kebijaksanaan) yang dapat mengarahkan manusia kepada hidup yang lebih baik. Dengan demikian, hidup yang lebih baik dalam perspektif filsafat budaya adalah pembentukan kebijaksanaan secara internal dalam diri manusia melalui ajaran-ajaran agama.

Manusia tidak dapat dilepaskan dari agama dalam kehidupannya. Maksudnya adalah bahwa agama menjadi sarana di mana manusia dapat memenuhi keinginannya untuk dapat hidup dengan lebih bijaksana. Dengan kata lain agama membantu manusia untuk dapat hidup lebih baik. Melalui agama manusia dapat menjadi bijaksana untuk mencapai realisasi dirinya yang lengkap sehingga menjadi suatu microcosmos yang sempurna dalam macrocosmos.

Setiap agama umumnya mengajarkan kepada para penganut atau pengikutnnya untuk hidup sebagai orang yang saleh, baik di hadapan manusia maupun di hadapan yang Ilahi. Dengan demikian agama dapat mengarahkan manusia kepada hidup yang lebih baik. Agama membentuk manusia untuk menjadi lebih baik, lebih bijaksana dengan menanamkan nilai-nilai universal dalam diri manusia itu.

Manusia sebagai makhluk hidup umumnya mempunyai cirri-ciri sebagai berikut.

  1. Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otakmya.
  2. Mengadakan metabolisme atau penyusun dan pembongkaran zat, yaitu ada zat yang masuk dan keluar.
  3. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
  4. Memiliki potensi untuk berkembang.
  5. Tumbuh dan berkembang
  6. Berinteraksi dengan lingkungannya.
  7. Bergerak.

            Apabila di bandingkan dengan tubuh hewan tingkat tinggi lainnya, seperti gajah, harimau, burung, dan buaya, tubuh manusia lebih lemah. Gajah dapat mengangkat balok yang berat, harimau dapat berjalan cepat, burung dapat terbang, dan buaya dapat berenang cepat. Sekalipun demikian, rohani manusia, yaitu akal budi dan kemauannya sangat kuat sehingga dengan akal budi dan kemauannya, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

            Rasa ingin tahu atau kuriositas manusia terus tumbuh dan berkembang dengan pesat. Rasa ingin tahu ini tidak pernah dapat terpuaskan apabila suatu masalah dapat di pecahakan, akan tibul masalah lain yang menunggu pemecahannya, manusia bertanya terus, setelah tahu apa, ia ingin tahu bagaimana dan mengapa. Dengan demikian, manusia mampu menggunakan pengetahuan yang telah lama yang di peroleh dikombinasikan dengan pengetahuan yang baru menjadi pengetahuan yang lebih baru lagi.

Manusia menggunakan rasionya sebagai alat untuk hal-hal berikut.

  1. Menemukan kebenaran dalam pendidikan.
  2. Merasionalisasi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan cara berpikir yang mendalam, logis, dan rasional untuk mengembangkan pola pendidikan yang utama bagi peningkatan akhlak manusia kepada Allah SWT. Dan sesama manusia.
  3. Menjadikan semua objek ilmu pengetahuan sebagai objek material yang cara kerjanya radikal dan mendalam untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran.
  4. Kebenaran yang bersifat observatif dan empiris sebagai langkah awal menuju pencarian kebenaran yang hakiki. Dengan demikian, pendidikan dikembangkan dengan paradigm bersama depan.

            Dalam persepektif filsafat pendidikan, mempelajari jati diri manusia sangat penting karena alasan berikut.

  1. Semua manusia tercipta dalam keadaan tidak memiliki ilmu pengetahuan, manusia bagian dari alam.
  2. Manusia terlahir dalam keadaan fitrah, diciptakan dengan fitrahNya.sumber ilmu berasal dari Allah pencipta manusia.
  3. Manusia diwajibkan mencari ilmu, sumber ilmu berasal dari Allah pencipta manusia.
  4. Belajar dan mengamati jiwa manusia merupakan metode mengesakan Tuhan.
  5. Manusia berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, manusia diciptakan sebagai pelajaran bagi manusia sendiri tanpa mengenal batas dan keyakinan.

Kelima alasan berikut merupakan titik tolak dan prinsip lahirnya filsafat pendidikan tentang manusia. Hal ini karena dengan lima pandangan tersebut, manusia tidak berhenti mengembangkan pendidikan, baik secara praktis. Sebgai hasilnya, pendidikan semakin berkembang dan jati diri manusia semakin diketahui eksitensinya.

Adapun fungsi filsafat pendidikan tentang manusia adalah :

  1. Meningkatkan pola hidup manusia di muka bumi;
  2. Meningkatkan kebudayaan masyarakat dlm merekayasa dan mengeksploitasi alam;
  3. Meningkatkan kemandirian manusia dalam bertahan hidup;
  4. Memelihara kelangsungan reproduksi;
  5. Mewasdai gejalaalam yang akan menimbulkan petaka bagi manusia;
  6. Memelihara dirinya dari berbagi macam penyakit;
  7. Beradaptasi dengan kondisi alam yang berubah-ubah;
  8. Meningkatkan harkat dan mertabat manusia dari segi pendidikan kealaman;
  9. Fungsi ekonomi, polotik, agama, dan sosial budaya; dan
  10. Sarana pengabdian kepada Tuhan,

Filsafat pendidikan tentang manusia wajib dipelajari agar manusia memiliki kapabilitas yang ilmiah dalam membaca dalam gejala kemanusiaan universal dan memanfaatkan berbagai kelebihannya untuk menjalankan kehidupan di dunia.

Ciri-ciri filsafat tentang manusia adalah :

  1. Merupakan pengetahuan filsafat yang universal karena seluruh kajian filsafat akan membicarakan manusia;
  2. Menjadikan manusia sebagai subjek dan objek pengembangan;
  3. Memerlukan pemahaman mendalam agar manusia menyadari kepentingan halam jagat raya ini hidup berdampingan dengan seluruh alam jagat raya ini;
  4. Memahami keberadaan manusia secara komprehensif dan kontemplatif.

Adapun manfaat filsafat pendidikan tentang manusia adalah manfaat filsafat pendidikan tentang manusia adalah memberikan pengethuan empiris dan terukur kepada manusia, sebagai mana gejala ke manusian yang dapat di hitung secara matematis sehingga manusia lebih wapada menghadapi berbagai perubahan kehidupan yang akan mendatangkan mala petaka.

 

Kesimpulan

Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Baca juga: Rotasi Bumi Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial, dan melalui agama.

Manusia sebagai makhluk hidup umumnya mempunyai cirri-ciri sebagai berikut; Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otakmya, mengadakan metabolisme atau penyusun dan pembongkaran zat, yaitu ada zat yang masuk dan keluar, memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar, memiliki potensi untuk berkembang, tumbuh dan berkembang, berinteraksi dengan lingkungannya dan bergerak.

Perkembangan Pemikiran Makro Ekonomi

Perkembangan Pemikiran Makro Ekonomi

Perkembangan Pemikiran Makro Ekonomi

 

Perkembangan Pemikiran Makro Ekonomi

Pemikiran Klasik

         Teori makroekonomi yang menjadi pegangan umum para ahli ekonomi sebelum tahun 1937 dijuluki dengan nama teori makroekonomi klasik. Kaum klasik secara ideologi percaya bahwa sistem di mana setiap orang betul-betul bebas untuk melakukan kegiatan ekonomi apapun bisa mencapai kesejahteraan masyarakat secara otomatis (lassez faire). Menurut mereka, peranan pemerintah harus dibatasi seminimal mungkin, sebab apa yang bisa dikerjakan oleh pemerintah dapat dikerjakan oleh swasta secara lebih efisien. Kegiatan pemerintah haruslah dibatasi pada macam-macam kegiatan yang betul-betul tidak dapat dilakukan oleh swasta dengan efisien misalnya di bidang pertahanan, pemerintahan, ataupun pendidikan. Dengan ciri ideologi ini, kita dapat mengetahui bahwa di bidang makroekonomi pun mereka tidak menghendaki campur tangan pemerintah. Jadi esensi dari teori makroekonomi adalah suatu perekonomian laissez faire adalah self-regulating yang artinya mempunyai kemampuan untuk menghasilkan tingkat kegiatan ekonomi nasional (misalnya GDP) yang efisien (full employment) secara otomatis.

         Menurut kaum klasik, di pasar barang tidak mungkin terjadi kelebihan produksi atau kekurangan produksi untuk jangka waktu yang lama. Pendapat semacam itu dilandasi adanya kepercayaan bahwa setiap barang yang diproduksi selalu ada yang membutuhkan, dan harga-harga adalah fleksibel yang dapat dengan mudah berubah sehingga kembali pada posisi full employment. Pada pasar tenaga kerja, bila harga upah cukup fleksibel maka permintaan tenaga kerja akan selalu seimbang dengan penawaran tenaga kerja. Jadi pada tingkat upah tersebut tenaga kerja bersedia dibayar sebesar upah tersebut, dan yang menganggur adalah mereka yang tidak bersedia dibayar pada tingkat upah tersebut.

         Karena uang tidak dapat menghasilkan apa-apa kecuali mempermudah transaksi, maka uang yang diminta masyarakat hanya sejumlah kebutuhan akan transaksi. Jadi semakin banyak transaksi yang dilakukan akan semakin banyak uang tunai yang dibutuhkan masyarakat. Sedangkan esensi teori klasik di pasar luar negeri adalah bahwa suatu perekonomian nasional tidak perlu merepotkan diri untuk menyeimbangkan neraca perdagangannya.

 

Pemikiran Keynes

         Keynes ada pada posisi yang unik dalam sejarah pemikiran ekonomi barat, karena pada saat-saat krisis ideologi Keynes dapat menawarkan suatu pemecahan yang merupakan jalan tengah. Dia berpendapat bahwa untuk menolong sistem perekonomian negara-negara tersebut, orang harus bersedia meninggalkan ideologi

laissez taire yang murni. Tidak bisa tidak, pemerintah harus melakukan campur tangan lebih banyak dalam mengendalikan perekonomian nasional.

           Keynes

         Keynes mengatakan bahwa kegiatan produksi dan pemilikan faktor-faktor produksi masih tetap bisa dipegang oleh swasta, tetapi pemerintah wajib melakukan kebijakan-kebijakan yang secara aktif akan mempengaruhi gerak perekonomian. Sebagai contoh, pada saat terjadi depresi, pemerintah harus bersedia melakukan program atau kegiatan yang langsung dapat meyerap tenaga kerja (yang tidak tertampung di sektor swasta), meskipun itu membutuhkan biaya besar.

         Inti dari ideologi Keynesianisme adalah Keynes tidak percaya akan kekuatan hakiki dari sistem laissez faire untuk mengoreksi diri sendiri sehingga tercapai kondisi efisien (full employment) secara otomatis, tetapi

kondisi full-employment hanya dapat dicapai dengan tindakan-tindakan terencana.

 

Pemikiran Moneteris (Monetarism)

     Milton Friedman

     Selama tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an, di bawah pimpinan ekonom terkenal Milton Friedman dari Chicago University (kini hijrah ke Stanford University) telah berkembang suatu aliran pemikiran (school of thought) di dalam makroekonomi yang dikenal sebagai aliran moneteris (monetarism). Para ekonom dari aliran moneteris ini menyerang pandangan dari aliran Keynesian, terutama menyangkut penentuan pendapatan yang dinilai oleh mereka sebagai tidak benar. Kaum moneteris menghendaki agar analisis tentang penentuan pendapatan memberi penekanan pada pentingnya peranan jumlah uang beredar (money supply) di dalam perekonomian. Perdebatan yang lain menyangkut : efektifitas antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, peranan kebijakan pemerintah, dan tentang kurva Phillips (kurva yang menunjukkan bahwa hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah saling berkebalikan).

         Bagi kaum moneteris, jumlah uang beredar merupakan faktor penentu utama dari tingkat kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu perekonomian. Dalam jangka pendek (short run), jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja; sedangkan dalam jangka panjang (long run) jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat harga atau inflasi. Menurut Milton Friedman “inflasi ada di mana saja dan selalu merupakan fenomena moneter”. Pertumbuhan moneter atau uang beredar yang berlebihan dalam hal ini bertanggung jawab atas timbulnya inflasi, dan pertumbuhan moneter yang tidak stabil bertanggung jawab atas timbulnya gejolak atau fluktuasi ekonomi. Oleh karena pertumbuhan moneter sangat berpengaruh terhadap variabilitas, baik variabilitas dalam tingkat harga maupun pertumbuhan output (GNP), maka kebijakan moneter yang diambil pemerintah sedapat mungkin haruslah dapat menjamin terciptanya suatu tingkat pertumbuhan moneter atau jumlah uang beredar yang konstan dan tetap terkendali pada tingkat yang

rendah.

         Adapun gagasan pokok dari aliran moneteris yang dianggap penting di antaranya adalah :

  1.    Sektor atau perekonomian swasta pada dasarnya adalah stabil.
  2. Kebijakan makroekonomi aktif seperti kebijakan fiskal dan moneter hanya akan membuat keadaan perekonomian menjadi lebih buruk. Bahkan secara ekstrim mereka mengatakan bahwa “kebijakan makroekonomi yang aktif itu lebih merupakan bagian dari masalah, dan bukan bagian dari solusi”. Dengan perkataan lain, kaum moneteris menghendaki suatu peran atau campur tangan pemerintah yang seminimum

mungkin di dalam perekonomian.

  1. Seperti halnya dengan aliran Klasik, kaum moneteris berpendapat bahwa harga-harga dan upah di dalam perekonomian adalah relatif fleksibel, yang akan menjamin keadaan keseimbangan di dalam perekonomian selalu bisa diwujudkan.
  2. Jumlah uang beredar merupakan faktor penentu yang sangat penting dari tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

           Berbagai pendapat atau gagasan kaum moneteris di atas, memiliki implikasi kebijakan yang penting , yaitu :

  1. Stabilitas di dalam pertumbuhan jumlah uang beredarlah yang merupakan kunci dari stabilitas makroekonomi, dan bukan kebijakan makroekonomi aktif yang menimbulkan fluktuasi dalam pertumbuhan jumlah uang beredar yang menjadi penentu kestabilan makroekonomi.
  2. Kebijakan fiskal itu sendiri memiliki pengaruh sistematis yang sangat kecil, baik terhadap pendapatan nasional riil maupun pendapatan nasional nominal; dan bahwa kebijakan fiskal (fiscal policy) bukanlah suatu sarana atau alat stabilisasi yang efektif.

 

Pemikiran Rational Expectation (Ratex)

         Penganut rational expectation (ratex) tidak lain adalah kelompok klasik baru (new-classical), karena asumsi ratex dijadikan oleh kaum tersebut sebagai landasan pokok seluruh analisis dan pemikirannya. John Muth merupakan pencetus pertama ide ratex dimana pada awal 1960-an ia mengemukan premis :

”ekspektasi tiap individu bersifat rasional bila ekspentasi tersebut identik dengan hasil prediksi model”. Premis ini mengandung pengertian bahwa apabila masyarakat mengetahui benar informasi tentang suatu peristiwa atau kebijakan maka mereka akan bereaksi dimana reakasi tersebut berciri rasional. Sebagai gambaran, jika masyarakat mengetahui bahwa jumlah uang beredar meningkat dan

mereka menyadari bahwa dampaknya akan terasa di dalam peningkatan harga maka ekspektasi harga juga akan ikut meningkat.

         Menurut penganut model ratex jika dan hanya jika masyarakat membuat kesalahan ekspektasi maka kebijakan pemerintah dapat memberi hasil, contohnya pada kebijakan peningkatan jumlah uang beredar berdampak pada peningkatan output. Walau demikian, paham klasik tentang kekuatan pasar nampaknya sangat

kuat berakar juga pada penganut model ratex. Menurut pandangan penganut ratex jika kesalahan terjadi, intervensi pemerintah semacam contoh di atas tetap tidak diinginkan karena ia justru akan menghasilkan ketidakpastian yang lebih besar lagi. Berbeda dengan pandangan kaum monetaris dimana mereka masih memberi “ruang” untuk melihat berbagai dampak kebijakan pemerintah melalui perlakuan eksplisit terhadap faktor adaptive expectation, khususnya dalam jangka pendek.

         Memang agak sulit untuk membayangkan suatu keadaan dimana individu dapat mengetahui semua informasi sehingga ekspektasinya menjadi rasional. Seperti tidak kurang sulitnya untuk membayangkan situasi dimana dalam jangka pendek suatu kebijakan seperti menaikkan jumlah uang beredar akan tidak

mempunyai dampak sama sekali terhadap tingkat output. Menurut jawaban penganut ratex kesalahan ekspektasi karena kesulitan memperoleh informasi memang tak dapat dihindarkan meskipun yang bersangkutan sangat rasional dalam pengambilan keputusan. Dengan pengertian lain, menurut mereka untuk mempunyai ekspektasi

rasional tidak harus selalu bebas dari membuat kesalahan ekspektasi.

 

Pemikiran New Classical

         Pada dasarnya munculnya aliran pemikiran ini karena terjadi perubahan fenomena perekonomian setelah era golden age macroeconomics (1940-1970) mulai berakhir. Di tahun 70-an (1974-1975) terjadi oil shock dalam perekonomian dunia dimana harga minyak di pasar dunia meningkat sangat tinggi (oil boom) sehingga

harga-harga meningkat (inflasi) yang sangat mempengaruhi kondisi ekonomi Amerika.

         Aliran pemikiran ini mengkombinasikan pemikiran monetaris dengan beberapa ide yang dulu telah dikemukakan oleh aliran klasik, yakni : pasar tenaga kerja dan pasar kapital akan menyesuaikan secara penuh. Untuk itu, berdasarkan asumsi bahwa individu mampu mengefisienkan penggunaan informasi yang

tersedia dalam membuat peramalan. Dengan menggunakan tiga alat dari monetaris, market clearing (mekanisme pasar), dan rational expectation (ekspektasi rasional). Pemikiran ini melumpuhkan pemikiran Keynesian, dengan menekankan lagi pada tidak perlunya intervensi pemerintah seperti yang dikemukakan aliran klasik

sebelumnya (Galbraith dan Darity, 1994).

         Pemikir pada aliran ini yang terkenal adalah Edward Prescott. Ia dan pengikutnya mengembangkan model yang dikenal dengan model siklus bisnis riil (Real Business Cycle Model atau Model RBC). Model ini mengasumsikan bahwa output selalu akan berada pada tingkat natural. Jadi semua fluktuasi output hanyalah

pergerakan dari dan ke tingkat output natural atau dalam kondisi full employment (tidak ada pengangguran).

         Pergerakan output disebabkan karena adanya kemajuan teknologi (technological progress). Apabila ada penemuan baru, produktivitas akan meningkat dan menyebabkan output akan meningkat pula. Peningkatan produktivitas akan meningkatkan upah yang akan membuat tenaga kerja semakin giat bekerja. Dengan demikian produktivitas akan meningkatkan output dan kesempatan kerja.

 

Pemikiran New Keynesian

         Penganut aliran New Keynesian berpendapat bahwa sintesis yang timbul sebagai respon terhadap kritik ekspektasi rasional pada dasarnya adalah benar, yakni asumsi yang menyatakan bahwa nilai-nilai ekspektasi perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan perekonomian nasional, dimana nilai tersebut harus

serasional mungkin berdasarkan informasi yang tersedia. Mereka juga berargumentasi bahwa masih cukup banyak yang harus dipelajari tentang sifat-sifat dan karakteristik yang tidak selalu sempurna dalam kondisi pasar yang berbeda, disamping juga tentang implikasi dari ketidak-sempurnaan tersebut bagi evolusi makroekonomi.

         Salah satu kajiannya berfokus pada aspek menentukan tingkat upah dalam pasar tenaga kerja. Tingkat upah yang efisien muncul dari suatu gagasan yang apabila upah yang diterima oleh pekerja adalah terlalu rendah mengakibatkan hal-hal seperti (a) pekerja tidak termotivasi untuk menghasilkan ouput yang

optimal (bermalas-malasan), (b) masalah tentang moral dalam suatu perusahaan, (c) kesulitan didalam mendapatkan dan mempertahankan pekerja yang berkualitas, dan lain sebagainya. Salah seorang yang sangat berpengaruh terhadap issue tersebut adalah George Akerlof dari Berkeley, yang mempunyai gagasan tentang

suatu “norma”, yang mengkaji apa yang sebenarnya disebut dengan “fair” dan “unfair”. Penelitian ini menggali aspek sosiologi dan psikologi yang selama ini ditinggalkan, serta menjelaskan implikasinya terhadap dunia makroekonomi.

         Hal lain yang juga diteliti oleh aliran New Keynesian adalah peran dari ketidaksempurnaan dalam pasar kredit. Diasumsikan bahwa dampak dari kebijakan moneter akan bekerja melalui tingkat suku bunga, dimana perusahaan atau individu dapat meminjam uang dengan tingkat suku bunga yang telah ditentukan. Didalam kenyataannya, perusahaan dan individu tersebut meminjam uang dari bank, dimana bank sering merendahkan potensi yang dimiliki oleh peminjam dibandingkan dengan keinginan bank untuk memberikan pinjamannya pada tingkat suku bunga yang telah ditentukan. Mengapa hal ini dapat terjadi, dan bagaimana hal tersebut

mempengaruhi pandangan kita tentang bekerjanya suatu kebijakan moneter menjadikan subyek-subyek kajian dari berbagai penelitian, utamanya oleh Ben Bernanke dari Princeton.

         Hal lain yang juga dikaji adalah tentang kekakuan dari nilai nominal. Fischer dan Taylor menyatakan bahwa keputusan untuk merubah tingkat upah atau harga secara tiba-tiba akan mengakibatkan output dapat menyimpang dari tingkat keseimbangan dalam waktu yang cukup lama. Kesimpulan ini menimbulkan berbagai

isu, apabila perubahan yang tidak terduga tersebut bertanggungjawab, paling tidak sebagian, terhadap fluktuasi perekonomian, mengapa penentu tingkat upah atau penentu tingkat harga tidak dapat mensinkronkan suatu keputusan? Mengapa harga dan upah tidak disesuaikan lebih sering? Mengapa tidak semua harga dan

upah berubah, katakanlah setiap tanggal 1 setiap bulannya? Didalam menjawab issu-issu tersebut, Akerlof dan N. Gregory Mankiw (Harvard University) telah menurunkan suatu hasil yang sangat penting dan menakjubkan, yang sering disebut dengan biaya menu untuk menerangkan fluktuasi output, yaitu: Setiap penentu

harga atau upah tidak akan sangat jauh berbeda sebagaimana kapan dan seberapa seringnya seseorang merubah upah atau harganya sendiri (bagi pengecer, merubah harga setiap hari atau setiap minggu tidak akan memberikan perbedaan yang mencolok terhadap keuntungan). Oleh karenanya, meskipun biaya yang dipergunakan untuk melakukan perubahan terhadap harga sangat kecil, seperti misalnya biaya untuk mencetak sebuah menu, akan mengakibatkan penyesuaian harga yang sangat jarang dan tak terduga. Hal ini secara umum dapat menyebabkan penyesuaian yang sangat lambat terhadap tingkat harga, dan pada akhirnya kepada fluktuasi agregat output yang direspon oleh pergerakan permintaan agregat. Singkatnya, keputusan-keputusan yang tidak banyak berpengaruh pada tingkat individu (seberapa sering untuk merubah harga atau upah) akan mengakibatkan dampak yang luas secara agregat (penyesuaian yang lambat dari tingkat harga, dan karenanya

pengaruh yang besar terhadap pergerakan dari permintaan dan output agregat).

         Dapat disimpulkan secara singkat bahwa aliran New Keynesian menggali lebih dalam kepada isu-isu yang berkaitan dengan peranan dari ketidaksempurnaan pasar terhadap fluktuasi perekonomian.

 

 

RISALAH ALIRAN PEMIKIRAN MAKROEKONOMI

         Aliran pemikiran (school of thought) pada kenyataannya adalah eksis.   Keberadaannya diperlukan karena tidak semua fenomena yang ditangkap oleh seseorang atau ilmuwan dapat didekati atau dipandang dengan cara yang sama. Hal yang lebih teknis adalah mungkin saja didalam menangkap fenomena tersebut dan mencoba menyelesaikan atau menjawabnya ada perbedaan alat (tools) yang digunakan. Baca Juga: Panca indera Perbedaan-perbedaan (misal) seperti ini akan diperoleh hasil yang sebenarnya sama tetapi didekati dengan cara yang berbeda. Suatu pertanyaan yang dinyatakan “buatlah suatu bidang dengan luas 100 cm2. Inti permasalahan sebenarnya adalah bagaimana membuat suatu bidang dengan luasan tersebut. Tidak ada penjelasan atau keterangan tambahan, maka fenomena itu akan ditangkap oleh orang dengan berbagai cara. Namun dalam hakikat yang terkandung didalamnya bahwa hanya ada satu kebenaran dari permasalahan itu yaitu kita dapat membuat bidang 100 cm2,dan itulah kebenaran tersebut. Adapun bentuk dari bidang itu apakah segitiga, segiempat, belah ketupat, lingkaran dan lain sebagainya, hanya mencerminkan bagaimana suatu fenomena ditangkap dan fenomena itu ditunjukkan ke dalam bentuk yang dapat dicerna oleh manusia.   Selama bidang-bidang itu mempunyai luasan 100 cm2, maka itu adalah hakikat kebenarannya, sebab 100 cm2 adalah simplifikasi dari bentuk yang berbeda-berbeda tersebut, dan di dalam konsep ilmu pengetahuan itulah yang disebut dengan model yaitu abstraksi atau

simplikasi dari dunia nyata. Cara orang mengabstraksi dengan cara yang berbeda-beda tersebut karena berangkat dari pengetahuan, permasalahan dan asumsi yang dipakai juga berbeda terhadap suatu fenomena yang timbul.

         Aliran pemikiran dalam perkembangan ilmu pada dasarnya ingin menjawab satu solusi yang hakiki dengan pendekatan yang berbeda. Hal yang berbeda mungkin pada pendekatan dan itulah yang disebut aliran pemikiran. Konsep kebenaran pada satu inti atau objek yang sedang diperbincangkan tetap hanya satu.

         Contoh pendekatan makroekonomi di atas memperlihatkan bagaimana perkembangan makroekonomi atau aliran-aliran di dalam makroekonomi dari waktu ke waktu. Kaum klasik berpendapat bahwa pemerintah tidak perlu campur tangan dalam perekonomian. Mereka beranggapan perekonomian akan mengatur dirinya sendiri

sedemikian rupa sehingga sumberdaya ekonomi yang ada akan mampu digunakan secara efisien sehingga selalu terjadi keadaan dimana kondisi perekonomian pada full employment. Pandangan ini cukup lama berakar dan dipegang sebagai landasan perekonomian sebelum munculnya Keyness yang membawa aliran pemikiran baru, yang mengatakan bahwa intervensi pemerintah itu diperlukan dalam perekonomian dalam upaya membuat suatu keadaan lebih baik atau ada pihak tertentu yang menjadi tujuan perbaikan ekonomi.

         Mengapa pemikiran Keynes muncul ? Hal itu tidak terlepas dari fenomena yang berkembang pada saat itu, dimana terjadi depresi besar (great depretion) sehingga terjadi pengangguran besar-besaran. Pengangguran besar-besaran inilah merupakan fenomena yang tidak dapat dijawab oleh kaum klasik. Kaum klasik mengatakan bahwa di dalam perekonomian yang full employment (padahal mereka mengatakan perekonomian selalu full employment) tidak ada pengagguran (unemployment).   Tetapi kenyataan pada saat itu terjadi pengangguran besar-besaran. Munculnya pemikiran Keynes membuka cakrawala baru dan menjadi

tonggak sejarah penting keberadaan makroekonomi. Pertanyaan adalah apakah pemikiran klasik salah ? Jawabannya adalah tidak. Mengapa ?   Paham klasik muncul sesuai dengan zamannya dan fenomena yang ada diabstraksikan dalam model klasik untuk menunjukkan perilaku perekonomian pada saat itu.   Kalau begitu apa yang menjadi penentu mengapa perlu adanya aliran pemikiran.

         Dengan latar belakang dan penjelasan di atas, jelaslah munculnya aliran pemikiran disebabkan karena ilmu tidak statis melainkan dinamis, dinamisnya perkembangan ilmu tidak terlepas dari beberapa hal.   Pertama, fenomena (perekonomian) selalu mengalami perubahan.   Keadaan sekarang dimana munculnya pasar modal mengakibatkan di dalam perekonomian orang tidak murni lagi mengadakan transaksi perdagangan atau produksi, tetapi sudah masuk unsur ekspektasi. Aliran rasional ekspektasi (ratex) yang mengatakan bahwa ekspektasi setiap individu bersifat rasional bila ekspektasi tersebut identik dengan hasil prediksi model. Atau dapat dikatakan bahwa apabila masyarakat mengetahui benar informasi tentang suatu peristiwa atau kebijakan maka mereka akan beraksi dimana reaksi tersebut berciri rasional. Kedua, waktu adalah variabel yang menentukan untuk menjawab mengapa perilaku atau fenomena itu berubah. Seseorang dapat saja memprediksikan sesuatu tetapi apakah hal itu nantinya sesuai hanyalah waktu yang akan dapat menjawabnya.