Hati-hati Kejahatan Internet

Hati-hati Kejahatan Internet

Hati-hati Kejahatan Internet

Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga Negara dengan “carder” tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. “carder” adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain. Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk “blacklist” di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir. Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll

Kejahatan di internet semakin hari tidak semakin berkurang tapi malah semakin meningkat. Bukan hanya orang awam saja yang bisa menjadi korban tapi orang yang melek mengenai pengertian Internet dan seluk beluknya pun bisa menjadi korban . Tim Berners-Lee, pendiri dari world wide web (www), mengungkapkan bahwa dirinya pernah Apakah kejahatan di internet hanya sebatas pada penipuan online semacam contoh kasus di atas? Sayangnya tidak. Kejahatan di internet sangat banyak macamnya. Untuk mengantisipasi agar kita tidak menjadi korban seperti halnya Tim Berners alangkah baiknya jika kita mengenal macam -macamnya. Berikut adalah jenis kejahatan di Internet yang paling umum .

CARDING

Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah “carder”. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki “carder” terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

Baca Juga :

 

10 Kejahatan di Internet

10 Kejahatan di Internet

10 Kejahatan di Internet

Daftar di bawah ini adalah ringkasan dari
the US Federal Trade Commission of the most common crimes on the Internet as of 2005.

1. Pelelangan Internet: Toko di dalam sebuah “virtual marketplace” yang menawarkan banyak produk pilihan dengan perjanjian yang bagus. Setelah mengirim uang mereka, para konsumen mendapat barang yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan atau barang yang jelek atau tidak semua dikirimkan.

2. Pelayanan dengan Akses Internet: Uang gratis, mudah mencairkan cek. Para konsumen yang terjebak dengan perjanjian kontrak dari akses internet atau layanan web lainnya, para konsumen harus membayar denda jika membatalkan perjanjian.

3. Penipuan Kartu Kredit: Surfing di internet dan melihat adult images online yang gratis, hanya memperlihatkan karu kredit anda untuk meyakinkana bahwa umur anda di atas 18 tahun. Promotor yang curang menggunakan nomor kartu kredit mereka untuk menaikkan tagihan kartu kreditnya.

4. International Modem Dialing: Mendapatkan akses gratis untuk adult material dan pornografi dengan mendownload sebuah “viewer” atau “dialer” program komputer. Para konsumen komplain karena banyak sambungan jarak jauh di dalam tagihan telepon mereka. Dengan menggunakan sebuah program, modem mereka terputus hubungannya, lalu tersambung lagi ke internet memakai nomor
sambungan jarak jauh internasional.

5. Kejahatan Web: Mendapatkan custom-designed website gratis untuk masa trial 30 hari, dengan tidak ada obligasi untuk melanjutkan. Para konsumen mendapat surat hutang di dalam tagihan telepon mereka walaupun mereka tidak pernah mengambil penawaran ataupun menyetujui perpanjangan layanan sesudah masa trial.

6. Multilevel Marketing Plans/Pyramids: Mendapatkan uang dengan cara menjual produk atau layanan kepada orang yang anda ajak bergabung dalam program ini. Para konsumen mengaku mereka membelinya melalui program itu, tetapi para konsumen itu sebenarnya adalah distributor lain, bukan masyarakat publik.

7. Travel dan Liburan: Mendapatkan sebuah perjalanan mewah dengan banyak diskon pada biaya perjalanan. Perusahaan mengirimkan akomodasi dengan kualitas rendah dan pelayanan yang tidak sesuai dengan iklan tidak mendapatkan seluruh perjalanan. Pembebanan tagihan tersembunyi lainnya atau persyaratan tambahan saat para konsumen membayar.

8. Kesempatan Bisnis: bergabung dengan janji tentang potensi pendapatan, banyak konsumen telah menginvestasikan dengan modal kecil dan keluar menjadi berlipat ganda. Tidak ada bukti untuk mengembalikan tuntutan pendapatan.

9. Penanaman Saham: Menanam saham pada sebuah system perdagangan dan anda akan mendapatkan kembali saham anda dengan jumlah yang banyak. Tetapi keuntungan yang besar selalu berarti resiko yang besar. Para konsumen telah kehilangan uang untuk program yang mereka ikuti dengan kemampuan prediksi pasar dengan 100 persen ketepatan.

10. Produk/Pelayanan Kesehatan: Mengklaim sebagai produk “ajaib” dan dengan janji yang meyakinkan para konsumen bahwa masalah kesehatan mereka dapat disembuhkan. Tetapi orang dengan penyakit kronis yang menaruh harapan mereka pada tawaran ini, penyembuhan yang mereka butuhkan mungkin tertunda.

Diambil dan diterjemahkan oleh ^rumput_kering^ dari Internet Legalities & Ethics, 12th Lesson Hacker High School. Artikel di atas hanya bertujuan agar para pengguna internet lebih berhati-hati terhadap ancaman penipuan di dalam internet. Thank’s 2:

Sumber : https://anchorstates.net/

Cyber Crime di Perbankan

Cyber Crime di Perbankan

Cyber Crime di Perbankan

Masalah cyber crime dalam dunia perbankan kini kembali menjadi pusat perhatian.

Sebab muncul pola-pola baru dari cyber crime perbankan yang bermotif ekonomi. Jika dulu pelakunya mengincar barang-barang mahal dan langka, kini berupa uang. Meski sudah banyak pelaku cyber crime perbankan yang ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara, nyatanya praktik kejahatan itu masih marak dengan cara yang beraneka. Kejahatan dunia maya sudah meresahkan masyarakat, termasuk dunia perbankan. Kejahatan dunia maya di Indonesia sudah sangat terkenal. Terus berkembangnya teknologi informasi (TI) juga membuat praktik cyber crime, terutama carding, kian canggih.

Carding adalah bentuk cyber crime yang paling kerap terjadi. Maka, tak heran jika dalam kasus credit card fraud, Indonesia pernah dinobatkan sebagai negara kedua tertinggi di dunia setelah Ukraina. Saat ini terjadi pergeseran pola carding. Kalau dulu mereka lebih mengincar barang-barang yang mahal dan langka, kini uang yang dicari. Misalnya, kini marak carding untuk perdagangan saham secara online. Pelaku carding dari Indonesia berfungsi sebagai pihak yang membobol kartu kredit, dan hasilnya digunakan oleh mitranya di luar negeri untuk membeli saham secara online. Keuntungan transaksi itu kemudian ditransfer ke sebuah rekening penampungan, yang kemudian dibagi lagi ke rekening anggota sindikat.

Setelah isu carding mereda, kini muncul bentuk kejahatan baru, yakni pembobolan uang nasabah melalui ATM atau cracking sistem mesin ATM untuk membobol dananya Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional.

Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, pengendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Pengawasan dan pengendalian operasional tidak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik.

Penerapan teknologi dan sistem informasi perbankan di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat, baik dilihat dari tingkat teknologi yang digunakan maupun luas cakupan penerapannya dalam operasional perbankan. Fungsi teknologi informasi itu sendiri secara umum untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan operasional perbankan, yang secara makro selanjutnya akan meningkatkan kontribusi perbankan dalam meningkatkan perekonomian nasional, sesuai dengan fungsi perbankan sebagai agent of development, agent of trust, dan agent of equality. Apalagi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter telah mendorong bank-bank untuk memanfaatkan medium teknologi informasi seperti Internet dalam menjalankan transparansi guna mencapai good corporate governance di industri perbankan nasional.

Dalam peraturan BI, BI secara jelas meminta bank-bank untuk memanfaatkan media Internet, yaitu homepage atau website yang dimiliki dan dikelolanya, dan mewajibkan untuk menampilkan laporan keuangannya di media Internet sebagai upaya meningkatkan transparansi. Penggunaan teknologi di bank seperti ATM , mobile ATM, internet banking, website, dan transaksi via email, merupakan bentuk pelayanan bank yang diharapkan dapat memudahkan nasabah. Bahkan nasabah sekarang ini banyak melakukan transaksi perbankan melalui saluran elektronik (electronic chanel) atau teknologi informasi.

Transaksi melalui saluran ini memang memiliki serangkaian keunggulan. Selain praktis, cara ini dapat menghemat biaya. Meskpun demikian, transaksi dengan memanfaatkan teknologi informasi juga memunyai potensi kegagalan atau dampak negatif yang justru menyebabkan kerugian bagi nasabah. Masalahnya sekarang, bagaimana jika terjadi pembobolan uang nasabah melalui ATM yang dilakukan orang lain? Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut? Dari beberapa pengaduan nasabah yang pernah mengalami kerugian akibat ATM-nya yang dibobol orang lain, perbankan mengelak untuk bertanggung jawab atau mengganti kerugian. Lantas, sejauh mana UU ITE dapat memberikan perlindungan terhadap nasabah yang mengalami kegagalan atau kerugian dengan adanya transaksi melalui teknologi informasi (mesin ATM)? Apalagi banyak pula tindakan pihak lain yang memang sengaja bertindak atau melakukan kejahatan dengan menggunakan teknologi informasi (cyber crime).

Sumber : https://abovethefraymag.com/

MediaTek Perkenalkan i700, Chipset Apakah Ini?

MediaTek Perkenalkan i700, Chipset Apakah Ini?

MediaTek Perkenalkan i700, Chipset Apakah Ini

MediaTek baru saja memperkenalkan chipset baru yang ditujukan untuk perangkat berbasis AI IoT termasuk untuk membangun smart home. Chipset tersebut datang dengan nama MediaTek i700 yang merupakan penerus dari MediTek i500 dan diklaim cukup kuat, bahkan untuk smartphone standar sekalipun.

Diklaim sebagai chipset yang cukup bertenaga, i700 nantinya akan cocok

untuk Smart Display, CCTV kelas atas dan perangkat IoT lainnya yang menuntut performa lebih optimal. Di dalam chipset ini, MediaTek juga memuat NPU dual-core yang mampu mendeteksi wajah lima kali lebih cepat dibandingkan i500.

Selain itu, chipset ini juga mendukung Android Neural Networks API, serta frameworks deep learning yang paling populer. Dikaitkan dengan urusan fotografi, i700 sudah mendukung kamera tunggal 32 MP atau kamera ganda dengan konfigurasi 24 MP + 16 MP.

Untuk konfigurasi dual-camera yang disebutkan, dapat menggunakan mesin

pengindraan kedalaman dan estimasi jarak. Juga tersedia perkiraan pose dan pelacakan gerak untuk aplikasi kebugaran serta augmented reality alias AR.

Menjalankan kamera pada 120fps, memungkinkan chipset ini untuk melacak objek yang bergerak cepat. MediaTek i700 dapat menjalankan Android dan punya prosesor Octa-core dengan komposisi dua core Cortex-A75 2.2 GHz dan enam core Cortex-A55 2.0 GHz.

Untuk urusan grafis, i700 akan dibekali GPU IMG PowerVR GM 9446 yang

memiliki clock speed 970 MHz. Chipset ini juga dapat diintegrasikan dengan RAM LPDDR4x 1866 M

 

Baca Juga :

Inilah Kecepatan Fast Charging Samsung Galaxy Note10

Inilah Kecepatan Fast Charging Samsung Galaxy Note10

Inilah Kecepatan Fast Charging Samsung Galaxy Note10

Peluncuran Samsung Galaxy Note10 Series semakin dekat. Ya! Samsung sudah mengonfirmasi bahwa mereka akan memperkenalkan smartphone unggulannya itu pada tanggal 7 Agustus 2019. Bahkan rumornya, Samsung tidak mau menunggu lama untuk segera memasarkan smartphone tersebut.

Ya! Disebut-sebut, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu akan membuka penawaran pre-order mulai tanggal 9 Agustus 2019. Bocorannya, Samsung akan menjual Galaxy Note10 mulai dari harga€ 999 atau sekitar Rp15,6 juta, sementara Galaxy Note10+ akan dijual dengan harga € 1,149 atau sekitar Rp18 juta.

Bocoran sebelumnya, seperti yang diungkap oleh Ice Universe (@UniverseIce) bahwa Galaxy Note10 akan memiliki kamera utama yang sama dengan Galaxy S10+. Ya! Smartphone premium terbaru milik Samsung ini akan punya tiga kamera di bagian belakang.

Galaxy Note10, with a 25w charging head, has been confirmed. pic.twitter.com/9GdJ9fE8MR

— Ice universe (@UniverseIce) July 17, 2019

Hanya saja ditambahkan oleh Ice Universe bahwa Samsung akan

menambahkan fitur terbaru yang “sangat teknis” untuk diungkap. Ya! Ini bisa ada hubungannya dengan penambahan kamera Time-of-Flight 3D yang dikabarkan akan ada pada Galaxy Note10+ atau bisa berarti sesuatu yang lain.

Nah! Informasi terbaru menyangkut Galaxy Note10 datang dari lembaga sertifikasi 3C Cina. Disebutkan bahwa lembaga sertifikasi tersebut telah menyetujui bahwa Note10 akan mempunyai fast charging 25W dengan nomor model EP-TA800.

Selain itu, bocoran yang baru-baru ini juga diungkap oleh Ice Universe

menyebutkan bahwa Note10+ akan datang dengan dukungan fast charging 45W. Hanya saja, dalam paket penjuallannya nanti Samsung hanya menyertakan pengisi daya dengan fast charging 25W.

Ya! Bocoran sebelumnya juga menyebutkan bahwa Note10 yang lebih besar

akan mendukung pengisi daya 45W, sehingga tampaknya masuk akal bahwa rumor tersebut akan menjadi kenyataan. Apalagi hal ini diperkuat oleh pembocor yang sudah punya nama, seperti Ice Universe.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/

Huawei Mate 20 X 5G Mulai Dijual, Berapa Harganya?

Huawei Mate 20 X 5G Mulai Dijual, Berapa Harganya?

Huawei Mate 20 X 5G Mulai Dijual, Berapa Harganya

Ikut meramaikan pasar smartphone dengan kemampuan konektivitas 5G, Huawei telah membuat gebrakan dengan merilis Huawei Mate X. Ya! Tidak hanya sekadar datang sebagai smartphone layar lipat pertama yang dirilis oleh Huawei, Mate X juga dibekali dengan kemampuan konektivitas 5G di dalamnya.

Nah! Gebrakan Huawei dalam pasar smartphone 5G rupanya tidak berhenti

sampai disitu. Sesuai janjinya, pabrikan smartphone asal Cina yang sempat bermasalah dengan pemerintah Amerika Serikat ini baru saja memasarkan Huawei Mate 20 X 5G.

Sebelumnya ada laporan yang menyebutkan bahwa Mate 20 X 5G akan memasuki pasar pada bulan Juni 2019. Namun, hal itu tidak terwujud setelah beberapa operator membatalkan penjualan kerena adanya larangan Amerika Serikat terhadap Huawei.

Meski demikian, smartphone ini akan merambah pasar dalam waktu dekat

melalui Etisalat di Uni Emirat Arab. Bagi konsumen yang tertarik untuk membeli smartphone ini harus merogoh koceknya hingga AED 3.523 atau setara dengan Rp13 jutaan jika dikonversi dengan nilai tukar saat ini.

Tidak hanya akan dipasarkan di Uni Emirat Arab, Huawei juga akan menjual Mate 20 X 5G di Italia dengan menggandeng Amazon. Nah! Untuk konsumen Italia yang ingin membeli smartphone ini, Mate 20 X 5G dijual seharga € 1.099 atau sekitar Rp17 jutaan.

Untuk saat ini, baik di Uni Emirat Arab maupun di Italia, Huawei baru

menawarkan smartphone tersebut dalam bentuk pre-order. Dijanjikan, penjualan langsung pertamanya akan digelar pada tanggal 22 Juli 2019. Sementara di Cina baru akan dijual mulai tanggal 26 Juli 2019.

Huawei Mate 20 X 5G tetap mempertahankan spesifikasi yang sama dengan Huawei Mate 20 X, termasuk layar AMOLED berukuran 7,2 inci dengan resolusi FullHD+. Smartphone ini juga dipercantik dengan poni bergaya waterdrop, tiga kamera belakang dan chipset Kirin 980 ditambah modem Balong 5000 5G.

 

Sumber :

https://viewsflow.com/

 

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

Meski tak lagi menjadi penentu kelulusan, keberadaan Ujian Nasional (UN) masih dianggap penting untuk melakukan pemetaan kualitas pendidikan. Hal inilah yang membuat beberapa pihak menolak jika Mendikbud berencana menghapuskan UN.

Wakil Kepala Bidang Humas SMA N 3 Yogyakarta Agus Santoso menilai, UN

bermanfaat dalam melakukan pemetaan sekolah dan peningkatan mutu pembelajaran. Jika UN dihapuskan, pemerintah tak lagi memiliki data untuk pemetaan.

Namun, Agus juga menegaskan agar UN tak lagi kembali berfungsi sebagai penentu kelulusan. Jika UN akan difungaikan sebagai penentu kelulusan, menurutnya lebih baik UN ditiadakan.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Menurutnya, sebagai alat pemetaan kualitas pendidikan, UN masih perlu dipertahankan. Untuk mengurangi bebanan anggaran, Ramli meminta pemerintah untuk lebih memaksialkan UNBK.

“UNBK perlu didorong di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, UNBK bisa dilaksanakan dengan memaksimalkan teknologi yang sudah ada tanpa harus menambah alat baru. UNBK juga bisa dilaksanakan tanpa harus dengan jadwal serentak.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Efendi menyatakan akan melakukan kajian

internal terkait penyelenggaraan UN. Dimungkinkan, UN tak diadakan setiap tahun. Ini dilakukan untuk menghemat anggaran, karena UN tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. UN hanya sebagai alat pemetaan. (Andi)

 

Baca Juga :

Program Pendidikan Karakter akan Diuji Coba di 50 Sekolah

Program Pendidikan Karakter akan Diuji Coba di 50 Sekolah

Program Pendidikan Karakter akan Diuji Coba di 50 Sekolah

Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), akan segera diuji coba akhir

hatun 2016. Sesuai dengan yang dikatakan Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam rapat kerja dengan Komite III DPD, pekan lalu. bahwa sekolah uji coba telah ditetapkan, kajian akademik dan pedoman telah terselesaikan, sedangkan petunjuk pelaksanaan sedang dalam penyempurnaan.

Sekitar 50 sekolah nantinya akan segera diuji coba, kecuali sekolah di kabupaten maupun provinsi yang suka rela menawarkan diri. Jumlah sekolah uji coba akan ditambah tiap tahunnya, sebanyak 1.626 sekolah uji coba di tahun 2017, sedangkan tahun 2018 sebanyak 3.252 sekolah.

Mendikbud menambahkan, bahwa pemerintah Presiden Joko Widodo

menetapkan porsi pendidikan kerakter pada jenjang sekolah dasar (SD) sebesar 70% dari kurikulum inti, sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 60%. “Itu menunjukan betapa besar perhatian pemerintah terhadap pendidikan karakter pada level pendidikan dasar,”ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Muhadjir menegaskan tidakada perubahan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan Kurikulum 2013, karena implementasi kurikulum tersebut sedang berjalan. “maka upaya kami ialah bagaimana menambahkandungan K13 yang berlaku di pendidikan dasar dan menengah dalam bentuk kokurikuler. Yang kemudian disebut Program Penguatan Pendidikan Karakter,” tambah Muhadjir.

“Kami di Bali sangat mendukung program ini, seni dan budaya di Bali sangat

mungkin diintegrasikan dengan program ini,” ungkap anggota DPD dari provinsi Bali I.G.N. Arya Wedakarna M. Wedasteraputra yang mendukung implementasi PPK di provinsinya.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

FSGI : Ada Delapan Alasan UN Harus dimoratorium

FSGI : Ada Delapan Alasan UN Harus dimoratorium

FSGI Ada Delapan Alasan UN Harus dimoratorium

Sekretaris Jendral (Sekjend) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti menilai, kebijakan moratorium UN merupakan langkah yang tepat. Setidaknya ada delapan alasan UN harus segera dimoratorium.

Pertama, UN tidak terbukti meningkatkan kualitas pendidikan seperti klaim Wapres JK, secara pedagogis UN membuat pembelajaran dan pengajaran menjadi kering, kebijakan penilaian pendidikan sebaiknya diserahkan guru dan sekolah, sementara pemerintah punya tanggungjawab mengembangkan kapasitas guru dalam mengajar dan menilai, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan otentik.

Kedua, dengan standar pendidik minimal S1 (PP No.19 Tahun 2005 pasal 29

ayat(1) dan belum terpenuhinya standar sarana prasarana pendidikan tidak mungkin dibuatkan soal UN yang berindikator sama di seluruh wilayah Indonesia.

Ketiga, memaksakan diri menyelenggarakan UN dengan standar soal berindikator sama adalah perbuatan yang tidak berkeadilan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 19 Tahun 2005 pasal 66 ayat(2)

Keempat, sebagian besar guru Indonesia tidak bangga dengan hasil UN yang diraih anak didiknya karena mereka melihat dan mendengar sendiri proses penyebaran kunci jawaban antar siswa, soal bocor, terlalu banyak pihak berkentingan dengan hasil UN, sulit dipercaya, dan hal ini masuk pada kategori pelanggaran UN dilakukan tidak obyektif (sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 19 Tahun 2005 pasal 66 ayat(2)

Kelima, hasil UN yang diharapkan adalah sebuah pemetaan mutu program

dan/atau satuan pendidikan,tapi kenyataan yang didapat adalah pemetaan ketidakjujuran berbagai pihak sehingga inipun termasuk pada pelanggaran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 19 Tahun 2005 pasal 68 huruh a.

Keenam, sepanjang UN dilaksanakan dengan rantaian yang panjang dari pusat ke daerah maka sepanjang itu pula peluang kebocoran soal begitu besar dan penyebaran kunci jawaban antar siswa sulit dibendung seiring dengan kemajuan iptek sekarang ini

Ketujuh, UN yang dijadikan sebagai penentu kelulusan peserta didik

(Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 19 Tahun 2005 pasal 68 huruh c) berpotensi dan memberi peluang dan menjadi faktor pendorong banyak pihak untuk tidak jujur, sehingga dalam masyarakat sudah berkembang pola pikir dan akan menjadi hukum kebiasaan berpendapat tentang UN menyatakan dihadapan kita hanya ada dua pilihan jujur tapi tidak lulus atau tidak jujur tapi lulus.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Di Cisadon tak Ada Sekolah, Anak-anak pun tak Berpendidikan

Di Cisadon tak Ada Sekolah, Anak-anak pun tak Berpendidikan

Di Cisadon tak Ada Sekolah, Anak-anak pun tak Berpendidikan

Di Kabupaten Bogor ternyata masih ada wilayah yang belum terjangkau pendidikan formal. Kondisi yang membut miris ini terjadi di Kampung Cisadon RT01/08, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakanmadang. Di kampung itu tak ada sekolah, karena itu banyak  anak yang tak bisa mendapat pendidikan selayaknya karena hanya mampu mengikuti pendidikan non-formal.

Apalagi akses ke sekolah terdekat membutuhkan waktu perjalanan hingga satu  jam lebih. Kondisi ini membuat orang tua mereka tak bisa berbuat banyak. Di samping itu, persoalan ekonomi memaksa orangtua  mengurungkan niatnya untuk menyekolahkan anaknya.

Ketua RT01 Kampung Cisadon, Ujang Usman yang dikonfirmasi wartawan

mengatakan, saat ini, ada puluhan  anak-anak berumur 14 tahun di lingkungannya  yang tidak memilik ijazah SD. Sebab, mereka hanya mengandalkan pendidikan non formal dari para relawan yangdatang.

”Di Kampung Cisadon belum ada sekolah milik pemerintah, ada juga rumah baca yang didirikan para relawan saat berkunjung ke Kampung Cisadon. Ada anak-anak yang belajar di rumah baca. Itu juga kalau ada gurunya dari relawan, selain dari relawan tidak ada,” kata Ujang, Senin (23/9).

Cisadon merupakan salah satu kampung paling ujung di Babakanmadang. Kampung yang dihuni 32 kepala keluarga (KK) ini didominasi oleh petani. Dari kantor Desa Karang Tengah, butuh waktu sekitar 1-2 jam untuk menuju Kampung Cisadon menggunakan kendaraan roda dua.

Parahnya lagi, pengendara harus hati-hati karena kondisi jalan yang sempit,

terjal dan berbatu. Menurut Ujang, terbatasnya akses pendidikan bukan satu-satunya masalah di kampung tersebut. Sarana kesehatan seperti Puskesmas juga sulit diakses karena jaraknya yang jauh. Sementara untuk keperluan listrik, warga menggunakan turbin manual keperluan sehari-hari.

Dikisahkan Ujang , warga yang tinggal di Kampung Cisadon sudah ada sejak 1980. Mereka mulanya bercocok tanam seperti berkebun kopi dan buah-buahan. Seiring waktu, banyak rumah panggung berdiri hingga mencapai 32 Kepala Keluarga (KK).

”Kami berharap Kampung Cisadon mendapat perhatian dari Pemkab Bogor. Warga di sini kesusahan, mau ke mana-mana jauh dan aksesnya sulit,” harapnya.

Sementara Mulyadi Anwar, Pjs Kepala Desa Karang Tengah mengatakan,

warga di Kampung Cisadon menempati lahan milik Perhutani. Warga yang tinggal di sana sebagian berasal dari Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, namun ada pula dari luar desa.  ”Warga yang tinggal di sana menempati lahan Perhutani, jadi kebijakannya ada di Perhutani. Mereka tinggal di sana baru 10 tahun belakangan ini,” ujar Mulyadi.(R2)

 

Baca Juga :