1.340 Seniman Siap Berbagi Ilmu Di Sekolah

1.340 Seniman Siap Berbagi Ilmu Di Sekolah

1.340 Seniman Siap Berbagi Ilmu Di Sekolah

Sebanyak 1.340 seniman mulai mengajar di sekolah dasar dan menengah

pada 28 provinsi. Mereka akan berbagi ilmu selama empat bulan melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang digagas Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Para seniman tersebut mengutamakan sekolah yang tidak memiliki guru kesenian.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, mengatakan, belajar kesenian, terutama mengenal seni yang berakar pada kebudayaan lokal, sangat penting. Dengan belajar seni, para siswa diharapkan tumbuh dengan karakter yang sesuai daerah masing-masing.

”Kebudayaan mewarnai perkembangan karakter siswa. Tapi banyak sekolah

yang tidak punya

guru kesenian. Sebab, kami memang kekurangan tenaga guru seni di sekolah. Makanya kami bekerja sama dengan 1.300 seniman lokal dan nasional untuk masuk ke sekolah,” katanya.

Menurut dia, GSMS merupakan bagian dari program penguatan pendidikan karakter yang menjadi agenda besar pemerintah pada bidang pendidikan. Dia menilai anak-anak yang tangguh dan berkarakter bukan cuma pintar di bidang sains, tapi juga terbiasa mengolah rasa melalui seni. Pendidikan seni membantu siswa mengenali budaya bangsa, belajar mengendalikan emosi dan mengenali bakat yang dimiliki. ”Belajar matematika dan teknologi itu penting, tapi olahraga dan kreativitas bisa diterapkan melalui kesenian,” katanya.

Hilmar menambahkan, GSMS bertujuan untuk memberikan akses kepada

siswa mengenal karakter seorang seniman. Bagi seniman, GSMS menjadi wadah mencari bakat seni generasi muda. ”Jadi, anak-anak diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan seniman dan seniman juga tahu bagaimana cara efektif membagi apa yang mereka ketahui,” ujarnya.

 

Baca Juga :