Asas Pemungutan Pajak

Asas Pemungutan Pajak

Asas Pemungutan Pajak

Asas Pemungutan Pajak
Asas Pemungutan Pajak

Keadilan (Equality)

Pemungutan pajak harus adil, artinya setiap wajib pajak mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam perpajakan, dilarang ada deskriminasi. Namun pemungutan pajak harus tetap sesuai dengan kemampuan wajib pajak. Oleh alasannya ialah itu dalam konsep ini terdapat dua keadilan yaitu :

Keadilan Horizontal, artinya Wajib pajak yang mempunyai penghasilan dan tanggungan yang sama harus mempunyai hak dan kewajiban yang sama pula tanpa ada diskriminasi dan tidak mempertimbangkan jenis dan sumber penghasilan.
Keadilan Vertikal, artinya pemungutan pajak berlangsung secara adil sesuai dengan kondisi ekonomi dan kemampuan subjek pajak.

Kejelasan (Certainty)

Segala sesuatu dalam acara perpajakan harus jelas, wajib pajak harus mengetahui berapa pajak yang harus dibayar, kapan pembayarannya dan batas waktu pembayaran pajak terutang tersebut secara jelas. Kejelasan tersebut akan menciptakan wajib pajak mengetahui kepastian hukum, hak dan kewajiban yang dimilikinya dalam acara perpajakan. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia-dan-gambar-hd/)

Kenyamanan (Convenience)

Kegiatan pemungutan pajak harus memperhatikan kenyamanan wajib pajak sehingga tidak mempersulit mereka untuk memenuhi kewajibannya. Intinya, wajib pajak tidak dipersulit dalam pembayaran pajak, misalnya pajak dibayarkan ketika wajib pajak gres mendapat penghasilan, tidak pada dikala yang menyulitkan. Asas ini bertujuan supaya pembayaran pajak dilakukan sesuai dengan aturan.

Economics

Biaya pemungutan pajak harus seminim mungkin, tetapi bisa menghasilkan kas yang optimal. Asas ini bertujuan supaya pemerintah bisa menyesuaikan sistem pajak dengan pendapatan pemungutan.