Motorola Kembangkan Moto Mods Headset VR

Motorola Kembangkan Moto Mods Headset VR

Motorola Kembangkan Moto Mods Headset VR

Kabar tak menggembirakan datang dari Motorola, produsen smartphone yang kini berada di bawah bendera Lenovo. Desas-desus yang beredar, Motorola akan merumahkan beberapa karyawannya dan diperkirakan hal ini akan mengganggu produksi salah satu lini produk andalannya, yakni Moto Z Series.

Namun, kabar tak menggembirakan ini langsung dibantah oleh Motorola

sendiri. Mereka menyebutkan bahwa Motorola akan tetap mempertahankan lini produksi Moto Z Series serta mengembangkan lebih banyak Moto Mods sehingga konsumen bisa memanfaatkan perangkat tersebut lebih dari sekadar smartphone biasa.

Hal ini pun dibuktikan dengan bocoran dua gambar promo Moto Mods yang kemungkinan akan muncul tak lama lagi. Seperti dikutip dari GSMArena, adalah Evan Blass lewat Twitter miliknya, @evleaks yang membocorkan pertama kali bahwa Motorola sedang menggarap Moto Mods Virtual Viewer.

Moto Mods Virtual Viewer ini terlihat seperti VR headset yang dilengkapi

dengan strap (tali) tunggal pengikat di kepala. Perkiraan lainnya, Moto Mods ini mungkin juga sebagai aksesoris yang kompatibel dengan VR Daydream. Namun sayangnya, tak ada informasi lebih lengkap mengenai Moto Mods terbaru dari Motorola ini.

Seperti kita ketahui bersama, Motorola mengembangkan lini Moto Z Series

dengan kemampuan yang unik, yakni bisa diintegrasikan dengan beragam Moto Mods melalui magnet dan logam pin yang ada di bagian belakang. Hingga saat ini sudah cukup banyak Moto Mods yang dipasarkan oleh Motorola.

 

Baca Juga :

HTC U12+ Disokong Snapdragon 845 Melenggang Akhir April 2018

HTC U12+ Disokong Snapdragon 845 Melenggang Akhir April 2018

HTC U12+ Disokong Snapdragon 845 Melenggang Akhir April 2018

Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa HTC menjual sebagian unit bisnis pengembangan smartphone yang dimilikinya ke Google. Hal ini berakibat, pabrikan smartphone asal Taiwan tersebut harus merumahkan beberapa karyawannya.

Namun satu hal yang menarik, penjualan unit bisnisnya tersebut tak

mengganggu perjalanan HTC untuk menggarap smartphone yang akan meluncur di tahun ini. Ya! Gosip terbaru yang beredar di internet, HTC dikabarkan sedang menggarap HTC U12+.

Berdasarkan bocoran yang beredar, HTC U12+ nantinya akan berkompetisi di pasar smartphone kelas atas. Bagimana tidak! Smartphone ini diperkirakan akan dikemas dengan chipset Snapdragon 845 buatan Qualcomm. Tak hanya itu, smartphone yang akan dikemas dengan layar 6 inci WQHD+ ini akan memiliki bezel super tipis.

Daya tarik lainnya, HTC diperkirakan akan membenamkan RAM sebesar 6 GB

dan internal storage berkapasitas 64 GB atau 128 GB. HTC juga akan melengkapi HTC U12+ dengan slot microSD. Sedangkan untuk catu dayanya, smartphone ini akan dibekali baterai berkapasitas 3.420 mAh.

Untuk urusan memotret, HTC U12+ akan dipersenjatai dengan dual-camera

belakang 16 MP + 12 MP plus LED flash. Sedangkan untuk menjawab kebutuhan selfie, kamera depan yang ditanam memiliki sensor 8 MP. Smartphone ini juga dibekali dengan fitur HTC Edge Sense generasi kedua.

 

sumber :

https://poptype.co/tuponur/tower-defense-king

Case Unik Ini Sulap Baterai Galaxy S9 jadi 5.200 mAh

Case Unik Ini Sulap Baterai Galaxy S9 jadi 5.200 mAh

Case Unik Ini Sulap Baterai Galaxy S9 jadi 5.200 mAh

Samsung secara resmi telah memperkenalkan duo Galaxy S9 terbarunya di ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona. Bergerak super cepat, raksasa elektronik asal Korea Selatan ini pun langsung memasarkan kedua smartphone tersebut ke banyak negara, tak terkecuali di Indonesia pada pertengahan bulan Maret ini.

Kehadiran smartphone besutan Samsung ini pun memacu sejumlah produsen

aksesoris smartphone untuk merilis beragam aksesoris pendukung, seperti case misalnya. Namun dari sekian banyak produsen aksesoris, ada satu yang menarik, yakni ZeroLemon.

Mengapa menarik? Ya! ZeroLemon telah merilis case untuk Galaxy S9 dan S9+. Bukan sekadar case biasa, ZeroLemon sukses mengemasnya dengan dukungan catu daya Lithium Polymer yang mampu mendongkrak kapasitas baterai Galaxy S9 dan S9+.

Untuk Galaxy S9, case yang yang dipasarkan oleh ZeroLemon telah dibekali

dengan baterai tambahan berkapasitas 4.700 mAh. Sedangkan untuk Galaxy S9+, case yang dipasarkan memiliki baterai tambahan berkapasitas sedikit lebih besar, yakni 5.200 mAh.

Dengan menggunakan case ini, ZeroLemon sesumbar bahwa Galaxy S9 dan S9+ yang ada ditangan pengguna dapat dioperasikan lebih panjang. Sebagai contoh, Galaxy S9+ yang menggunakan case ini diklaim mampu betahan selama 115 jam saat standby, 30 jam untuk telepon dan 61 jam untuk memutar musik.

Untuk menggunakan case ini pun terbilang mudah. Tinggal sematkan Galaxy

S9 atau S9+ layaknya menggunakan case pada umumnya. Nantinya, pada bagian belakang akan ada empat lampu LED sebagai indikator yang menunjukkan kondisi penggunaan baterai pada case tersebut.

 

sumber :

https://poptype.co/tuponur/majas-is

Macam-macam Puasa Sunnah

Macam-macam Puasa Sunnah

Macam-macam Puasa Sunnah
Macam-macam Puasa Sunnah

Adapun macam macam puasa yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berdasarkan dalil yang shahih adalah sebagai berikut:

1. Puasa Hari Arafah

Puasa arafah di sunnahkan bagi selain orang yang berhaji yang dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah, karena Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Puasa hari arafah itu menghapus dosa dua tahun, setahun yang silam dan setahun yang akan datang. Dan puasa asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim).

2. Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura

Yaitu puasa yang di laksanakan pada tanggal 9 & 10 muharram. Berdasarkan hadits:
“… jika sampai pada tahun depan Insya Allah kita puasa Tasu’a

3. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Berdasarkan Sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam:
“Barangsiapa berpuasa di bulan ramadhan dan meneruskannya dengan (puasa) enam hari di bulan syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

4. Memperbanyak Puasa di bulan Sya’ban

Berdasarkan dalil dari aisyah .
Dari Aisyah Radhiyallaahu ‘anha, dia berkata. “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali pada bulan ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Beliau Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memperbanyak puasa di bulan-bulan lain seperti sya’ban.” (HR Bukhari-Muslim)

5. Memperbanyak Puasa Dibulan Muharram

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa RasulullahShallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Puasa yang paling utama setelah bulan ramadhan adalah bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”(HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi & Nasa’i)

6. Puasa Setiap Hari Senin Dan Kamis

Dari Usamah bin Zaid berkata. Sesungguhnya Nabiyullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam puasa pada hari senin dan kamis dan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallampernah ditanya perihal puasa itu. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:“Sesungguhnya segala awal seluruh hamba dipaparkan pada hari senin dan kamis.”(HR. Abu Daud)

7. Puasa Tiga Hari Setiap Pertengahan Bulan

Dari Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa SallamBersabda: “Berpuasalah tiga hari pada setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan di kalikan sepuluh, sehingga puasa itu (puasa 3 hari) sama dengan puasa satu tahun penuh.” (HR Bukhari – Muslim)
Juga hadits dari Abu Dzar, dia berkata. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa SallamBersabda : “Wahai Abu Dzar jika engkau berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka berpuasalah tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

8. Puasa Nabiyullah Dawud

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
“Puasa yang paling di sukai di sisi Allah adalah puasa Dawud, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majjah)

Baca Juga:

Rukun Puasa

Rukun Puasa

Rukun Puasa
Rukun Puasa

a. Niat

Niat adalah keinginan dalam hati untuk berpuasa karena ingin menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendekat kepada-Nya. Hal ini berdasarkan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan tidaklah mereka di perintah kecualii supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan Kepada-Nya (dalam menjalakan) agama yang lurus.”(QS-Al Bayinah 5).

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “sesungguhnya segala amal tergantung pada niat dan sesungguhnya setiap orang hanya akann mendapat apa yang tlah diniatkan.” ( HR Bukhari , Muslim, Trmidzi, Ibnu Majah & Nasa’i).

Jika melaksanakan puasa wajib, maka niat wajib dilakukan pada waktu sebelum fajar. Berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam :
“Dari Hafshah, telah Bersabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: Barang siapa yang nenetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” (HR Tirmidzi & Nasa’i)

Adapun jika melaksanakan puasa sunnah, maka sah berniat setelah terbit fajar dan matahari telah meninggi. Dengan syarat belum memakan apapun. Berdasarkan dalil dari Aisyah Radhiyallaahu ‘anha.

“Aisyah Radhiyallaahu ‘anha berkata bahwa suatu hari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ke rumah, kemudian bersabda : “Apakah engkau mempunyai makanan?” Aku menjawab “Tidak” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda“kalau begitu Aku puasa.” ( HR Muslim).

b. Menahan Diri

Yaitu menahan diri dari hal – hal yang membatalkan puasa seperti: makan, minum dan hubungan suami istri dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“…. maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah di tetapkan Allah untukmu dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam….” (QS Al-Baqarah 187)

Baca Juga: Ayat Kursi

Batas Menahan Diri

Batas awal waktu menahan diri adalalah setelah fajar, berdasarkan dalil sbb:
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “makan dan minumlah sampai Ibnu Umu Maktum menyeru. Sesungguhnya dia tidak menyeru hingga terbit fajar.” (HR Bukhari dan Ibnu Majah)

Adapun bagi mereka yang mengatakan batas imsak adalah sebelum fajar hanya sebagai tindakan kehati-hatian.

Sedangkan batas akhir waktu menahan diri adalah datangnya waktu malam (terbenam matahari). Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“… Lalu sempurnakan puasa puasa hingga tiba waktu malam…” (QS Al-Baqarah 187).

Pengertian dan Hukum Puasa

Pengertian dan Hukum Puasa

 

Pengertian, Hukum dan Fardhunya Puasa
Pengertian, Hukum dan Fardhunya Puasa

1. Definisi

Puasa menurut bahasa adalah menahan. Sedangkan menurut istilah / syari’at adalah menahan dengan niat ibadah dari makanan, minuman, hubungan suami istri dan semua hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

2. Hukum Puasa

Ditinjau dari hukumnya puasa terbagi menjadi puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan ramadhan. Yang merupakan salah satu dari rukun islam dan salah satu fardhu dari sekian banyak fardhu.

Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”( QS Al Baqarah 183).

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebaga’i petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang haq dan yang bathil). Karena itu barang siapa diantara kamu ada di bulan itu , maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa ) maka (wajib menggantinya, sebanyak hari yang di tinggalkannya itu, pada hari – hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangan dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang di berikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” ( QS Al Baqarah 184-185).

Baca Juga: Sayyidul Istigfar

Hadits

Hal ini juga dijelaskan oleh hadist berikut, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “ Islam di tegakan diatas lima perkara, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Mendirikan Shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan.”(HR Bukhari-Muslim).
Adapun puasa sunnah adalah puasa yang dilaksanakan di luar bulan ramadhan di hari-hari yang telah di contohkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasalam yang insyaAllah akan dipaparkan di depan.