Pengertian Filsafat Hukum

Pengertian Filsafat Hukum

Pengertian Filsafat Hukum

Filsafat hukum merupakan salah satu cabang ilmu terapan dalam filsafat. Dalam kamus bahasa Indonesia disebut bahwa filsafat mempunyai beberapa pengertian, antara lain disebut sebagai pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai segala sesuatu yang ada, baik itu sebab, akibat dan asal serta hukumnya. Selain dari itu filsafat juga dapat diartikan sebagai teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan atau juga berarti ilmu yang berintikan logika, estetika, epistemologi dan metafisika.

Plato mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang akan mencapai kemurnian daripada kebenaran. Sementara itu, Aristoteles mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran dimana didalamnya berisi ilmu metafisika, estetika, etika,retorika, logika , ekonomi dan politik.

Filsafat dalam bahasa inggris disebut dengan istilah “Philosophy” sedangkan dalam bahasa latin disebut dengan “Philosophia”. Istilah “Philosophia” dalam bahasa latin tersebut berasal dari kata philos yang berarti “cinta” dan sophia yang berarti “kebijaksanaan”. Sehingga filsafat dalam bahasa Inggris dan bahasa latin juga memiliki makna “cinta kebijaksanaan”. Sementara itu, dalam bahasa Arab, filsafat disebut dengan istilah “falsafah” yang berarti berpikir secara menyeluruh, spekulatif, dan mendasar.

Kemudian terdapat beberapa divinisi mengenai filsafat hukum yang diberikan oleh Anthoni D’Amato

  1. Menurut Anthoni D’Amato Filsafat hukum diistilahkan dengan “Jurisprudence”. Demikian pula pendapat Bruce D. Fischer yang mengartikan “Jurisprudensi” sebagai studi tentang filsafat hukum.

Dari pengertian diatas secara sederhana filsafat hukum dapat dikatakan sebagai cabang dari filsafat estetika (tingkah laku). salah satu bidang studi hukum yang mempelajari tentang hakikat hukum yaitu Filsafat hukum, dimana hukum dijadikan obyek kajian yang dibahas secara mendalam sampai pada hakikat hukum itu sendiri atau yang menjadi inti dari hukum.

sumber :

Pertumbuhan dan Perkembangan Filsafat Hukum Islam

Pertumbuhan dan Perkembangan Filsafat Hukum Islam

Pertumbuhan dan Perkembangan Filsafat Hukum Islam

  1. Pertumbuhan Filsafat Hukum Islam

Sumber utama hukum Islam adalah Al-Quran dan As-Sunnah terhadap segala masalah yang tidak diterangkan dalam kedua sumber tersebut, kaum mmuslimin diperbolehkan berijtihad dengan mempergunakan akalnya guna menentukan ketentuan hukum. Berijtihad dengan mempergunakan akal dalam permasalahan hukum islam, yang pada hakikatnya merupakan pemikiran falsafi itu, direstui oleh Rasulullah SAW, bahkan Allah menyebutkan bahwa mempergunakan akal dan pikiran falsafi itu sangat perlu memaham dalam berbagai persoalan.

Izin Rasulullah kepada Mu’adz untuk berijtihad merupakan awal dari lahirnya filsafat hukum Islam pada masa Rasulullah segala persoalan diselesaikan dengan wahyu, pemikiran falsafi yang salah di benarkan oleh wahyu, ketika Rasulullah telah wafat dan wahyupun telah usai maka akal dengan pemikiran falsafinya berperan baik dalam perkara yang ada Nashnya maupun yang tidak ada. Pemikiran falsafi terhadap hukum islam yang ada nashnya bermula pada masa khulafaurasyidin terutama umar bin khattab. Penghapusan hukum potong tangan bagi pencuri, zakat bagi muallaf, dll. Yang dilakukan oleh umar bedasarkan kesesuaian zaman untukk menjamin menegakkan keadilan yang menjadi asas hukum islam, merupakan conto penerapan hukum berdasarkan hukum manusia. Jadi penerapan hukum harus dapat meneggakkan kemaslahatan dan keadilan yang menjadi tujuan dari hukum islam

  1. Perkembangan Filsafat Hukum Islam

Kegiatan penelitian terhadap tujuan hukum (Maqasid Al-Syariah) telah dilakukan oleh para ahli ushul fiqih terdahulu, Al-Juwaini dapat diakatakan sebagai ahli Ushul fiqih pertama yang menekankan pentingnya memahami Maqashid Syariah dalam penetapan Hukum ia menyatakan bahwa seseoarang tidak dikatakan mampu menetapakan hukum dalam Islam sebelum ia dapat memahami benar tujuan Allah Menetapkan perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya.

 

sumer :

Clumsy Ninja 1.31.0 Apk + Data + MOD APK

 Obyek kajian dan kajian Filsafat Hukum Islam

 Obyek kajian dan kajian Filsafat Hukum Islam

 Obyek kajian dan kajian Filsafat Hukum Islam

Hukum Islam Mengacu pada pandangan hukum yang berifat teleologis. Artinya hukum Islam itu diciptakan karena iia mempunyai maksud dan tujuan. Tujuan dari adanya hukum Islam adalah terciptanya kedamaian di dunia dan kebahagian di akhirat. Jadi hukum Islam Bukan bertujuan meraih kebahagaiaan yang fana’ dan pendek di dunia semata, tetapi juga mengarahkan kepada kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak. Inilah yang membedakannya dengan hukum manusia yang menghendaki kedamaian di dunnia saja.

Dengan tegak dan berhasilnya Filsafat hukum Islam, dapat dibuktikan bahwa hukum Islam mampu memberikan jawaban terhadap tantangan zaman dan merupakan hukum terbaik sepanjang zaman bagi semesta alam. Para ahli ushul fiqih, sebagaimana ahli filsafat hukum Islam, membagi filsafat hukum Islam kepada dua rumusan, yaitu falsafat tasyri’.

Falsafat tasyri’: filsafat yang memancarkan hukumIslam atau menguatkannya dan memeliharanya. Filsafat ini bertugas membicarakan hakikat dan tujuan penetapan hukumIslam. Filsafat tasyri terbagi kepada:

  1. Da’aim al-hakim (dasar-dasar hukum Islam)
  2. Mabadi al-ahkam (prinsip-prinsip hukum Islam)
  3. Ushul al-ahkam (pokok-pokok hukum Islam) atau mashadir al-ahkam (sumber-sumber hukumIslam)
  4. Maqashid al-ahkam (tujuan-tujuan hukum Islam)
  5. Qawaid al-ahkam (kaidah-kaidah Hukum Islam)
  6.  Falsafat syariah: filsafat yang diungkapkan dari materi-materi hukum islam seperti Ibadah, mu’amalah, jinayah, ‘uqubah, dan sebagainyafilsafat ini membicarakan hakikat dan rahasia hukum islam. Termasuk kedalam pembagian falsafat syariah adalah:
  7. Asrar al-ahkam (rahasia-rahasia hukum Islam)
  8. Khasa is al-ahkam (cirri-ciri khas hukum islam)
  9. Mahasin al-ahkam atau mazaya al-ahkam (keutamaan-keutamaan hukum islam)
  10. Thawabi al-ahkam (karateristik hukum islam)

sumber :

FPS Shooting Master 3.1.0 Apk + Mod (Unlimited Money)