Ultraviolet, Sistem Anti-pembajakan Baru

Ultraviolet, Sistem Anti-pembajakan Baru

Ultraviolet, Sistem Anti-pembajakan Baru

Sebuah tim besar yang terdiri dari pemain-pemain teknologi, film, dan industry kelas kakap telah bergabung untuk memulai standar system baru anti pembajakan. Digital Entertainment Content Ecosystem (DECE), saat ini sedang menguji coba teknologi “loker digital”.

Teknologi baru ini diberi nama UltraViolet dan pengujian beta akan mulai musim gugur ini, sedangkan rincian spesifikasi dan perizinan diharapkan akan siap pada akhir 2010. DECE telah bekerja sejak tahun 2008, tetapi baru bisa mengumumkannya awal tahun ini pada ajang Consumen Electronics Show (CES).

Pada ajang CES, DECE menggambarkan rencana untuk menetapkan standar enkripsi video yang akan memungkinkan pengguna untuk mengambil konten dari perangkat ke perangkat, tanpa harus mengorbankan DRM.

Idenya adalah membiarkan pengguna untuk menggunkan konten mereka pada sejumlah perangkat, sementara otentikasi dilakukan setiap kali pengguna ingin menonton video pada perangkat baru di Digital Right Locker berbasiskan komputasi awan.

Konsep ini akan membebaskan pengguna dari ketidakmampuan menggunakan kontennya pada perangkat lain. Konsep ini juga masih memungkinkan penyedia konten mengatur bagaimana, dan kapan konten dikonsumsi.

Kelompok DECE beranggotakan pemain kelas berat industri hiburan,  seperti Warner Bros, NBC Universal, Sony, Fox, Microsoft, Intel, Cisco, Netflix, Adobe, DivX dan sebagainya.

Hanya Apple dan Disney yang belum bergabung. Keduanya adalah pemain kunci di dunia distribusi digital yang berkembang pesat. Disney bekerja pada format otentikasi portable yang disebut KeyChest, dan Apple sangat setia pada skema DRM-nya sendiri (Fairplay). Aliansi ini telah merambah ke hampir 60 perusahaan. Mudah-mudahan perusahaan yang berpartisipasi ini mampu menciptakan sebuah system yang elegan dan mudah digunakan untuk mencapai tujuan ambisius mereka.

Lagipula, format video platform agnostic yang tidak tergantung pada teknologi streaming kelihatannya menarik. Tapi tanpa partisipasi dari media player portable yang paling populer di pasar, UltraViolet diperkirakan umurnya tidak akan lama.

Baca Juga :

Pemberian cinta kasih dapat dibedakan yaitu

Pemberian cinta kasih dapat dibedakan yaitu

Pemberian cinta kasih dapat dibedakan yaitu
  1. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.

Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saya, mengiyakan, tanpa memberikan respon.

2.  Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.

Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak.

3.  Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.

Bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunyanya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan.

4.    Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif

Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya.

3.  Kemesraan

Hubungan yang akrab antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga, kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

4.   pemujaan

Merupakan salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang diwujudkan dengan bentuk komunikasi ritual. Kecintaan kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

5.   Belas Kasihan

Merupakan wujud dari sikap empati dan simpati manusia, yang didasarkan pada rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap manusia lain yang dikenal maupun tidak.

– Cinta Agape : Cinta manusia kepada Tuhan

– Cinta Philia : Cinta kepada ibu, bapak, saudara

– Cinta Amor : Cinta antara Pria dan Wanita

6. Cinta Kasih Erotis

Suatu atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain pada perbuatan kemauan keduanya, lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu juga dengan yang lain.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

1. Pengertian Cinta Kasih

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi.  Sedangkan kasih adalah menyayangi sesama dengan menaruh rasa belas kasihan. Jadi cinta kasih dapat diartikan dengan rasa kasih sayang dengan menaruh rasa belas kasihan.

Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya, dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Cinta memiliki 3 unsur menurut Dr sarlito w sarwono, yaitu :

  • Keterikatan
    adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, apapun yang dilakukan hanya ingin bersama dia.
  • Keintiman
    adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
  • Kemesraan
    adanya sikap romantic, adanya ungkapan-ungkapan rasa sayang dan seterusnya.

Sedangkan 3 unsur cinta dalam segitiga yaitu:

1)   Komitmen adalah upaya sadar untuk menjaga hubungan.

2)   Keintiman adalah kedekatan emosional, yang melibatkan tingkat kepercayaan yang   tinggi antara dua individu

3)   Gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual.

Cinta memiliki beberapa tingkatan yaitu:

  1. Cinta tingkat tinggi à cinta kepada Tuhan
  2. Cinta tingkat rendah à cinta kepada orang tua, suami/istri, anak, saudara dan keluarga
  3. Cinta tingkat menengah à cinta kepada kerabat, harta dan tempat tinggal

Adapun cinta menurut ajaran agama yaitu :

  1. Cinta kepada Rasul
  2. Cinta kepada sesame manusia
  3. Cinta kepada diri sendiri (QS. Al Adivat, 100 : 8, QS. Fushilat 41 : 49
  4. Cinta Seksual (QS. Arum, 30 : 21)

Cinta Kebapakan (QS. Maryan, 19 : 4-6, QS. Yusuf 12 : 84, QS. Hud, 11 : 45)

2. Kasih Sayang

Kasih sayang adalah rasa peduli terhadap apa yang disayangi atau perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Contohnya adalah satu pasangan yang saling mencintai dan menimbulkan rasa ketergantungan antara satu sama lainya.

Sumber : https://merpati.co.id/

Gantikan Program D3, ITS Buka Tujuh Prodi Sarjana Terapan Baru

Gantikan Program D3, ITS Buka Tujuh Prodi Sarjana Terapan Baru

Gantikan Program D3, ITS Buka Tujuh Prodi Sarjana Terapan Baru

Mulai tahun 2019 ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah tidak

lagi membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Program Diploma III (D3). Sebagai gantinya, tahun 2019 ini, ITS membuka tujuh program studi (prodi) baru Sarjana Terapan melengkapi satu prodi Sarjana Terapan yang telah ada sebelumnya yakni D4 Teknik Infrastruktur Sipil.

Prodi Sarjana Terapan yang baru tersebut merupakan pengembangan dari

departemen-departemen yang ada di Fakultas Vokasi ITS, selain prodi D3 di masing-masing departemen. Yakni Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) yang sebelumnya memiliki Prodi Sarjana Terapan (D4) Teknik Infrastruktur Sipil, mulai tahun 2019 ini mengembangkan menjadi dua Prodi Sarjana Terapan. Yakni Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (perubahan nama dari D4 Teknik Infrastruktur Sipil) dan Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air.

Departemen Teknik Mesin Industri (DTMI) kini mengembangkan juga dua Prodi Sarjana Terapan yakni Teknologi Rekayasa Konversi Energi dan Teknologi Rekayasa Manufaktur. Sedang Departemen Teknik Elektro Otomasi (DTEO) juga mengembangkan prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomasi.

Sementara Departemen Teknik Kimia Industri (DTKI) menawarkan prodi

Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Departemen Teknik Instrumentasi (DTIn) mengembangkan prodi Sarjana Terapan Rekayasa Teknologi Instrumentasi, dan Departemen Statistika Bisnis mengembangkan prodi Sarjana Terapan Statistika Bisnis.

 

Baca Juga :

Kali Pertama, ITS Resmi Lantik Rektor Baru di Era PTN-BH

Kali Pertama, ITS Resmi Lantik Rektor Baru di Era PTN-BH

Kali Pertama, ITS Resmi Lantik Rektor Baru di Era PTN-BH

Estafet kepemimpinan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah resmi

diserahterimakan. Yakni ditandai dengan dilantiknya secara resmi Rektor ITS periode 2019 – 2024, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA di Auditorium Gedung Research Center ITS, Jumat (12/4).

Ini merupakan kali pertama pelantikan Rektor ITS di era berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dan dilakukan sendiri oleh MWA ITS. Prof Mochamad Ashari yang merupakan Guru Besar Teknik Elektro ITS ini melanjutkan tugas kepemimpinan Rektor ITS periode 2015 – 2019, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD yang merupakan rektor ITS ke-11.

Selain dari jajaran pimpinan ITS, pelantikan yang dilaksanakan secara khidmat

ini juga dihadiri sejumlah pejabat perwakilan institusi pemerintah dan perusahaan-perusahaan ternama yang menjadi mitra kerja ITS selama ini. “Kedatangan para undangan ini bukan sekadar kewajiban menghadiri upacara pelantikan saja, tapi juga wujud dukungan penuh kepada ITS agar dapat lebih berkembang,” tutur Prof Mohammad Nuh yang juga ini.

Menurut mantan Rektor ITS periode 2003-2006 yang akrab disapa Nuh ini, pergantian rektor ini bukanlah pertanda pergantian kebijakan dan visi ITS ke depan, melainkan sebagai estafet yang berkesinambungan antara rektor satu dengan lainnya untuk mewujudkan ITS sebagai kampus kelas dunia yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Nuh menyampaikan banyak terimakasih kepada Prof

Joni Hermana sebagai rektor selama empat tahun ke belakang, atas segala usaha dan kerja kerasnya dalam memimpin ITS hingga sukses menjadi kampus berstatus PTN-BH dan menuai banyak prestasi di tingkat dunia. “Mudah-mudahan Allah menerima segala kebajikan Prof Joni dalam kerjanya sebagai Rektor ITS selama ini,” harap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2009-2014 ini.

Prof Nuh juga berpesan agar ITS sebagai public university, tidak mengabaikan dan menghilangkan esensi kata “public” tersebut. Salah satu caranya dengan diberikannya akses luas dan terbuka bagi seluruh lapisan masyararakat, terutama golongan yang berprestasi namun kurang mampu.

 

Sumber :

https://my.bankstreet.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Learning_Through_Collaboration/Student_Papers_and_Projects.jnz?portlet=Student_Discussion&screen=PostView&screenType=change&id=8762e50d-62bf-4c2b-98e4-02bfe7848e1e

5 Santri Madin Berprestasi MDI Tempurejo Memperoleh Beasiswa Dari The Choirul Mahfud Center

5 Santri Madin Berprestasi MDI Tempurejo Memperoleh Beasiswa Dari The Choirul Mahfud Center

5 Santri Madin Berprestasi MDI Tempurejo Memperoleh Beasiswa Dari The Choirul Mahfud Center

Madrasah Diniyah (Madin) Ibtidaiyah Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi telah

memberikan kontribusi dan kiprahnya untuk Indonesia yang sungguh luarbiasa. Terhitung sejak berdirinya pada tahun 1928, Madin Muhammadiyah Tempurrejo juga telah banyak meluluskan santrinya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Salah satu diantara alumni yang tergolong cukup sukses adalah Choirul Mahfud yang saat ini menjadi dosen agama Islam di salahsatu kampus ternama di Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Dalam acara haflah akhirussanah kelas 6 Madin Tempurrejo, Kamis (20/6),

Choirul Mahfud turut hadir memberikan pengajian inspiratif sekaligus memberikan kejutan beasiswa spesial bagi 5 santri Madin berprestasi dari masing-masing tingkatan kelas 1 sampai kelas 5. Beasiswa bantuan biaya SPP ini diberikan selama setahun sebagai inisiatif dan ikhtiar baru dari kontribusi alumni.

Kelima santri berprestasi yang beruntung memperoleh penghargaan tersebut adalah Queensya Warisatul Arifa binti Kasbani (Kelas 1), Shafira Kinarayu binti Edi Susanto (kelas 2), Hastin Aulia Ahsanul Khaq binti Mukharom (kelas 3), Janu Tri Wibowo bin Katuban (kelas 4), dan Rafsan Anando Ali bin Ali Sumarno (kelas 5).

Juga ada pemberian penghargaan berupa doorprize suvenir spesial kepada

santri wisudawan yang termuda bernama Tiwi Wulandari binti Sarwo Widodo (kelas 6) dan kategori siswa dengan domisi terjauh bernama Kharisma Afi Azizah binti Ari Fistiyanto (Berjing).

Choirul Mahfud menjelaskan bahwa apresiasi bagi santri berprestasi merupakan bagian dari program rintisan yang terinspirasi dari Mantan Presiden Republik Indonesia Bapak Prof. BJ Habibie melalui ikhtiarnya di The Choirul Mahfud Center (CMC). Di CMC ini, kebetulan menjadi salahsatu donatur dan penasihat utama.

 

Sumber :

https://mybelmont.belmontcollege.edu/ICS/Academics/ADN/ADN__2140C/2018_SG-ADN__2140C-02A/Blog_4.jnz?portlet=Blog_4&screen=View+Post&screenType=next&Id=eeb2f7bb-92d1-4ecb-840f-b9301671d4f7

Pengertian dan Tipe Lembaga Sosial

Pengertian dan Tipe Lembaga Sosial

Pengertian dan Tipe Lembaga Sosial

Pengertian dan Tipe Lembaga Sosial

Pengertian Lembaga Sosial

Dalam tinjauan sosiologi, istilah lembaga sosial sering juga dikenal dengan pranata sosial atau institusi sosial. Ketiga istilah tersebut merujuk pada istilah Inggris Sosial institution, dan bukan merujuk pada kata institute yang berarti badan, institut, atau organisasi. Dalam hubungan tersebut Koentjaraningrat mengatakan bahwa lembaga sosial merupakan suatu sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengertian lembaga sosial mengandung, beberapa makna sebagai berikut:

  1. Lembaga sosial merupakan seperangkat sistem nilai dan sistem norma yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi,
  2. Sistem nilai dan sistem norma yang ada dalam lembaga sosial dibentuk, dipertahankan dan/atau dirubah oleh masyarakat sesuai dengan perkembangan kebutuhan dalam kehidupan,
  3. Sistem nilai dan sistem norma yang berlaku dalam lembaga sosial bertujuan untuk menjaga dan memelihara ketertiban dalam peri kehidupan bersama.

 

Berdasar pada pengertian tersebut, maka dapat diambil beberapa karakteristik utama dari lembaga sosial, yaitu:

  1. Lembaga sosial merupakan organisasi yang bersifat tetap. Sifat tetap yang ada pada lembaga sosial lebih disebabkan oleh adanya kebutuhan-kebutuhan setiap orang dalam lembaga sosial yang bersangkutan juga bersifat relatif tetap.
  2. Lembaga sosial merupakan suatu organisasi yang terstruktur secara rapih. Artinya, di dalam lembaga sosial terdapat struktur terpadu yang terdiri dari kedudukan atau jabatan, peran-peran sosial, pola-pola perilaku, dan hubungan-hubungan antar komponen secara keseluruhan yang bersifat tetap.
  3. Keberadaan lembaga sosial berkaitan dengan kebutuhan utama manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun kebutuhan utama yang dimaksudkan dalam hal ini berkaitan dengan kebutuhan material, spiritual, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya.
  4. Lembaga sosial memiliki sistem nilai dan sistem norma yang mengikat perilaku manusia. Dengan demikian, segala jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam suatu lembaga sosial disesuaikan dengan peranan lembaga sosial yang bersangkutan

 

Mengacu pada uraian di atas, maka dapat disebutkan bahwa karakteristik lembaga sosial di antaranya adalah:

  1. merupakan suatu tertib perilaku yang bersifat baku, yakni berupa sistem nilai dan sistem norma baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis,
  2. didalamnya terdapat sekelompok manusia yang saling berinteraksi dan saling menjalankan kegiatan bersama sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang berlaku untuk mencapai tujuan bersama, dan
  3. di dalamnya terdapat pusat kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Adapun beberapa fungsi dari lembaga sosial antara lain adalah sebagai berikut:

  1. memberikan pedoman kepada seluruh anggota masyarakat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka,
  2. memberikan patokan kepada seluruh anggota masyarakat dalam melaksanakan pengendalian sosial (Social control) dalam perilaku sehari-harinya, dan
  3. menjaga keutuhan dan keterpaduan sistem dalam kehidupan sosial pada masyarakat yang bersangkutan.
Perlu digarisbawahi lagi bahwa lembaga sosial merupakan suatu sistem nilai dan sistem norma yang secara khusus menata serangkaian pola perilaku untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan bersama. Dalam bukunya yang berjudul Pengendalian Sosial dari JS Roucek, Soerjono Soekanto mengutip pandangan J.L. Gillin dan J.P. Gillin tentang ciriciri dan tipe-tipe lembaga sosial.

Ciri-ciri lembaga sosial yang dimaksudkan adalah:

  1. Lembaga sosial merupakan suatu organisasi yang di dalamnya terdapat pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud dalam aktivitas hidup masyarakat yang berupa adat istiadat, tertib perilaku, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam suatu unit yang bersifat fungsional.
  2. Sistem nilai dan sistem norma yang terdapat dalam suatu lembaga sosial bersifat tetap sehingga dianggap perlu dipertahankan. Rantai Makanan Sistem nilai dan sistem norma yang baru akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk dapat diterima dalam suatu lembaga sosial tertentu.
  3. Lembaga sosial memiliki tujuan-tujuan tertentu yang bersifat khas.
  4. Lembaga sosial memiliki beberapa sarana, media, dan beberapa alat perlengkapan lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  5. Pada umumnya suatu lembaga sosial juga memiliki simbol-simbol tertentu yang melambangkan fungsi dan tujuan dari lembaga sosial yang bersangkutan.
  6. Terdapat kebiasaan-kebiasaan atau tradisi, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, yang merupakan landasan bagi suatu lembaga sosial dalam upaya mencapai tujuan sekaligus menjalankan fungsinya.
Lebih lanjut J.L. Gillin dan J.P. Gillin mengklasifikasikan beberapa tipe dari lembaga sosial, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Ditinjau dari perkembangannya, lembaga sosial digolongkan atas dua macam, yaitu:

  • Lembaga sosial yang secara tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat yang ada dalam kehidupan masyarakat atau dikenal dengan istilah crescive institutions. Oleh karena itu, lembaga sosial ini merupakan yang paling primer, seperti: hak milik, dan lain sebagainya.
  • Lembaga sosial yang secara sengaja dibentuk dalam rangka mencapai tujuan tertentu atau dikenal dengan istilah enacted institutions. Beberapa contoh dari enacted insitutions adalah lembaga peradilan, lembaga perbankan, lembaga pendidikan, lembaga kemiliteran, dan lain sebagainya.
2. Ditinjau dari sistem nilai dan sistem norma yang ada, lembaga sosial digolongkan atas dua macam, yaitu:
  • Lembaga sosial yang sangat berperan dalam memelihara dan mempertahankan tata tertib kehidupan masyarakat yang disebut dengan basic institutions, seperti: keluarga, sekolah, kepolisian, peradilan, pemerintahan, dan lain sebagainya.
  • Lembaga sosial yang berkaitan dengan segala sesuatu yang dianggap kurang penting yang disebut dengan subsidiary institutions, seperti kesenian, klub olah raga, peguyuban, patembayan, dan lain sebagainya.
3. Ditinjau dari penerimaan masyarakat, lembaga sosial digolongkan atas dua macam, yaitu:
  • Lembaga sosial yang diterima dan bahkan sangat diperlukan oleh masyarakat yang disebut dengan sanctioned institutions, seperti lembaga pendidikan, lembaga agama, dan sebagainya.
  • Lembaga sosial yang tidak diinginkan oleh masyarakat meskipun sangat sulit untuk mencegah maupun memberantasnya yang disebut dengan unsanctioned institutions, seperti komplotan mafia peradilan, kelompok penjahat, geng-geng yang suka membuat keonaran, dan lain sebagainya.
4. Ditinjau dari penyebarannya, lembaga sosial digolongkan atas dua macam, yaitu:
  • Lembaga sosial yang dikenal secara luas oleh masyarakat, baik dalam skala nasional maupun internasional yang disebut dengan general institutions, seperti agama, badan olah raga, dan lain sebagainya.
  • Lembaga sosial yang hanya dikenal oleh sekelompok masyarakat tertentu yang disebut dengan restricted institutions, seperti perkumpulan kesenian daerah, aliranaliran kepercayaan, dan lain sebagainya.
5. Ditinjau dari fungsinya, lembaga sosial digolongkan atas dua macam, yaitu:
  • Lembaga sosial yang berfungsi menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan yang disebut dengan operative institutions, seperti perindustrian, perseroan, perusahaan, klub-klub keolahragaan, dan lain sebagainya.
  • Lembaga sosial yang berfungsi untuk mengawasi tata perilaku dan adat istiadat yang berlaku dalam kehidupan masyarakat yang disebut dengan regulative institutions, seperti lembaga peradilan, hukum dan perundang-undangan, dan lain sebagainya.

Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasional

 

Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasional

Sebelum membahas teori perdagangan internasional, terlebih dahulu perlu kamu ketahui manfaat mempelajari teori perdagangan internasional. Manfaat mempelajari teori perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut.
  1. Membantu menjelaskan arah dan komposisi perdagangan antarnegara, serta efeknya terhadap struktur perekonomian suatu negara.
  2. Dapat menunjukkan adanya keuntungan yang timbul dari adanya perdagangan internasional (gains from trade).
  3. Dapat mengatasi permasalahan neraca pembayaran yang defisit.

 

Adapun teori-teori perdagangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Pandangan Kaum Merkantilisme

Merkantilisme merupakan suatu kelompok yang mencerminkan cita-cita dan ideologi kapitalisme komersial, serta pandangan tentang politik kemakmuran suatu negara yang ditujukan untuk memperkuat posisi dan kemakmuran negara melebihi kemakmuran perseorangan. Teori Perdagangan Internasional dari Kaum Merkantilisme berkembang pesat sekitar abad ke-16 berdasar pemikiran mengembangkan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi, dengan mengusahakan jumlah ekspor harus melebihi jumlah impor. Dalam sektor perdagangan luar negeri, kebijakan merkantilis berpusat pada dua ide pokok, yaitu:
  • pemupukan logam mulia, tujuannya adalah pembentukan negara nasional yang kuat dan pemupukan kemakmuran nasonal untuk mempertahankan dan mengembangkan kekuatan negara tersebut;
  • setiap politik perdagangan ditujukan untuk menunjang kelebihan ekspor di atas impor (neraca perdagangan yang aktif). Untuk memperoleh neraca perdagangan yang aktif, maka ekspor harus didorong dan impor harus dibatasi. Hal ini dikarenakan tujuan utama perdagangan luar negeri adalah memperoleh tambahan logam mulia.

Dengan demikian dalam perdagangan internasional atau perdagangan luar negeri, titik berat politik merkantilisme ditujukan untuk memperbesar ekspor di atas impor, serta kelebihan ekspor dapat dibayar dengan logam mulia.

Kebijakan merkantilis lainnya adalah kebijakan dalam usaha untuk monopoli perdagangan dan yang terkait lainnya, dalam usahanya untuk memperoleh daerah-daerah jajahan guna memasarkan hasil industri. Pelopor Teori Merkantilisme antara lain Sir Josiah Child, Thomas Mun, Jean Bodin, Von Hornich dan Jean Baptiste Colbert.

2. Teori Keunggulan Mutlak (Absolut Advantage) oleh Adam Smith

Dalam teori keunggulan mutlak, Adam Smith mengemukakan ide-ide sebagai berikut.

  • Adanya Division of Labour (Pembagian Kerja Internasional) dalam Menghasilkan Sejenis Barang Dengan adanya pembagian kerja, suatu negara dapat memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah dibanding negara lain, sehingga dalam mengadakan perdagangan negara tersebut memperoleh keunggulan mutlak.
  • Spesialisasi Internasional dan Efisiensi Produksi. Dengan spesialisasi, suatu negara akan mengkhususkan pada produksi barang yang memiliki keuntungan. Suatu negara akan mengimpor barang-barang yang bila diproduksi sendiri (dalam negeri) tidak efisien atau kurang menguntungkan, sehingga keunggulan mutlak diperoleh bila suatu negara mengadakan spesialisasi dalam memproduksi barang.

Keuntungan mutlak diartikan sebagai keuntungan yang dinyatakan dengan banyaknya jam/hari kerja yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang produksi. Suatu negara akan mengekspor barang tertentu karena dapat menghasilkan barang tersebut dengan biaya yang secara mutlak lebih murah daripada negara lain.

Dengan kata lain, negara tersebut memiliki keuntungan mutlak dalam produksi barang. Jadi, keuntungan mutlak terjadi bila suatu negara lebih unggul terhadap satu macam produk yang dihasilkan, dengan biaya produksi yang lebih murah jika dibandingkan dengan biaya produksi di negara lain.

3. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh David Ricardo

David Ricardo menyampaikan bahwa teori keunggulan mutlak yang dikemukakan oleh Adam Smith memiliki kelemahan, di antaranya sebagai berikut.
  • Bagaimana bila suatu negara lebih produktif dalam memproduksi dua jenis barang dibanding dengan negara lain? Sebagai gambaran awal, di satu pihak suatu negara memiliki faktor produksi tenaga kerja dan alam yang lebih menguntungkan dibanding dengan negara lain, sehingga negara tersebut lebih unggul dan lebih produktif dalam menghasilkan barang daripada negara lain. Sebaliknya, di lain pihak negara lain tertinggal dalam memproduksi barang. Dari uraian di atas dapat disimpilkan, bahwa jika kondisi suatu negara lebih produktif atas dua jenis barang, maka negara tersebut tidak dapat mengadakan hubungan pertukaran atau perdagangan.
  • Apakah negara tersebut juga dapat mengadakan perdagangan internasional? Pada konsep keunggulan komparatif (perbedaan biaya yang dapat dibandingkan) yang digunakan sebagai dasar dalam perdagangan internasional adalah banyaknya tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi suatu barang. Jadi, motif melakukan perdagangan bukan sekadar mutlak lebih produktif (lebih menguntungkan) dalam menghasilkan sejenis barang, tetapi menurut David Ricardo sekalipun suatu negara itu tertinggal dalam segala rupa, ia tetap dapat ikut serta dalam perdagangan internasional, asalkan negara tersebut menghasilkan barang dengan biaya yang lebih murah (tenaga kerja) dibanding dengan lainnya.
    Jadi, keuntungan komparatif terjadi bila suatu negara lebih unggul terhadap kedua macam produk yang dihasilkan, dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah jika diban-dingkan dengan biaya tenaga kerja di negara lain.

4. Teori Permintaan Timbal Balik (Reciprocal Demand) oleh John Stuart Mill

Teori yang dikemukakan oleh J.S. Mill sebenarnya melanjutkan Teori Keunggulan Komparatif dari David Ricardo, yaitu mencari titik keseimbangan pertukaran antara dua barang oleh dua negara dengan perbandingan pertukarannya atau dengan menentukan Dasar Tukar Dalam Negeri (DTD). Maksud Teori Timbal Balik adalah menyeimbangkan antara permintaan dengan penawarannya, karena baik permintaan dan penawaran menentukan besarnya barang yang diekspor dan barang yang diimpor.
Jadi, menurut J.S. Mill dalam teori perdagangan internasional selama terdapat perbedaan dalam rasio produksi konsumsi antara kedua negara, maka manfaat dari perdagangan selalu dapat dilaksanakan di kedua negara tersebut. Teks Eksposisi Dan suatu negara akan memperoleh manfaat apabila jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk membuat seluruh barang-barang ekspornya lebih kecil daripada jumlah jam kerja yang dibutuhkan seandainya seluruh barang impor diproduksi sendiri.

Manfaat dan Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Manfaat dan Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Manfaat dan Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

 

Manfaat dan Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional (international trade) dapat didefinisikan sebagai kegiatan transaksi dagang antara satu negara dengan negara lain, baik mengenai barang ataupun jasa-jasa, dan dilakukan melewati batas daerah suatu negara. Misalnya Indonesia mengadakan hubungan dagang dengan Prancis, Jepang, Cina, Amerika Serkat, Singapura, Malaysia, dan lain-lain. Dengan demikian perdagangan antarnegara memungkinkan terjadinya:
  1. tukar-menukar barang-barang dan jasa-jasa,
  2. pergerakan sumberdaya melalui batas negara, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumber daya modal,
  3. pertukaran dan perluasan penggunaan teknologi, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara-negara yang terlibat di dalamnya,
  4. memengaruhi perkembangan ekspor dan impor serta Neraca Pembayaran Internasional (NPI) atau Balance of Payment,
  5. kerja sama ekonomi antarnegara di dunia.

Faktor-faktor Pendukung Perdanggangan Internasional

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Perbedaan Sumber Alam
Suatu negara mempunyai kekayaan alam yang berbeda, sehingga hasil pengolahan alam yang dinikmati juga berbeda. Oleh karena sumber kekayaan alam yang dimiliki suatu negara sangat terbatas, sehingga diperlukan tukar-menukar atau perdagangan.
b. Perbedaan Faktor Produksi
Selain faktor produksi alam, suatu negara mempunyai perbedaan kemampuan tenaga kerja, besarnya modal yang dimiliki, dan keterampilan seorang pengusaha. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan oleh suatu negara juga mengalami perbedaan, sehingga dibutuhkan adanya perdagangan.
c. Kondisi Ekonomis yang Berbeda

Karena adanya perbedaan faktor produksi yang mengakibatkan perbedaan biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang, maka bisa jadi dalam suatu negara memerlukan biaya tinggi untuk memproduksi barang tertentu. Sehingga negara tersebut bermaksud mengimpor barang dari luar negeri karena biayanya dianggap lebih murah.

d. Tidak Semua Negara Dapat Memproduksi Sendiri Suatu Barang
Karena keterbatasan kemampuan suatu negara, baik kekayaan alam maupun yang lainnya, maka tidak semua barang yang dibutuhkan oleh suatu negara mampu untuk diproduksi sendiri, untuk itulah diperlukan tukar-menukar antarbangsa.
e. Adanya Motif Keuntungan dalam Perdagangan
Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang selalu terdapat perbedaan. Adakalanya suatu negara lebih untung melakukan impor daripada memproduksi sendiri. Namun, adakalanya lebih menguntungkan kalau dapat memproduksi sendiri barang tersebut, karena biaya produksinya lebih mudah. Oleh karena itu, negara-negara tersebut akan mencari keuntungan dalam memperdagangkan barang hasil produksinya.
f. Adanya persaingan antar pengusaha dan antar bangsa
Persaingan ini akan berakibat suatu negara meningkatkan kualitas barang hasil produksi dengan biaya yang ringan, sehingga dapat bersaing dalam dunia perdagangan.

Manfaat Perdagangan Internasional

Perdagangan atau pertukaran hanya akan terjadi apabila paling tidak ada satu pihak yang memperoleh keuntungan/manfaat dan tidak ada pihak lain yang merasa dirugikan. Masing-masing pihak harus mempunyai kebebasan untuk menentukan untung rugi pergadangan tersebut dari sudut kepentingan masingmasing, kemudian menentukan apakah ia mau melakukan perdagangan atau tidak. Perdagangan Internasional timbul karena salah satu atau kedua belah pihak melihat adanya manfaat/keuntungan tambahan yang bisa diperoleh dari perdagangan tersebut. Jadi, dorongan atau motif melakukan perdagangan adalah adanya kemungkinan diperolehnya manfaat tambahan tersebut (gains from trade).

Secara garis besar manfaat dari perdagangan internasional bagi suatu negara adalah sebagai berikut.

  • Memperoleh sejumlah barang yang dibutuhkan.
  • Mendapatkan harga yang lebih murah daripada barang tersebut diproduksi sendiri.
  • Melaksanakan kegiatan ekspor dan impor.
  • Menambah devisa negara dan hasil ekspor.
  • Melakukan alih teknologi dari negara lain.
  • Mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
  • Meningkatkan pendapatan nasional (Pendapatan Nasional Bruto).

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

 

Real Time Audit dan IT Forensics

Real Time Audit dan IT Forensics

Real Time Audit dan IT Forensics

IT AUDIT  TRAIL

Audit Trail merupakan salah satu fitur dalam suatu program yang mencatat semua kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log secara rinci. Audit Trail secara default akan mencatat waktu, user, data yang diakses dan berbagai jenis kegiatan. Jenis kegiatan bisa berupa menambah, merungubah dan menghapus. Audit Trail apabila diurutkan berdasarkan waktu, bisa membentuk suatu kronologis manipulasi data. Dasar ide membuat fitur Audit Trail adalah menyimpan histori tentang suatu data (dibuat, diubah atau dihapus) dan oleh siapa, serta bisa menampilkannya secara kronologis. Dengan adanya Audit Trailini, semua kegiatan dalam program yang bersangkutan diharapkan bisa dicatat dengan baik.

Cara kerja Audit Trail

Audit Trail yang disimpan dalam suatu tabel:

  • Dengan menyisipkan perintah penambahan record ditiap query: Insert, Update dan Delete.
  • Dengan memanfaatkan fitur trigger pada DBMS. Trigger adalah kumpulan SQL statement yang secara otomatis menyimpan log pada event INSERT, UPDATE ataupun DELETE pada sebuah tabel.

Fasilitas Audit Trail

Jika fasilitas Audit Trail diaktifkan, maka setiap transaksi yang dimasukan ke Accurate, jurnalnya akan dicatat di dalam sebuah tabel, termasuk oleh siapa dan kapan. Apabila ada sebuah transaksi yang di-edit, maka jurnal lamanya akan disimpan, begitu pula dengan jurnal barunya.

Hasil Audit Trail

Record Audit Trail disimpan dalam bentuk, yaitu :

  • Binary File – Ukuran tidak besar dan tidak bisa dibaca begitu saja
  • Text File – Ukuran besar dan bisa dibaca langsung
  • Tabel.

REAL TIME AUDIT

Real Time Audit (RTA) adalah suatu sistem untuk mengawasi kegiatan teknis dan keuangan sehingga dapat memberikan penilaian yang transparan status saat ini dari semua kegiatan dimana pun mereka berada. Ini mengkombinasikan prosedur sederhana dan logis untuk merencanakan dan melakukan dana untuk kegiatan dan “siklus proyek” pendekatan untuk memantau kegiatan yang sedang berlangsung dan penilaian termasuk cara mencegah pengeluaran yang tidak sesuai.

Baca Juga :