Pernah Operasi Caesar, Waspadai Plasenta Akreta

Pernah Operasi Caesar, Waspadai Plasenta Akreta

Pernah Operasi Caesar, Waspadai Plasenta Akreta

Plasenta Akreta adalah satu kelainan dalam masa kondisi dimana pembuluh darah plasenta (ari-ari) atau bagian-bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Ini merupakan salah satu masalah kehamilan serius karena bisa membahayakan nyawa penderita.

Menurut Dr. Adityawarman dr SpOG K, kasus plasenta akreta banyak ditemukan pada pasien yang pernah melakukan operasi caesar sebelumnya. Adityawarman mengatakan bahwa ibu yang pernah melakukan operasi caesar tidak serta-merta mengalami plasenta akreta.

Hanya saja beberapa ibu yang pernah melakukan operasi caesar mengalami penyembuhan yang tidak sempurna karena mekanisme penyembuhan yang berbeda-beda tiap individu. Ketika mekanisme penyembuhan operasi caesar tidak berjalan sebagai mana mestinya maka saat mengalami kehamilan berikutnya pencarian sari-sari makanan oleh plasenta pun mengalami anomali.

“Plasenta Akreta ini pada banyak kasus ditemui pada pasien yang pernah

operasi caesar sebelumnya, tetapi tidak serta merta yang pernah operasi caesar pasti kena plasenta akreta,” ujarnya, Rabu (3/7/2019).
Baca Juga:

Jumlah Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Mojokerto Turun
Bupati Ipong Tanggapi Viralnya Foto Ibu Hamil Ditandu
Tekan Penurunan AKI/AKB, Pemkab Sidoarjo Gandeng USAID
Foto Ibu Hamil Ditandu di Ponorogo Viral

Pada kasus plasenta akreta, anomali plasenta tersebut bahkan dapat menempel dan mengambil sari makanan dari organ tubuh lainnya selain indung rahim, seperti jantung, indung kemih, hati dan sebagainya. Sehingga dapat banyak menyebabkan komplikasi dalam masa kehamilan dan persalinan.

Kelahiran pada kasus plasenta akreta hanya bisa ditangani dengan operasi

caesar, selain itu jika ada beberapa tahapan operasi lainnya untuk penanganan komplikasinya. Pada pasien penderita plasenta akreta dititik terparahnya dapat mengalami pendarahan hebat. Untuk itu setiap ibu hamil diharuskan untuk melakukan kontrol dan USG sebagai tindakan pencegahan.

Dengan melakukan kontrol rutin, dokter dapat mengetahui lebih dini potensi plasenta akreta seorang pasien sehingga dokter dapat menentukan tindakan selanjutnya. Pada satu kasus plasenta akreta yang dialami oleh Ny Yevi Widya Rahayu (30), warga Kecamatan Pogalan,Trenggalek. Dia mengalami komplikasi dan pendarahan hebat pada Februari 2018.

Yevi mengalami komplikasi pada jantung, hati, usus kecil, usus besar dan

indung kemih. Ia kehilangan banyak darah dan harus dipasok lebih dari 30 kantong. Ia juga harus mengalami operasi yang rumit dan panjang, karena harus dilakukan operasi untuk organ organ yang ditempeli oleh plasenta dan memakan waktu sekitar 13 jam.

 

Baca Juga :

Bupati Anas Ajak Bidan Bikin Inovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Bupati Anas Ajak Bidan Bikin Inovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Bupati Anas Ajak Bidan Bikin Inovasi Tekan Kematian Ibu-Anak

Bupati Abdullah Azwar Anas meminta kepada bidan di Banyuwangi agar berupaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi di Banyuwangi. Menurut Anas ini penting karena AKI merupakan salah satu indikator derajat kesehatan negara.

“Para bidan ini saya beri target untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Banyuwangi. Perbaiki pelayanan, tingkatkan baik dari segi jangkauan maupun kualitas layanannya. Untuk itu, dibutuhkan sebuah inovasi dan terobosan,” kata Anas, Rabu (3/7/2019).

Anas lalu mencontohkan Puskesmas Sempu yang berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan hingga zero lewat program Laskar Sakina – Laskar Stop Angka Kematian Ibu dan Anak.

Laskar tersebut beranggotakan kader kesehatan, guru, tokoh agama dan

masyarakat, PKK, hingga aparat kepolisian. Dan yang terakhir, melibatkan pedagang sayur keliling (mlijo) yang ditugaskan mencari, menemukan, dan melaporkan ibu hamil baru dengan risiko tinggi di wilayah mereka berjualan.

“Intinya inovasi, lihat sekeliling kita apa yang bisa kita lakukan. Rangkul pihak lain untuk membantu program kita,” tegas Anas.

Inovasi tidak hanya ditekankan pada para bidan. Anas juga meminta para abdi

negara yang hadir ini untuk membuat terobosan di bidangnya masing-masing. Selain juga mereka wajib menjadi humas bagi Banyuwangi.

“Saya harap semua yang hadir di sini memiliki semangat, bisa bekerja keras, berinovasi, serta lakukan pelayanan yang baik. Jangan lupa, diatur pula pengeluaran dan gajinya. Dan juga keluarkan untuk sedekah sebagai tanda rasa syukur kita atas rejeki ini,” kata Anas.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Banyuwangi Nafiul

Huda menambahkan, SK CPNS yang dibagikan kepada 30 bidan ini adalah SK fungsional bidan formasi tahun 2019. Lainnya, 7 dokter, 125 bidan, 51 guru, 9 perawat dan 10 penyuluh pertanian lapangan (PPL) merupakan tenaga fungsional yang telah memenuhi pengajuan angka kredit atas formasi CPNS tahun 2014.

 

Sumber :

https://my.mac.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/MacMurray_College_Choir/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=9e5eb741-e78d-4f95-be0b-92f8eccafccf

Krisis Air Bersih Picu Penyebaran Virus Hepatitis A

Krisis Air Bersih Picu Penyebaran Virus Hepatitis A

Krisis Air Bersih Picu Penyebaran Virus Hepatitis A

Wabah hepatitis A yang melanda di wilayah Kabupaten Pacitan salah satunya dipicu oleh krisisnya air bersih di tempat endemik. Terutama di Kecamatan Sudimoro dan Kecamatan Ngadirojo. Apalagi sumber air yang menjadi andalan warga dianggap kurang higienis.

”Kami saat ini melakukan upaya untuk kecukupan kebutuhan dasar air di wilayah yang terjangkit virus hepatitis A,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono, Selasa (2/7/2019).

Eko mengungkapkan minimnya air bersih juga menjadi salah satu penyebab

meluasnya penyebaran virus. Apalagi sejak dua bulan terakhir Kecamatan Sudimoro dan Ngadirojo sudah mengalamai krisis air. Jikapun ada, warga harus mengantri disejumlah bilik atau sumber mata air. Dan parahnya sumber air andalan warga tersebut juga dari kata higienis.

”Padahal pola hidup bersih merupakan salah satu cara untuk menghindari

terjangkitnya virus yang menyerang hati dan liver itu,” katanya.
Baca Juga:

Selang Sehari, Penderita Hepatitis A di Pacitan Bertambah 100 orang lebih
KLB Hepatitis A, Bupati Indartato: Bentuk Tim Untuk Mengedukasi Masyarakat
Prihatin Wabah Hepatitis A, Relawan Ponorogo Bagikan 4000 Masker
Pasien Hepatitis A Ada yang Dirawat di Lorong Puskesmas

Dinkes Pacitan, kata Eko berharap kepada BPBD Pacitan untuk terus

melalukan droping air bersih di titik-titik yang krisis air bersih.

”Kalau prediksi masa penghujan masih tiga bulan lagi. Semoga BPBD Pacutan akan terus mengirim air kesana dengan menggunakan sumber air yang terdekat,” pungkasnya

 

Sumber :

https://uberant.com/article/632662-how-to-low-budget-marriage-invitations/

Insiden Bandung Lautan Api

Insiden Bandung Lautan Api

Insiden Bandung Lautan Api
Insiden Bandung Lautan Api

Pada tanggal 17 Oktober 1945

pasukan sekutu hadir ke Bandung yang diboncengi dengan oleh tentara NICA yang ingi mengembalikan kekuasaannya di Indonesia. Namun, semangat juang rakyat Indonesia, utamanya para cowok Bandung tetap semangat dan berkobar mempertahankan kemerdekaan. Pada balasannya pertempuran besar dan kecil berlansung di Bandung untuk mempertahankan kedaulatan Reublik Indonesia yang gres didirikan.

Untuk meredah ketegangan, diadakanlah negosiasi antara pihak RI dan AFNEI atau sekutu dan NICA, hasil negosiasi tersebut, kota Bandung dibagi menjadi dua bab yakni Bandung utara yang diduduki oleh pihak sekutu, sedangkan Bandung diduduki oleh pemerintah Indonesia.

Pada Tanggal 23Nopember 1945

sekutu mempersembahkan ultimatun biar pihak Indonesia harus meninggalkan dan mengosongkan tempat Bandung bab utara paling lambat hingga pada tanggal 29 Nopember, pihak sekutu mempersembahkan jangka waktu hingga lima hari, namun bahaya sekutu tersebut tidak diindahkan oleh para pejuang Bandung hingga pada batas yang diputuskan oleh pihak sekutu, sehingga terjadilah pertempuran pada tanggal 1 Desember 1945. Karena perlengkapan persenjaan pihak sekutu lebih lengkap, tentara sekutu berhasil menduduki kota Bandung bab utara.

Pada tanggal 23 Maret

kembali sekutu mengeluarkan ultimatun yang kedua kepada rakyat Bandung. Dalam ultimatun yang kedua pihak sekutu menyuruh para pejuang Bandung untuk mengosongkan kota Bandung dan meninggalkan kota Bandung. Akan tetapi para pejuang kota Bandung tidak menuruti ultimatun yang dikeluarkan oleh pihak sekutu. Akibatnya, terjadilah pertempuran yang sengit di Bandung bab selatan sehingga tentara sekutu terdesak. Karena terdesak, tentara sekutu meminta menolongan pemerintah RI untuk menghentikan pertempuran.

Pemerintah menyetujui seruan sekutu tersebut, dan memerintahkan para pejuang Bandung untuk menghentikan pertempuran dan meninggalkan kota Bandung. Namun dengan berat hati para pejuang Bandung meninggalkan kota Bandung. Pada ketika bergerak mundur, para pejuang bandung aben bangunan-bagunan penting di Badung bab selatan. Tujuannya biar supaya tidak dapat dipergunakan oleh pihak sekutu.

Peristiwa ituah dikenal sebagai kejadian Bandung lautan api.Istilah tersebut menggambarkan para pejuang Bandung rela berkorban demi mempertahankan kemerdekaan Bandung. Mereka rela aben rumah-rumah mereka sendiri dari pada dikuasai oleh tentara sekutu inggris dan NICA.

Baca Juga:

Doa Qunut Nazilah & Terjemahannya

Doa Qunut Nazilah & Terjemahannya

Doa Qunut Nazilah & Terjemahannya
Doa Qunut Nazilah & Terjemahannya

Doa Qunut Nazilah

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائ َللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَ اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ

Terjemahan Do’a Qunut Nazilah

Ya Allah Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”
.Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir hebat kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.
Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir hebat kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.
Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”. melaluiataubersamaini Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah! Sesungguhnya spesialuntuk kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang didiberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu”
.Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami diberibadah, spesialuntuk sebab Engkau kami shalat dan sujud, spesialuntuk kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, sebab bergotong-royong siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.

Baca Juga: Ayat Kursi 

Perbedaan dari Qunut Subuh/Witir dengan Qunut Nazilah

Dalam pelaksanaan dari dua do’a qunut tersebut diatas, ada beberapa perbedaannya yaitu

Kalau do’a qunut subuh/witir doanya sesuai yang sudah dilakukan oleh Rasulullah , sedangkan untuk qunut nazilah do’anya sesuai dengan kebutuhan
Do’a qunut subuh/witir dilaksanakan pada waktu sholat subuh atau pada ketika melakukan sholat witir dalam bulan ramadhan pada malam ke 16 keatas. Sedangkan qunut nazilah boleh dilaksanakan dalam sholat 5 waktu

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara
Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Negara

Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diputuskan melalui ikrar sumpah cowok pada tanggal 28 oktober 2928. Sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia, berfungsi :

Lambang kebanggan nasional
Lambang identitas nasional
Alat pemersatu bangsa dan suku bangsa
Alat penghubung antara kawasan dan antar budaya

1. Lambang Kebanggaan Nasional

Sebagai lambang pujian nasinal, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan. Bangsa Indonesia harus merasa gembira alasannya yaitu adanya bahasa Indonesia yang dapat menyatukan banyak sekali suku yang tidak sama. Ini mengatakan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan yang ada, atas dasar kebaanggan inilah bahasa Indonesia terpelihara dan berkembang serta rasa pujian memakainya senantiasa terbina.

2. Lambang Identitas Nasional

Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia kita junjung tinggi disamping bendera dan lambang negara kita. Untuk membangun kepercayaan diri yang kuat, sebuah bangsa memerlukan identitas, diantaranya sanggup diwujudkan melalui bahasanya. melaluiataubersamaini adanya sebuah bahasa yang sanggup mengatasi banyak sekali bahasa dan suku bangsa yang tidak sama sanggup mengidentikkan diri sebagai suatu bangsa melalui bahasa tersebut.

3. Alat Pemersatu Bangsa dan Suku Bangsa

Berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, kita sanggup berafiliasi satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga kesalah pahaman sebagai akhir perbedaan latar belakang budaya dan bahasa sanggup terhindarkan. Kalau kita ada sebuah bahasa, menyerupai bahasa Indonesia yang menyatukan suku-suku bangsa yang tidak sama, akan banyak muncul problem perpecahan bangsa, dan kita sanggup bepergian keseluruh plosok tanah air dengan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.

4. Alat Penghubung Antar Daerah dan Antar Budaya

Sebagai alat penghubung antar kawasan dan antar suku, bahasa Indonesia memungkinkan banyak sekali suku bangsa yang tidak sama itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya serta bahasa kawasan yang bersangkutan. melaluiataubersamaini demikian, kita sanggup meletakkan kepentingan nasional atas kepentingan kawasan (kesukuan) atau golongan.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara

Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, pasal 36 sebagai bahasa negara yang berfungsi :

1. Bahasa resmi kenegaraan Bahasa Indonesia digunakan untuk urusan-urusan kenegaraan. Dalam hal ini pidato-pidato resmi, dokumen dan surat-surat resmi harus ditulis dalam bahasa Indonesia, upacara-upacara kenegaraan juga dilansungkan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pemakaian bahasa Indonesia dalam acara-acara kenegaraan sesuai Undang-Undang Dasar 1945 mutlak dilakukan.

2. Bahasa pengantar dalam dunia Pendidikan Bahasa Indonesia ialah satu-satunya bahasa yang memenuhi kebutuhan akan bahasa yang seragam dalam pendidikan di Indonesia. Bahasa Indonesia ialah bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga pada sekolah tinggi tinggi, kecuali didaerah-daerah yang menggunakan bahasa wilayahnya sebagai bahasa pengantar hingga dengan tahun ketiga disekolah dasar.

3. Alat penghubung di tingkat nasinal untuk kepentingan pembangunan dan pemerintahan Bahasa Indonesia bukan saja sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar kawasan dan antar suku, melainkan juga sebagai alat perhubungan dalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya. Kalau ada lebih dari satu bahasa yang digunakan sebagai lat perhubungan, keefektifan pembangunan dan pemerintahan akan terganggu alasannya yaitu akan dibutuhkan waktu yang usang dalam berkomunikasi dan bahasa Indonesia sanggup mengatasi kendala ini.

4. Sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Bahasa Indonesia ialah satu-satunya bahasa di Indonesia yang memenuhi syarat untuk itu alasannya yaitu bahasa Indonesia sudah dikembangkan untuk keperluan tersebut dan bahasa ini dimengerti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada dikala yang sama pula bahasa Indonesia dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan nilai-nilai sosial budaya nasional.