AKUAPONIK

AKUAPONIK

AKUAPONIK
AKUAPONIK

Pengertian

Akuaponik merupakan salah satu cara mengurangi pencemaran air yang dihasilkan oleh budidaya ikan dan juga menjadi salah satu alternatif mengurangi jumlah pemakaian air yang dipakai oleh sistem budidaya.

Teknologi akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam rangka pemecahan keterbatasan air. Disamping itu teknologi akuaponik juga mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan.

Aquaponik yaitu memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan. Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi. Sistem teknologi akuaponik ini muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit, akuaponik yang merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran. Beberapa hal berkaitan dengan pemeliharaan ikan agar baik dalam teknologi akuaponik adalah sebagai berikut:

Jenis Ikan : Padat Tebar

* Ikan Mas : 10-200 ekor/m2
* Ikan Nila : 100-150 ekor/m2
* Ikan Gurame : 5-10 ekor/m2
* Ikan Lele : 100-150 ekor/m2
* Ikan Patin : 10-15 ekor/m2

Wadah Pemeliharaan

Wadah pemeliharaan ikan prinsipnya mempunyai pembuangan air yang dapat menyedot kotoran ikan ataupun sisa pakan yang digunakan untuk dialirkan kedalam bak filter misalnya dengan menggunakan ember – ember plastik ukuran 10-20 l atau papan kayu yang dibentuk menjadi seperti bak saluran air yang dilapisi plastik. luasan ember sebagai filter yang digunakan adalah 25% dari permukaan wadah pemeliharaan ikan seperti pada gambar. Sehingga air yang kotor menjadi bersih kembali. Medianya terdiri dari : batu kerikil atau batu apung lebih dianjurkan untuk digunakan karena jika memakai tanah maka seringkali jalannya air lebih terhambat karena tanah-tanah halus juga ikut hanyut dan menyumbat lubang pengeluaran

Sistem Resirkulasi

Secara ringkasnya dapat digambarkan sebagai berikut, air yang berasal dari wadah pemeliharaan ikan dialirkan dengan menggunakan pompa air ke filter yang juga berfungsi sebagai tempat untuk menanam tanaman, kemudian air yang sudah difilter tersebut dialirkan kembali kedalam kolam ikan dialirkan secara terus menerus, sehingga amoniak yang berada di kolam akan tersaring sampai 80 % oleh tanaman tersebut..jenis tanaman yang sudah dicoba dan berhasil cukup baik adalah kangkung, tomat, sawi dan fetchin atau pokchai. Karena media filter tidak menggunakan tahah maka agar tanaman dapat tumbuh baik perlu disemaikan dulu sampai bibit berumur 1-1,5 bulan baru siap dipindahkan pada sistem akuaponik dengan jarak tanam :

Jenis Tanaman – Jarak Tanam

* Kangkung – 10 cm
* Cabai – 40 cm
* Tomat – 40 cm
* Terong sayur – 40 cm

Baca Artikel Lainnya:

Lapisan Pada Kabel Fiber Optik

Lapisan Pada Kabel Fiber Optik

Lapisan Pada Kabel Fiber Optik
Lapisan Pada Kabel Fiber Optik
  • Inti

Pada bagian ini jenis  serat kaca sangat berpengaruh pada kualitas kabel fiber Optik tersebut. Diameter inti serat optik memiliki ukuran yang berbeda- beda. biasanya besar dari inti kabel Fiber Optik adalah sebesar rambut manusia. selain itu inti dari kabel fiber optik juga sangat berbahaya jika terkena kulit secara langsung karena bisa masuk kedalam pori – pori dan akan memecahkan pembuluh darah sehingga menyebabkan kematian.

  • Cladding

Untuk bagian ini  komponen terbuat dari kaca yang memiliki fungsi sebagai pelindung inti fiber optik. bagian ini juga sebagai jaket clandding . selain itu clandding juga berfungsi memancarkan cahaya  dari luar kepada inti.

  • Coating

lapisan ini sering kita sbut dengan mantel, Berbeda dengan inti dan clandding yang terbuat  dari kaca. untuk lapisan ini terbuat dari bahan plastik. fungsi dari mantel ini adalah untuk melindungi gangguan dari luar seoerti lengkungan kabbel dan kelembaban udara yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan dalam. Setiap mantel memiliki warna yang berbeda – beda , tujuannya adalah agar mudah dalam penyusunan urutan core.

  • Strength Member  & Outer Jacket.

Pelindung Utama berawal  dari lapisan ini. lapisan imi merupakan lapisan terluar dari kabel Fiber Optik, fungsinya adalah melindungi inti  dari gangguan secara langsung.

Sumber: https://www.kuliahbahasainggris.com/

Pengertian Fiber Optik, Latar Belakang, Tujuan dan Jenisnya

Pengertian Fiber Optik, Latar Belakang, Tujuan dan Jenisnya

Pengertian Fiber Optik, Latar Belakang, Tujuan dan Jenisnya
Pengertian Fiber Optik, Latar Belakang, Tujuan dan Jenisnya

Pengertian

Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah dari sinar laser atau LED.
Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi fiber optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi fiber optik saat ini, telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar, maka mampu dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian fiber optik sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi.

Latar Belakang:

pada jaman sekarang penggunaan kabel fiber optik sudah sangat banyak digunakan oleh banyak orang, untuk itu disini saya akan menjelaskan kelemahan serta kelebihan kabel fiber optik.

Maksud dan Tujuan :

  • Mengetahui apa itu kabel Fiber optik
  • mengetahui Kelemahan serta kelebihan Kabel Fiber Optik.

Jenis kabel Fiber optik :

  • Single Mode

Merupakan kabel fiber optik yang memiliki inti lebih kecil dengan ukuran 9 micron. memilik fungsi untuk mengirimkan sinar laser inframerah ( panjang gelombang mencapai 1300-1550nm) yang hanya bisa menyebarkan cahaya melalui sattu inti pada suatu waktu.

  • Multimode

Merupakan Multimode yang digunakan untuk tujuan komersial. Memiliki initi yang lebih besar dan memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat dalam waktu yang bersamaan. untuk diameternya, multimode mmemiliki diameter 62.5 micron dan memiliki fungsi menghantarkan sinar inframerah dengan panjang gelombang 850-1300nm.

Sumber: https://dosenpendidikan.co.id/

5 Hal penentu Kecepatan Smartphone

5 Hal penentu Kecepatan Smartphone

5 Hal penentu Kecepatan Smartphone
5 Hal penentu Kecepatan Smartphone

Melihat fenomena persaingan pasar smartphone saat ini

Para produsen seperti terus kejar-kejaran untuk mengeluarkan ponsel dengan jeroan berspesifikasi tinggi. Tengok saja dalam hal RAM, jika dahulu didominasi dengan angka 512MB ataupun hanya 1 hingga 2 GB saja, kini bahkan ada ponsel dengan RAM mencapai 6 dan 8 GB.

Sering kali jadi fokus utama ketika memilih ponsel yang diekspektasikan memiliki kinerja yang cepat dan lancar, ternyata RAM bukanlah satu-satunya unsur penentu kecepatan sebuah smartphone lho.

Nah, untuk menambah wawasanmu, terutama ketika hendak memilih smartphone baru, ternyata ada 5 faktor yang dapat mempengaruhi cepat atau tidaknya performa sebuah smartphone lho. Jangan sampai ketinggalan, simak selengkapnya di bawah ini!

RAM

Meskipun bukan segalanya, namun semakin tinggi RAM, pastinya semakin baik pula performa yang akan diberikan sebuah smartphone. Hal ini dikarenakan peran RAM yang taka hanya berguna untuk menjalankan aplikasi, tapi juga untuk menampung aplikasi sistem.

Ketika membeli smartphone berkapasitas RAM 4 GB, jangan heran apabila kapasitas yang bisa digunakan hanyalah sebesar 2 GB. Hal ini dikarenakan sisa RAM yang lainnya telah digunakan untuk menjalankan sistem operasi smartphone. Oleh karena itu, semakin besar RAM yang bisa digunakan, semakin besar pula RAM yang bisa digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi dalam satu waktu.

CPU

Central Procession Unit atau yang biasa disingkat CPU bisa dibilang merupakan otak sebuah ponsel pintar. Bagaimana tidak, CPU merupakan juru proses utama dari segala aktivitas yang terjadi pada sebuah smartphone.

Ketika membicarakan masalah CPU, Snapdragon, MediaTek, Intel, dan Exynos merupakan deretan nama CPU yang sering kali ditanamkan dalam sebuah ponsel. Namun dari banyaknya deretan nama CPU, Snapdragon dan Exynos menjadi dua nama yang paling populer dalam menyajikan performa smartphone yang maksimal.

GPU

Sesuai namanya, GPU atau Graphics Processing Unit, diandalkan sebuah juru olah grafis pada sebuah smartphone. Jenis GPU yang digunakan pada smartphone sangatlah berpengaruh besar terhadap seberapa lancarnya ponsel pintarmu untuk mengelola gambar atau video, tak hanya ketikaa melihat-lihat foto, tapi juga ketika menjalankan sebuah aplikasi game di ponsel. Smartphone dengan GPU Adreno dikenal lebih ‘gahar’ dalam memproses grafik pada smartphone dibandingkana PowerVR ataupun Mali.

CLOCK SPEED

Terlalu terpaku pada RAM, kebanyakan orang seharusnya juga memperhatikan clock speed dari CPU yang tepasang pada smartphone yang hendak dipilihnya. Bagaimana tidak, clock speed sangatlah berpengaruh dalam kinerja ponsel beraktivitas.

Sebagai contoh, prosesor Octa-core 1.0GHz VS prosesor Quad-core 2,5GHz lebih cepat mana? Jawabannya adalah Quad-core 2,5GHz. Hal ini dikarenakan prosesor tersebut memiliki 4 inti prosesor yang masing-masing bekerja di kecepatan 2,5GHz; jika bekerja bersamaan maka akan dihasilkan clock speed 10GHz.

UI

Disadari atau tidak, ternyata UI atau user interface ternyata juga memiliki peran yang cukup penting dalam mulus atau tidaknya sebuah smartphone bekerja. Misalnya MIUI dari rumah elektronik Xioami itu lebih ringan dan cepat jika dibandingkan dengan Zen UI ASUS, tapi sayangnya, kemulusan tersebut membuatnya lebih boros RAM.

Baca Juga :

Prinsip Dalam Pembelajaran

Prinsip Dalam Pembelajaran

Prinsip Dalam Pembelajaran
Prinsip Dalam Pembelajaran

Prinsip pembelajaran adalah merupakan kaidah

Hukum dan ketentuan-ketentuan yang harus dijadikan patokan dalam membuat perencanaan pembelajaran. Penyusunan perencanaan pembelajaran yang didasarkan pada prinsip yang ditetapkan, maka akan menghasilkan suatu perencanaan pembelajaran yang baik dan siap untuk digunakan.

Prinsip tersebut, yakni

1. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
2. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
3. Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia
4. Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar-mengajar yang sistematis.
5. Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.
6. Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.
7. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.

Dalam membuat perencanaan pembelajaran

Selain harus mempertimbangkan beberapa prinsip yang telah dikemukakan di atas, karena perencanaan pembelajaran sifatnya adalah pedoman operasional bagi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu

Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu

Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu
Caranya Memilih TV LED yang Sesuai untuk Kamu

Meski kini kita telah berada di era digital

Eksistensi televisi atau TV nyatanya belum bisa digantikan kehadirannya sebagai salah satu sumber hiburan di rumah.

 

Sudah bukan zamannya TV tabung lagi, kini para konsumen zaman now sudah mulai bermigrasi ke TV bersiluet ramping nan tak makan tempat, seperti TV LED misalnya. Bagaimana tidak, TV LED tak hanya hemat ruang, tapi juga memiliki teknologi pencahayaan amiting diode yang dipercaya mamapu menghemat listrik hingga 50% dibandingkan dengan TV tabung lho.

Namun kehadiran TV LED yang berjejer ramai di pasar elektronik kerap membawa rasa dilema muncul di benak. Menjawab keresahan tersebut, Shopeeingin berbagi sedikit tips dalam memilih TV LED nih. Agar tak ketinggalan, yuk simak selengkapnya berikut ini.

SESUAIKAN UKURAN TV DENGAN RUANGAN

Sebelum memilih TV LED, terlebih dahulu ketahuilah ukuran ruangan tempat dimana TV LED akan diletakkan nantinya. Jika ruangan cukup luas, TV LED dengan resolusi layar yang luas pun dapat jadi pilihan. Sebaliknya, jika ruangan terasa sempit, sebaiknya pilih TV LED dengan resolusi kecil pula, 20 inch misalnya.

PERHATIKAN KUALITAS GAMBAR DAN SUARA

Bukan sekedar layar untuk menampilkan tayangan televisi saja, pastikan bahwa TV LED yang akan jadi pilihanmu dapat menampilkan warna yang tak sekedar tajam, tapi juga jernih. Tampilan warna yang terlalu tajam terkadang dapat menyakiti mata, dan membuatnya cepat merasa lelah. Oleh karena itu, ketajaman warna bukanlah patokan, justru kejernihannya lah yang menjadi ukuran.

Tak hanya warna, suara yang dihasilkan oleh TV LED diharapakan tidaklah bising. Kualitas suara yang oke, pastinya dapat membuat momen menonton TV terasa lebih seru dan nyata.

LIRIK FITUR KONEKTIVITASNYA

Seperti perangkat elektronik zaman now lainnya, TV LED juga kerap disisipkan fitur konektivitas berupa port USB, HDMI, dan juga Aux. Sebelum akhirnya membungkus TV LED pilihan pulang, pastikanlah terlebih dahulu bahwa konektivitas yang disebutkan di atas telah terusung di TV LED pilihanmu tersebut. Meski terdengar sepele, fitur konektivitas tersebut dapat membantu menampilkan file multimedia dari berbagai perangkat ke dalam TV-mu lho.

Sumber : https://ngelag.com/

Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap

Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap

Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap
Gaya Bahasa Perbandingan Lengkap

Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum.

a. Perumpamaan

Yang dimaksud dengan perumpamaan di sini adalah padan kata simile dalam bahasa Inggris. Kata simile berasal dari bahasa latin yang bermakna “seperti”. Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Itulah sebabnya maka sering pula kata perumpamaan disamakan saja dengan “persamaan” misalnya:
Laksana bulan kesiangan
Umpama memadu minyak dengan air

b. Metafora

Metafora adalah perbandingan yang implisit jadi tanpa kata seperti atau sebagai di antara dua hal yang berbeda (Moeliono, 1984:3), metafora merupakan jenis gaya bahasa perbandingan yang paling singkat, padat, tersusun rapi. Di dalamnya terlihat dua gagasan: yang satu adalah sebuah kenyataan, sesuatu yang dipikirkan, yang menjadi objek; dan satu lagi merupakan perbandingan terhadap kenyataan tadi; dan kita menggantikan yang belakangan itu menjadi yang terdahulu. (Tarigan, 1983:141), misalnya
Tati jinak-jinak merpati
Ali mata keranjang
Perpustakaan gudang ilmu

c. Personifikasi

Personifikasi merupakan jenis majas yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Misalnya
Angin yang meraung,
Angin membelai indah sampai kerelung hatiku

d. Depersonifikasi

Gaya bahasa depersonifikasi atau pembendaan, adalah kebalikan gaya bahasa personpfikasi atau penginsanan, misalnya
Kalau dikau menjadi samudra, maka daku menjadi bahtera
Andai kamu menjadi bunga, biarlah aku menjadi tangkainya
Pada dasarnya gaya bahasa pembedaan ini terdiri dua klausa yang merupakan satu kalimat utuh. Hubungan antara klausa yang satu dengan klausa yang satu lagi bersifat bertautan atau bersifat pertentangan tergantung dari hubungan dan situasi wacana.

e. Alegori

Adalah cerita yang kisahkan dalam lambang-lambang merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan, tempat atau wadah objek-objek atau gagasan yang diperlambangkan, alegori biasanya merupakan cerita-cerita yang panjang dan rumit dengan maksud dan tujuan yang terselubung namun bagi pembaca yang jeli justru jelas dan nyata. Dengan kata lain, dalam kategori unsur-unsur utama menyajikan sesuatu yang terselubung dan tersembunyi. Alegori merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan sesuatu hal dengan lambang , Natawidjaya, (1986:74), jadi dalam penyampaian sesuatu tentu sangat berpengaruh pada lambang yang dijadikan sebagai alat.
Contoh: perkawinan adalah perjalanan mengarungi samudra

f. Antitesis

Secara alamiah antitesis berarti “lawan yang tepat” atau “pertentangan yang benar (Poerwadarminta; 1976:52). Antitetis adalah jenis gaya bahasa yang mengadakan komparasi atau perbandingan antara dua antonim yaitu kata-kata yang mengandung ciri-ciri semantik yang bertentangan (Ducrot & Todoro, 1981:227). Contoh:

Dia bergembira ria atas kegagalannya dalam ujian itu
Segala fitnahan tetangganya dibalasnya dengan budi bahas
yang baik Kecantikannyalah justru yang mencelakannya.
Tua, muda, besar, kecil, kaya miskin berbondong-bondong
mendatangi peresmian lapangan simaturukang kabupaten
jeneponto yang sangat luas.

Baca juga:

Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat

Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat

Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat
Cara Mudah Mepercepat Koneksi Wifi yang Terasa Lambat

Koneksi nirkable WiFi yang buruk bisa membuat orang merasa tertekan. Terutama ketika internet telah jadi bagian dari hidup sehari-hari, mulai dari hiburan sampai soal pekerjaan.

Namun Anda bisa tidak perlu panik bila koneksi WiFi di rumah mendadak terhambat. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek router yang Anda gunakan. Pasalnya, mulai dari posisi sampai pengaturan router ini akan berpengaruh pada kuat atau tidaknya sinyal WiFi.

Saat mengecek router Anda, pastikan Anda mencoba 10 langkah sederhana ini.

Cek posisi router

Mengecek posisi router terkesan hal sepele, padahal efeknya bisa besar. Router bekerja mengirimkan sinyal ke semua arah. Karena itu, sebaiknya letakkan router di bagian tengah ruangan.

Bila router diletakkan di samping jendela, maka ada sinyal yang dikirimkan ke luar. Ini akan membuat WiFi tersebut sia-sia dan tidak menjangkau seluruh bagian ruangan.

Jangan diletakkan di lantai

Letakkan router di tempat yang tinggi, misalnya meja atau lemari. Posisi yang lebih tinggi akan menguntungkan karena router dirancang untuk mengirimkan sinyal ke bawah. Selain itu, lantai mengandung bahan semen, beton dan logam yang sulit ditembus oleh sinyal WiFi.

Letakkan router di tempat khusus

Sinyal WiFi akan terpancar lebih kuat di dalam ruangan tempat Anda menyimpan router tersebut. Atas dasar itu, sebaiknya Anda meletakkan router tersebut dalam ruangan yang sering Anda tempati saat menggunakan internet.

Pilih tempat terbuka

Ada banyak bahan yang bisa menyerap sinyal router dan mengurangi kinerjanya. Untuk menjaga agar kinerja sinyal tetap optimal, sebaiknya Anda tidak meletakkan router di antara mebel berukuran besar dan dinding, atau di dalam lemari. Pilihlah posisi yang bebas himpitan serta membuat router tersebut dapat terlihat dari manapun.

Jauhkan dari elektronik lain

Jauhkan router Anda dari perangkat elektronik lain, seperti microwave, telepon nirkabel, serta TV. Perangkat apapun yang menghasilkan sinyal elektromagnetik bisa mengganggu dan melemahkan kinerja sinyal WiFi.

Atur antena agar berdiri

Atur agar antena router berada di posisi vertikal. Posisi ini akan membuat sinyal terpancar secara horizontal sehingga sinyal WiFi lebih mudah menjangkau seluruh bagian ruangan.

Periksa kekuatan sinyal

Ada sejumlah aplikasi, seperti Cloudcheck atau Amped yang dapat digunakan untuk keperluan ini. Saat mengecek sinyal, Anda bisa memetakan bagian mana yang menerima sinyal kuat dan mana yang menerima sinyal lemah.

Atur piranti lunak router

Anda juga bisa mempercepat koneksi WiFi dengan memasukkan pengaturan tertentu pada piranti lunak router. Akses menuju piranti lunak ini bisa dibuka melalui IP khusus. Anda bisa mengeceknya pada bagian bawah router atau pada panduan yang disertakan dalam boksnya.

Setelah masuk ke dalam menu pengaturan, ubahlah channel frekuensi router tersebut. Biasanya ada 14 channel yang bisa dipilih. Channel terbaik biasanya adalah 1, 6, dan 11. Channel tersebut cenderung minim gangguan karena jarang bersinggungan dengan channel yang digunakan orang lain.

Selain pengaturan channel, cek juga pemutakhiran firmware. Biasanya pembuat router akan mengeluarkan pemutakhiran firmware untuk memperbaiki kinerja perangkatnya.

Lakukan speed test

Lakukan speed test untuk mengetahui letak masalah koneksi Anda. Pertama cobalah melakukannya dengan koneksi WiFi, kemudian lakukan hal serupa menggunakan koneksi kabel. Jika keduanya sama-sama buruk, berarti masalah ada pada penyedia layanan internet Anda.

Beli router baru

Ini adalah jalan terakhir. Bila semua sudah dicoba dan Anda sudah memastikan masalah tidak berasal dari penyedia layanan internet, belilah router baru.

Sumber: https://www.galerinfo.com/

Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi

Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi

Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi
Tekhnik Kreatif Dalam Menulis Puisi
Puisi adalah susunan kata yang indah, bermakna, dan terikat konvensi (aturan) serta unsur-unsur bunyi. Menulis puisi biasanya dijadikan media untuk mencurahkan perasaan, pikiran, pengalaman, dan kesan terhadap suatu masalah, kejadian, dan kenyataan di sekitar kita.
Sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa puisi adalah merupakan juga salah satu jenis karya sastra yang banyak diminati. Hampir semua media massa memberikan ruang untuk menuangkan untaian hatinya dalam bentuk puisi. Biasanya terdapat pada kolom budaya dan sastra, menulis puisi biasanya berkaitan dengan beberapa hal: (1) pencarian ide (ilham), (2) pemilihan tema, (3) pemilihan aliran, (4) penentuan jenis puisi, (5) pemilihan diksi (kata) yang padat dan khas, (6) pemilihan permainan bunyi, (7) pembuatan larik yang menarik, (8) pemilihan pengucapan, (9) pemanfaatan gaya bahasa, (10) pembaitan yang memiliki satu objek, (11) pemilihan tpografi, (12) pemuatan aspek psikologis, (13) pemuatan aspek sosiologi, (14) penentuan tone dan feeling dalam puisi, (15) pemuatan pesan (meaning), dan (16) pemilihan judul yang menarik.
Berikut ini akan dijelaskan beberapa langkah praktis dengan menulis puisi dengan mempertimbangkan berbagai unsur pembangunan yang ada. Untuk itu, semakin kreatif pembelajaran dalam menapaki langkah-langkah ini, tentunya semakin cepat dan mudah pula untuk menuliskannya.

Pertama, Perlu Memahami Aliran

Aliran dalam sastra Indonesia di kenal sangat banyak. Seperti, aliran realisme, naturalisme, ekspresionisme, idealisme, romantisme, impresionisme, dan sebaginya. Aliran ini akan memandu saudara untuk menentukan pilihan sehingga tepat dalam menentukan  pengucapan sebuah puisi. Jika anda ingin menjadi “juru potret” kehidupan, anda perlu memilih aliran realistime, sehingga puisi-puisi yang dihasilkan juga realis. Puisi-puisi Taufik Ismail. Emha Ainun Najib, Wiji Tukul, dan Rendra adalah contoh-contoh puisi yang realis yang seringkali juga pamfletis.
Mungkin anda akan memilih mengekspresikan kejiwaan dan pikiran. Jika ini menjadi pilihan anda, biasanya anda akan melahirkan puisi-puisi ekspresionisme. Jenis puisi ini kuat untuk mengungkapkan pikiran dan kejiwaan penyairnya. Penyair seperti Chairil Anwar, sering dinilai sebagai pelopor ekspresionisme. Coba  perhatikan puisi Chairil Anwar yang ekspresionisme.

Aku

Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorangkan merayu
Tidak juga kau
Ta perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalan
Dari kumpulan yang terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret, 1943

Kedua, Perlu Memahami Tema

Tema dalam kepenulisan puisi merupakan masalah apa yang diangkat di dalam puisi. Jika kita mengamati puisi-puisi yang bersebaran dan bertebaran di media massa atau puisi yang dihasilkan oleh para penyair kita dalam berbagai bentuk penerbitan, tema yang diangkat mencakup (a) sosial, (b) Politik, (c) adat, (d) relejius/keagamaan, (e) keluarga, (f) nasionalisme, (g) kekerasan dan HAM, (h) cinta dan remaja, (i) cinta dan perselingkuhan, (j) hukum, (k) misteri, (l) horor, dan (m) komedi.
Puisi-puisi Hamid Jabbar misalnya seringkali mengangkat tema-tema relejius atau keagamaan, demikian juga puisi-puisi Abdul Hadi, dan Jamal D. Rahman bercirikan demikian.

Ketiga, Perlunya Imajinasi

Imajinasi dalam menuakan ide dalam puisi adalah sesuatu yang mutlak yang harus dimiliki oleh seorang penyair, karena puisi sesungguhnya merupakan realitas imajinatif, imajinasi sendiri sering didefinisikan sebagai kemampuan daya bayang manusia untuk menggambarkan mewujudkan sesuatu dalam angan-angannya secara cermat dan hidup.
Dalam penulisan puisi, dikenal beberapa wujud imajinasi yang lebih dikenal dengan citra, menurut Burhan Nurgiantora imaji atau citraan itu sendiri merupakan gambaran pengalaman indera yang diungkapkan melalui bahasa, Burhan menyebutkan pencitraan kedalam lima jenis citraan (a) citraan penglihatan (visual imagery), (b) citraan pendengaran (audio imagery), (c) citraan gerakan(cinestetic imagery), (d) citraan gerakan (tactil imagery), (e) citraan penciuman(olfaktori).
Imaji yang pertama, citraan penglihatan hakikatnya bagaimana seorang pengarang secara natural mampu melukiskan penggambarannya secara maksimal. Penggambaran penglihatan sehingga pembaca mampu tergiring untuk “melihat” dengan matanya, keindahan “yang dipotret” pengarang dengan bidikan matanya.
Contoh imaji dalam puisi yang menggunakan imaji (rekaan) dalam puisi. Contoh pertama ini merupakan contoh penggunaan imaji visual
Aku terlena di atas padang hijau yang membeku
Pohon-pohon rimbun membuatku terlena
Kekasihku bilang, akulah bidadari yang paling cantik
Seperti setia daun pada pohon
Contoh kedua, yang merupakan contoh yang menggunakan imaji audio, imaji ini meskipun relatif jarang digunakan tetapi memiliki kekuatan tersendiri dalam penulisan puisi:

Debur ombak adalah debur hatiku
Gemercik air adalah cintaku
Nyanyian angin sepoi membuatmu terlena
Jika aku sungguh terlena oleh derasnya gembang cintamu.

Contoh ketiga merupakan contoh penggunaan imaji gerak. Imaji ini meskipun sesungguhnya merupakan imaji yang menggambarkan gerak secara umum atau yang menggunakan gaya bahasa personifikasi.

Ombak itu merangkak tegak
Dengan perkasa melumatkan segalanya 
Membunuh siapa saja dengan gagahnya
Dia datang tak diundang, ooh, gelombang

Contoh keempat, merupakan contoh penggunaan imaji penciuman, yang merupakan ekspresi dari pengalaman indera penciuman yang intensif digunakan oleh seorang penyair
Harum asin itu menyengat
Bersama keringat melumat gairah pantaiku
Bau nelayan mampir juga dipipimu
Hai dara manisku, kau bak nelayan kehilangan perahu.
Contoh terakhir merupakan contoh penggunaan imaji taktil, imaji ini merupakan ekspresi dari pengalaman indera rabaan.

Halus bibirmu berbingkai sinar rembulan
Mengingatkan aku pada dua burung berkicau
Yang pernah kudengar disaat remajaku
Membuatku termenung berbuah lembut hati

Keempat, Menemukan Ide

Ide atau ilham itu ibarat bunga api, percikan parfum yang menebarkan gelora imajinasi. Taufik Ismail prihatin melihati kondisi keindonesian mutakhir ia menuliskan kumpulan dengan judul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia” (2003) , demikian juga Hamid jabbar memandang rupa-rupa negeri seperti tidak berbentuk, dia menuliskan puisi Indonesiaku.
Pengalaman penyair dalam memperoleh ide (ilham) memang beragam. mereka ada yang memperoleh melalui merenung, membaca puisi karya orang lain, pengalaman pribadi, membaca berita, menonton film, bercengkrama dan berjalan-jalan, dan sebagainya. Berikut contoh yang diihamni kesemberawutan kota Surabaya, anda dapat melihatnya dan membacanya pada uraian sebelumnya dengan judul “Surabayaku Ajari Aku tentang Benar”

Kelima, Perlunya Mengeramkan Ide

Ibarat terur ide itu butuh untuk ditetaskan . tanpa pengeraman karena itu, jelas tidak akan dapat melahirkan”puisi’itu. Pada tahap ini merupakan persiapan untuk mewujudkan ide atau gagasan yang telah dikandung, yang melitas-lintas,menari-nari, menggawang-awang,membayang, dan yang ditimang-timang. Inkubasi akan dapat meneteskan karya yang dapat dibanggakan. Sama-sama ide yang menghilhami penyiar misalnya,bisa jadi hasil puisi yang diciptakan berbeda. Potret “Buram Indonesia” menghilhami taufik Ismail untuk menulis puisi berjudul Kembalikan Indonesia Padaku dan Malu Aku Jadi Orang Indonesia.
Pengeraman yang berbeda dan pengucapan yang berbeda akan melahirkan bentuk dan isi yang berbeda pula, disinilah maka proses inkubasi (pengeraman) sangat tergantung pada pengalaman kreatif dan imajinatif penyair untuk memilih pengucapan yang tepat, perhatikan puisi WS Rendra berikut:
Nyanyian Fatimah Untuk Suto 
Kelambu ranjangku tersingkap
Di bantal beranda tergolek nasibku
Apabila firmanmu terucap
Masuklah kalbu ke dalam kalbu
Sedu sedan mengetuk tingkapku
Dari bumi di bawah rumpun mawar
Waktu lahir kau telanjang dan tak tahu
Tak hidup bukanlah tawar menawar
Puisi ini menggambarkan pengolahan ide “cinta” yang digarap penyairnya berbingkai kehidupan intim sepasang manusia, ide cinta yang melahirkan puisi cinta. Sebagai perbandingan, saya coba kutipkan seuntai puisi cinta yang dialami pengarang.
Ini kali pertama aku tinggalkan
Tinggal jauh dipelupuk mataku
Hati meraung perih
Seorang diri diambang senja
Mendung hitam, sehitam hati yang merana
Dingin malam yang terhembus dikerikil tajam
Merona hati menahan rindu
Pada dikau tambatan hati 
Oh…angin malam bisikkan kesepianku padanya
Dekap dirinya dengan kehangatan cinta
Puisi ini saya tulis, dalam kondisi hati saya sedang ditinggal pergi oleh pujaan hati, dia pergi menunaikan tugas lain selain melayani kekasihnya. Tentu anda pun memiliki banyak puisi yang serupa, gampangkan menulis puisi…? apalagi menulis puisi cinta yang semua orang pernah merasakannya.

Keenam, Pilihlah Cara Pengucapan yang Tepat

Cara pengucapan merupakan kekhasan seorang penyair, ada yang cenderung pengucapan puisinya pada gaya pamfletis, seperti Darmanto, atau liris sapardi Djoko Damono, pengucapan balada seperti WS Rendra bercampur pamfletis atau pengucapan parodi dan musikal ala Hamid Jabbar.

Ketujuh, Manfaatkanlah Gaya Bahasa

Salah satu sarana dalam mewujudkan estetika adalah gaya bahasa merupakan sarana strategis yang banyak dipilih penyair untuk mengungkapkan pengalaman jiwa ke dalam karyanya. Penggayabahasaan dalam bahasa, Burhan Nurgiyantoro, tidaklah memiliki maknah harfiah melainkan makna yang ditambahkan, atau makna yang tersirat.
Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum (Dale et all. 1971:220), Gaya bahasa atau majas pada umumnya dikelompokkan ke dalam menjadi tiga (a) majas perbandingan seperti metafora, analogi, (b) majas pertentangan seperti ironi, hiperbola, litotes, dan (c) majas pertautan seperti metonimia, sinekdoce, eufimisme (Sudjiman, 1996:4

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh jepang pada tanggal 29 April 1945. BPUPKI sering dikenal dengan sebutan Dokuritsu Junbi Choosakai. Anggota BPUPKI berjumlah 62 orang yang dilantik tanggal 28 Mei 1945 oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua dan wakil ketua adalah R. Panji Soeroso dan Ichibangase (orang Jepang).
Setelah anggotanya dilantik, BPUPKI mulai bekerja tanggal 29 Mei 1945, dengan tugas sebagai berikut.
  • Menyelidiki kemungkinan-kemungkinan Indonesia merdeka.
  • Mempersiapkan lahirnya Indonesia merdeka.
  • Menyusun rancangan dasar negara.
  • Membuat rancangan UUD.
Sidang I BPUPKI berlangsung 29 Mei 1945 s/d 1 Juni 1945 dibuka oleh Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Dalam sidang tersebut membahas dasar negara. Terdapat beberapa usulan rumusan dasar negara, yaitu sebagai berikut.

Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

menyampaikan usulan secara lisan, yaitu sebagai berikut.
  1. Peri Kebangsaan.
  2. Peri Kemanusiaan.
  3. Peri Ketuhanan.
  4. Peri kerakyatan.
  5. Kesejahteraan Sosial (Keadilan Sosial).

Setelah berpidato Muhammad Yamin menyampaikan usul tertulis tentang rancangan UUD. Didalam Rancangan Pembukaan UUD tersebut, terdapat rumusan lima asas negara merdeka yang berisi diantaranya Ketuhanan Yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Soepomo. (31 Mei 1945)

menyampaikan pokok pikiran tentang dasar negara, yaitu sebagai berikut.
  1. Persatuan.
  2. Kekeluargaan.
  3. Keseimbangan lahir dan batin.
  4. Musyawarah.
  5. Keadilan rakyat.

Ir. Soekarno. (1 Juni 1945)

mengusulkan lima asas untuk negara Indonesia, yaitu sebagai berikut.

  1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.
  2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan.
  3. Mufakat atau demokrasi.
  4. Kesejahteraan Sosial.
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

Sidang BPUPKI (29 – 1 Juni 1945)

belum dapat menetapkan ketiga usulan tersebut menjadi dasar negara, maka dibentuklah Panitia Sembilan. Anggota “Panitia 9” adalah sebagai berikut.

  • Ir. Soekarno, ketua merangkap anggota.
  • H. Agus Salim, anggota.
  • Mr. Ahmad Subardjo, anggota.
  • Mr. Muhammad Yamin, anggota.
  • Drs. Mohammad Hatta, anggota.
  • Mr.AA. Maramis, anggota.
  • Kiai hadji Wachid Hasyim, anggota.
  • Abdul Kahar Muzakkir, anggota.
  • Abikusno Tjokrosujoso, anggota.

Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia 9, berhasil merumuskan naskah Rancangan Pembukaan UUD, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Djakarta (Djakarta Charter), yaitu sebagai berikut.

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968 tanggal 13 April 1968, mengenai rumusan dasar negara dan penulisannya. Rumusan Pancasila yang benar (shohih) dan sah adalah yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang ditetapkan dan disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dengan rumusan sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sidang II BPUPKI

dilaksanakan pada tanggal 10-17 Juli 1945. Dalam sidang yang kedua, BPUPKI membahas dan merumuskan rancangan tentang konsep batang tubuh Undang-Undang Dasar Negara Indonesia merdeka. Dalam sidang II BPUPKI ini ddibentuk Panitia Hukum Dasar, yang terdiri dari 19 orang dan diketuai oleh Ir. Soekarno untuk mempermudah kinerjanya, panitia ini membentyk panitia kecil yang terdiri atas berikut ini.

a. Ketua : Prof Mr. Dr. Soepomo.
b. Anggota :
  1. Mr. Wongsonegoro.
  2. R. Soekardjo
  3. Mr. A.A. Maramis
  4. Mr. R. Pandji Singgih.
  5. H. Agus Salim.
  6. Dr. Soekiman.

Panitia kecil ini pada tanggal 13 Juli 1945 telah menyelesaikan tugasnya dan melaporkan tugasnya tersebut kepada Panitia Hukum Dasar. Selanjutnya pada tanggal 16 juli 1945, BPUPKI menyetujui Rancangan Undang-Undang Dasar tersebut.

Baca juga: