Asal-Usul Tasawuf

Asal-Usul Tasawuf

Asal-Usul Tasawuf

Asal-Usul Tasawuf

Mengena asal-usul atau timbulnya tasawuf dalam Islam

terdapat teori yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan karena pengaruh faham menjauhi dunia dan hidup mengasingkan diri dalam biara-biara. Ajaran filsafat mistik pythagoras, untuk meninggalkan dunia dan pergi berkontemplasi juga di pandang mempengaruhi timbulnya zuhud dan sufisme dalam Islam.

 Demikian pula dengan filsafat amanasi plotinus yang mengatakan bahwa wujud ini memancar dari Dzat Allah Yang Maha Esa. Ruh berasal dari Al-Haq dan akan kembali kepada-Nya. Tetapi dengan masuknya ke alam materi, ruh menjadi kotor, dan untuk kembali ke alam asalnya ruh terlebih dahulu harus di bersihkan dengan meninggalkan dunia dengan mendekati Allah sedekat mungkin, kalau bisa bersatu dengan al-Haqq

Dikatakan, filsafat mempunyai pengaruh terhadap penganut al-zahid dalam Islam. Ajaran Budha dengan paham nirwananya, dan ajaran Hinduisme yang mendorong manusia untuk meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan untuk mencapai persatuan Atman dengan Brahma juga di anggap berpengaruh terhadap tasawuf.

Dalam Al-Qur’an al-Haqq  menerangkan diri-Nya sebgai yang lahir (al-Zahir) dan yang Batin (al-Batin).Karena itu, semua realitas dari dari dunia ini juga memiliki aspek lahir (eksoteris) dan aspek batin (esoteris). Dalam dimensi batin atau esoteris dari wahyu ini sebagian besar berhubungan dengan tasawuf. Dari sudut pandang Islam, tasawuf seperti al-Din al-Islam dalam pengertiannya yang abadi dan sekaligus universal. Maka tasawuf yang bisa dilaksanakan secara sah harus merupakan sesuatu yang bersumber dari wahyu Al-Qur’an. Seseorang tidak dapat melaksanakan esoterisme Budha dalam konteks syariat Islam begitu juga sebaliknya.

Kandungan Al-Qur’an dibedakan atas dua macam: al-ayat al-bayyinat, yang jelas dan terbuka, dan al-ayat al-mutashabihat, yang sarat makna dapat di tafsirkan dengan cara yang berbeda.

Sebagian besar ahli sejarah mengatakan bahwa pada pertengahan abad ke-2 atau di penghujung abad ke-2 adalah masa dimana munculnya istilah tasawuf atau sufi, walau hakikatnya secara praktis dan realita lapangan perilaku yang mencerminkan kesufian, seperti ketawakkalan, kesabaran, dan rajin beribadah sehingga terkesan menyampingkan al-mutasabbib/al-kasb (bekerja) untuk kehidupan dunia yang sudah ada sejak era sahabat yang hidup bersama Rasul.

 Mereka adalaha sahabat Rasul yang tinggal dan hidup disalah satu sudut Mesjid Nabawi yang populer dikenal sebagai Ahl al-suffah. Dan Nabi mentakrir (mendiamkan tanda setuju) apa yang dilakukan Ahl al-suffah yang tajrid dalam ibadah dan tidak al-mutasabbib (tidak bekerja). Hal itu dikarenakan Nabi melihat mereka kuat dan bisa mengambil manfaat dari ke-tajrid-an tersebut. Disamping Nabi pun men-taqrir perilaku sebagian sahabat yang lain yang tidak al-tajarrud/al-tajrid tapi al-mutasabbib dalam mencari rezeki Allah karena memang Nabi melihat hal itu lebih cocok bagi sahabat yang tidak tinggal disalah sudut Mesjid Nabawi.


Baca Juga :