Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer

 

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu :

1. Sharing resources

Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.

2. Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.

3. Integrasi Data

Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.

4. Pengembangan dan Pemeliharaan

Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada komputer pusat.

5. Keamanan Data

Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini

Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

 

Hubungan Manusia, Filsafat dan Pendidikan

Hubungan Manusia, Filsafat dan Pendidikan

 

Hubungan Manusia, Filsafat dan Pendidikan

Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang paling unik dibandingkan dengan makhluk lainnya, sehingga sangat menarik untuk dikaji. Ia semakin berkembang dari hari kehari untuk bertahan hidup dan menjadi lebih baik. Selain itu manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna penciptaannya dari makhluk lain. Dengan panca indera, manusia berusaha memahami benda-benda konkrit. Namun tidak sampai di situ saja, manusia memiliki akal pikiran yang senantiasa bergolak dan berpikir dalam memahami situasi dan dan kondisi yang terjadi di alam. Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan.

Problematika pendidikan adalah masalah hidup dan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya, manusia akan selalu memerlukan pendidikan agar ia mampu mempertahankan hidup atau dapat mencapai kehidupannya agar lebih baik. Dalam sejarah, pendidikan sudah dimulai sejak adanya makhluk bernama manusia, ini berarti pendidikan itu tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan proses perkembangan dan kehidupan manusia.

Dalam paper kerja ini kami akan membahas tentang unsur-unsur pembentuk manusia yang dapat membantu manusia untuk hidup lebih baik. Dengan kata lain, konteks filsafat budaya sebagai ilmu tentang kahidupan manusia akan lebih disempitkan atau dibatasi pada kerangka berpikir pembentukan manusia yang lebih baik.

 

Hubungan Manusia, Filsafat dan pendidikan

Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial, dan melalui agama.

Pembentukan manusia yang lebih baik bukan dalam arti moral; baik buruknya manusia, tetapi dalam arti pembentukan manusia sebagai makhluk yang hidup dan berbudaya dalam perspektif filsafat budaya, yakni hidup yang lebih bijaksana,  dan lebih kritis. Filsafat bukanlah ilmu positif seperti fisika, kimia, biologi, tetapi filsafat adalah ilmu kritis yang otonom di luar ilmu-ilmu positif. Kelompok mencoba mengangkat tiga unsur pembentukan manusia. Ketiga unsur pembentuk itu antara lain:

(1) pengetahuan manusia tentang diri sendiri dan lingkungannya;

(2) manusia dalam hubungannya dengan hidup komunitas; dan

(3) agama membantu manusia hidup dengan lebih baik.

Pengetahuan menjadi unsur yang penting dalam usaha membentuk manusia yang lebih baik. Dengan pengetahuan yang memadai manusia dapat mengembangkan diri dan hidupnya. Apa yang diketahui secara lebih umum dalam pengetahuan, dalam ilmu diketahui secara lebih masuk akal.

Pengetahuan yang dimaksud di sini lebih pada pengetahuan manusia tentang diri sendiri dan dunianya. Ketika manusia mengetahui dan mengenal dirinya secara penuh, ia akan hidup secara lebih sempurna dan lebih baik dalam dunia yang adalah dunianya. Berkaitan dengan itu manusia juga membutuhkan pengetahuan tentang lingkungan atau dunianya. Dengan pengetahuan yang ia miliki tentang dunia atau lingkungannya, manusia dapat mengadaptasikan dirinya secara cepat dan lebih mudah.

Manusia ternyata tidak hidup sendirian dalam dunianya. Ia hidup dalam hubungan dengan dan membutuhkan manusia lain, yang menunjukkan hakikat dari manusia, yaitu sebagai makhluk sosial. Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat membentuk dan mengembangkan dirinya sehingga dapat hidup secara lebih baik; lebih bijaksana dan lebih kritis. Dengan demikian manusia pada hakikatnya hidup bersama dengan orang lain atau hidup dalam suatu komunitas tertentu. Jadi, kebersamaannya dengan orang lain dalam suatu komunitas inilah yang turut menentukan pembentukan yang memperkenankan manusia itu hidup atas cara yang lebih baik dan lebih sempurna dalam dunianya.

Unsur lain yang dapat membantu membentuk manusia sehingga manusia dapat hidup secara lebih baik, lebih bijaksana adalah agama. Ketiga unsur pembentuk manusia untuk hidup secara lebih baik itu akan dilihat dan dijelaskan secara lebih dalam pokok-pokok berikut.

 

Manusia mengetahui dirinya dan dunianya

Telah dikatakan sebelumnya (pada bagian pendahuluan) bahwa pengetahuan merupakan salah satu unsur yang penting dalam hubungan dengan pembentukan manusia untuk hidup secara lebih baik dan lebih sempurna. Manusia adalah makluk yang sadar dan mempunyai pengetahuan akan dirinya. Selain itu juga manusia juga mempunyai pengetahuan akan dunia sebagai tempat dirinya bereksistensi.

Dunia yang dimaksudkan di sini adalah dunia yang mampu memberikan manusia kemudahan dan tantangan dalam hidup. Dunia di mana manusia bereksistensi dapat memberikan kepada manusia sesuatu yang berguna bagi pembentukan dan pengembangan dirinya. Pengetahuan merupakan kekayaan dan kesempurnaan bagi makhluk yang memilikinya.

Manusia dapat mengetahui segala-galanya, maka ia menguasai makhluk lain yang penguasaannya terhadap pengetahuan kurang. Dalam lingkungan manusia sendiri seseorang yang tahu lebih banyak adalah lebih baik bila dibandingkan dengan yang tidak tahu apa-apa. Pengetahuan menjadikan manusia berhubungan dengan dunia dan dengan orang lain, dan itu membentuk manusia itu sendiri.

 

Manusia dalam hidup komunitas

Secara umum komunitas dapat diartikan sebagai suatu perkumpulan atau persekutuan manusia yang bersifat permanen demi pencapaian suatu tujuan umum yang diinginkan. Dan umumnya tujuan yang hendak dicapai itu didasarkan atas kesatuan cinta dan keprihatinan timbal balik satu dengan yang lain. Jadi, secara tidak langsung hidup komunitas dapat dimengerti sebagai suatu kehidupan dimana terdapat individu-individu manusia yang membentuk suatu persekutuan guna mancapai suatu tujuan bersama. Dan tujuan yang dicapai itu selalu merunjuk pada nilai-nilai tertentu yang diinginkan bersama.

Misalnya, nilai kebaikan, keindahan, kerja sama dan sebagainya. Selanjutnya, dalam mencapai tujuan bersama itu setiap individu (anggota persekutuan) saling berinteraksi atau bekerjasama satu dengan yang lain guna tercapainya tujuan yang ingin dicapai. Akan tetapi serentak pula tak dapat disangkal bahwa melalui kehidupan komunitas kepribadian manusia dapat dibentuk melalui proses sosialisai dan internalisasi. Artinya, melalui nilai-nilai yang dicapai dalam hidup komunitas itu disampaikan kepada setiap individu (anggota persekutuan). Selanjutnya, nilai-nilai itu dijadikan oleh pegangan dalam diri setiap individu.

 

Agama membantu manusia hidup lebih baik

Arti budaya telah diangkat kembali oleh renesans dengan karakter naturalistik, yaitu budaya dipahami sebagai pembentukan manusia dalam dunianya, yakni sebagai pembentukan yang memperkenankan manusia hidup atas cara yang lebih bijaksana dan lebih sempurna dalam dunia yang adalah dunianya. Dalam konteks ini, agama mendapat tempat dan peranan penting.

Agama dimengerti sebagai unsur integral dari budaya, terutama karena mengajarkan bagaimana hidup dengan baik, hidup dengan bijaksana dan nilai-nilai universal lainnya. Dalam agama terkandung ajaran-ajaran kebijaksanaan (dalam arti tertentu filsafat dipahami sebagai kebijaksanaan) yang dapat mengarahkan manusia kepada hidup yang lebih baik. Dengan demikian, hidup yang lebih baik dalam perspektif filsafat budaya adalah pembentukan kebijaksanaan secara internal dalam diri manusia melalui ajaran-ajaran agama.

Manusia tidak dapat dilepaskan dari agama dalam kehidupannya. Maksudnya adalah bahwa agama menjadi sarana di mana manusia dapat memenuhi keinginannya untuk dapat hidup dengan lebih bijaksana. Dengan kata lain agama membantu manusia untuk dapat hidup lebih baik. Melalui agama manusia dapat menjadi bijaksana untuk mencapai realisasi dirinya yang lengkap sehingga menjadi suatu microcosmos yang sempurna dalam macrocosmos.

Setiap agama umumnya mengajarkan kepada para penganut atau pengikutnnya untuk hidup sebagai orang yang saleh, baik di hadapan manusia maupun di hadapan yang Ilahi. Dengan demikian agama dapat mengarahkan manusia kepada hidup yang lebih baik. Agama membentuk manusia untuk menjadi lebih baik, lebih bijaksana dengan menanamkan nilai-nilai universal dalam diri manusia itu.

Manusia sebagai makhluk hidup umumnya mempunyai cirri-ciri sebagai berikut.

  1. Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otakmya.
  2. Mengadakan metabolisme atau penyusun dan pembongkaran zat, yaitu ada zat yang masuk dan keluar.
  3. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
  4. Memiliki potensi untuk berkembang.
  5. Tumbuh dan berkembang
  6. Berinteraksi dengan lingkungannya.
  7. Bergerak.

            Apabila di bandingkan dengan tubuh hewan tingkat tinggi lainnya, seperti gajah, harimau, burung, dan buaya, tubuh manusia lebih lemah. Gajah dapat mengangkat balok yang berat, harimau dapat berjalan cepat, burung dapat terbang, dan buaya dapat berenang cepat. Sekalipun demikian, rohani manusia, yaitu akal budi dan kemauannya sangat kuat sehingga dengan akal budi dan kemauannya, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

            Rasa ingin tahu atau kuriositas manusia terus tumbuh dan berkembang dengan pesat. Rasa ingin tahu ini tidak pernah dapat terpuaskan apabila suatu masalah dapat di pecahakan, akan tibul masalah lain yang menunggu pemecahannya, manusia bertanya terus, setelah tahu apa, ia ingin tahu bagaimana dan mengapa. Dengan demikian, manusia mampu menggunakan pengetahuan yang telah lama yang di peroleh dikombinasikan dengan pengetahuan yang baru menjadi pengetahuan yang lebih baru lagi.

Manusia menggunakan rasionya sebagai alat untuk hal-hal berikut.

  1. Menemukan kebenaran dalam pendidikan.
  2. Merasionalisasi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan cara berpikir yang mendalam, logis, dan rasional untuk mengembangkan pola pendidikan yang utama bagi peningkatan akhlak manusia kepada Allah SWT. Dan sesama manusia.
  3. Menjadikan semua objek ilmu pengetahuan sebagai objek material yang cara kerjanya radikal dan mendalam untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran.
  4. Kebenaran yang bersifat observatif dan empiris sebagai langkah awal menuju pencarian kebenaran yang hakiki. Dengan demikian, pendidikan dikembangkan dengan paradigm bersama depan.

            Dalam persepektif filsafat pendidikan, mempelajari jati diri manusia sangat penting karena alasan berikut.

  1. Semua manusia tercipta dalam keadaan tidak memiliki ilmu pengetahuan, manusia bagian dari alam.
  2. Manusia terlahir dalam keadaan fitrah, diciptakan dengan fitrahNya.sumber ilmu berasal dari Allah pencipta manusia.
  3. Manusia diwajibkan mencari ilmu, sumber ilmu berasal dari Allah pencipta manusia.
  4. Belajar dan mengamati jiwa manusia merupakan metode mengesakan Tuhan.
  5. Manusia berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, manusia diciptakan sebagai pelajaran bagi manusia sendiri tanpa mengenal batas dan keyakinan.

Kelima alasan berikut merupakan titik tolak dan prinsip lahirnya filsafat pendidikan tentang manusia. Hal ini karena dengan lima pandangan tersebut, manusia tidak berhenti mengembangkan pendidikan, baik secara praktis. Sebgai hasilnya, pendidikan semakin berkembang dan jati diri manusia semakin diketahui eksitensinya.

Adapun fungsi filsafat pendidikan tentang manusia adalah :

  1. Meningkatkan pola hidup manusia di muka bumi;
  2. Meningkatkan kebudayaan masyarakat dlm merekayasa dan mengeksploitasi alam;
  3. Meningkatkan kemandirian manusia dalam bertahan hidup;
  4. Memelihara kelangsungan reproduksi;
  5. Mewasdai gejalaalam yang akan menimbulkan petaka bagi manusia;
  6. Memelihara dirinya dari berbagi macam penyakit;
  7. Beradaptasi dengan kondisi alam yang berubah-ubah;
  8. Meningkatkan harkat dan mertabat manusia dari segi pendidikan kealaman;
  9. Fungsi ekonomi, polotik, agama, dan sosial budaya; dan
  10. Sarana pengabdian kepada Tuhan,

Filsafat pendidikan tentang manusia wajib dipelajari agar manusia memiliki kapabilitas yang ilmiah dalam membaca dalam gejala kemanusiaan universal dan memanfaatkan berbagai kelebihannya untuk menjalankan kehidupan di dunia.

Ciri-ciri filsafat tentang manusia adalah :

  1. Merupakan pengetahuan filsafat yang universal karena seluruh kajian filsafat akan membicarakan manusia;
  2. Menjadikan manusia sebagai subjek dan objek pengembangan;
  3. Memerlukan pemahaman mendalam agar manusia menyadari kepentingan halam jagat raya ini hidup berdampingan dengan seluruh alam jagat raya ini;
  4. Memahami keberadaan manusia secara komprehensif dan kontemplatif.

Adapun manfaat filsafat pendidikan tentang manusia adalah manfaat filsafat pendidikan tentang manusia adalah memberikan pengethuan empiris dan terukur kepada manusia, sebagai mana gejala ke manusian yang dapat di hitung secara matematis sehingga manusia lebih wapada menghadapi berbagai perubahan kehidupan yang akan mendatangkan mala petaka.

 

Kesimpulan

Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Baca juga: Rotasi Bumi Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial, dan melalui agama.

Manusia sebagai makhluk hidup umumnya mempunyai cirri-ciri sebagai berikut; Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otakmya, mengadakan metabolisme atau penyusun dan pembongkaran zat, yaitu ada zat yang masuk dan keluar, memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar, memiliki potensi untuk berkembang, tumbuh dan berkembang, berinteraksi dengan lingkungannya dan bergerak.

Perkembangan Pemikiran Makro Ekonomi

Perkembangan Pemikiran Makro Ekonomi

 

Perkembangan Pemikiran Makro Ekonomi

Pemikiran Klasik

         Teori makroekonomi yang menjadi pegangan umum para ahli ekonomi sebelum tahun 1937 dijuluki dengan nama teori makroekonomi klasik. Kaum klasik secara ideologi percaya bahwa sistem di mana setiap orang betul-betul bebas untuk melakukan kegiatan ekonomi apapun bisa mencapai kesejahteraan masyarakat secara otomatis (lassez faire). Menurut mereka, peranan pemerintah harus dibatasi seminimal mungkin, sebab apa yang bisa dikerjakan oleh pemerintah dapat dikerjakan oleh swasta secara lebih efisien. Kegiatan pemerintah haruslah dibatasi pada macam-macam kegiatan yang betul-betul tidak dapat dilakukan oleh swasta dengan efisien misalnya di bidang pertahanan, pemerintahan, ataupun pendidikan. Dengan ciri ideologi ini, kita dapat mengetahui bahwa di bidang makroekonomi pun mereka tidak menghendaki campur tangan pemerintah. Jadi esensi dari teori makroekonomi adalah suatu perekonomian laissez faire adalah self-regulating yang artinya mempunyai kemampuan untuk menghasilkan tingkat kegiatan ekonomi nasional (misalnya GDP) yang efisien (full employment) secara otomatis.

         Menurut kaum klasik, di pasar barang tidak mungkin terjadi kelebihan produksi atau kekurangan produksi untuk jangka waktu yang lama. Pendapat semacam itu dilandasi adanya kepercayaan bahwa setiap barang yang diproduksi selalu ada yang membutuhkan, dan harga-harga adalah fleksibel yang dapat dengan mudah berubah sehingga kembali pada posisi full employment. Pada pasar tenaga kerja, bila harga upah cukup fleksibel maka permintaan tenaga kerja akan selalu seimbang dengan penawaran tenaga kerja. Jadi pada tingkat upah tersebut tenaga kerja bersedia dibayar sebesar upah tersebut, dan yang menganggur adalah mereka yang tidak bersedia dibayar pada tingkat upah tersebut.

         Karena uang tidak dapat menghasilkan apa-apa kecuali mempermudah transaksi, maka uang yang diminta masyarakat hanya sejumlah kebutuhan akan transaksi. Jadi semakin banyak transaksi yang dilakukan akan semakin banyak uang tunai yang dibutuhkan masyarakat. Sedangkan esensi teori klasik di pasar luar negeri adalah bahwa suatu perekonomian nasional tidak perlu merepotkan diri untuk menyeimbangkan neraca perdagangannya.

 

Pemikiran Keynes

         Keynes ada pada posisi yang unik dalam sejarah pemikiran ekonomi barat, karena pada saat-saat krisis ideologi Keynes dapat menawarkan suatu pemecahan yang merupakan jalan tengah. Dia berpendapat bahwa untuk menolong sistem perekonomian negara-negara tersebut, orang harus bersedia meninggalkan ideologi

laissez taire yang murni. Tidak bisa tidak, pemerintah harus melakukan campur tangan lebih banyak dalam mengendalikan perekonomian nasional.

           Keynes

         Keynes mengatakan bahwa kegiatan produksi dan pemilikan faktor-faktor produksi masih tetap bisa dipegang oleh swasta, tetapi pemerintah wajib melakukan kebijakan-kebijakan yang secara aktif akan mempengaruhi gerak perekonomian. Sebagai contoh, pada saat terjadi depresi, pemerintah harus bersedia melakukan program atau kegiatan yang langsung dapat meyerap tenaga kerja (yang tidak tertampung di sektor swasta), meskipun itu membutuhkan biaya besar.

         Inti dari ideologi Keynesianisme adalah Keynes tidak percaya akan kekuatan hakiki dari sistem laissez faire untuk mengoreksi diri sendiri sehingga tercapai kondisi efisien (full employment) secara otomatis, tetapi

kondisi full-employment hanya dapat dicapai dengan tindakan-tindakan terencana.

 

Pemikiran Moneteris (Monetarism)

     Milton Friedman

     Selama tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an, di bawah pimpinan ekonom terkenal Milton Friedman dari Chicago University (kini hijrah ke Stanford University) telah berkembang suatu aliran pemikiran (school of thought) di dalam makroekonomi yang dikenal sebagai aliran moneteris (monetarism). Para ekonom dari aliran moneteris ini menyerang pandangan dari aliran Keynesian, terutama menyangkut penentuan pendapatan yang dinilai oleh mereka sebagai tidak benar. Kaum moneteris menghendaki agar analisis tentang penentuan pendapatan memberi penekanan pada pentingnya peranan jumlah uang beredar (money supply) di dalam perekonomian. Perdebatan yang lain menyangkut : efektifitas antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, peranan kebijakan pemerintah, dan tentang kurva Phillips (kurva yang menunjukkan bahwa hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah saling berkebalikan).

         Bagi kaum moneteris, jumlah uang beredar merupakan faktor penentu utama dari tingkat kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu perekonomian. Dalam jangka pendek (short run), jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja; sedangkan dalam jangka panjang (long run) jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat harga atau inflasi. Menurut Milton Friedman “inflasi ada di mana saja dan selalu merupakan fenomena moneter”. Pertumbuhan moneter atau uang beredar yang berlebihan dalam hal ini bertanggung jawab atas timbulnya inflasi, dan pertumbuhan moneter yang tidak stabil bertanggung jawab atas timbulnya gejolak atau fluktuasi ekonomi. Oleh karena pertumbuhan moneter sangat berpengaruh terhadap variabilitas, baik variabilitas dalam tingkat harga maupun pertumbuhan output (GNP), maka kebijakan moneter yang diambil pemerintah sedapat mungkin haruslah dapat menjamin terciptanya suatu tingkat pertumbuhan moneter atau jumlah uang beredar yang konstan dan tetap terkendali pada tingkat yang

rendah.

         Adapun gagasan pokok dari aliran moneteris yang dianggap penting di antaranya adalah :

  1.    Sektor atau perekonomian swasta pada dasarnya adalah stabil.
  2. Kebijakan makroekonomi aktif seperti kebijakan fiskal dan moneter hanya akan membuat keadaan perekonomian menjadi lebih buruk. Bahkan secara ekstrim mereka mengatakan bahwa “kebijakan makroekonomi yang aktif itu lebih merupakan bagian dari masalah, dan bukan bagian dari solusi”. Dengan perkataan lain, kaum moneteris menghendaki suatu peran atau campur tangan pemerintah yang seminimum

mungkin di dalam perekonomian.

  1. Seperti halnya dengan aliran Klasik, kaum moneteris berpendapat bahwa harga-harga dan upah di dalam perekonomian adalah relatif fleksibel, yang akan menjamin keadaan keseimbangan di dalam perekonomian selalu bisa diwujudkan.
  2. Jumlah uang beredar merupakan faktor penentu yang sangat penting dari tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

           Berbagai pendapat atau gagasan kaum moneteris di atas, memiliki implikasi kebijakan yang penting , yaitu :

  1. Stabilitas di dalam pertumbuhan jumlah uang beredarlah yang merupakan kunci dari stabilitas makroekonomi, dan bukan kebijakan makroekonomi aktif yang menimbulkan fluktuasi dalam pertumbuhan jumlah uang beredar yang menjadi penentu kestabilan makroekonomi.
  2. Kebijakan fiskal itu sendiri memiliki pengaruh sistematis yang sangat kecil, baik terhadap pendapatan nasional riil maupun pendapatan nasional nominal; dan bahwa kebijakan fiskal (fiscal policy) bukanlah suatu sarana atau alat stabilisasi yang efektif.

 

Pemikiran Rational Expectation (Ratex)

         Penganut rational expectation (ratex) tidak lain adalah kelompok klasik baru (new-classical), karena asumsi ratex dijadikan oleh kaum tersebut sebagai landasan pokok seluruh analisis dan pemikirannya. John Muth merupakan pencetus pertama ide ratex dimana pada awal 1960-an ia mengemukan premis :

”ekspektasi tiap individu bersifat rasional bila ekspentasi tersebut identik dengan hasil prediksi model”. Premis ini mengandung pengertian bahwa apabila masyarakat mengetahui benar informasi tentang suatu peristiwa atau kebijakan maka mereka akan bereaksi dimana reakasi tersebut berciri rasional. Sebagai gambaran, jika masyarakat mengetahui bahwa jumlah uang beredar meningkat dan

mereka menyadari bahwa dampaknya akan terasa di dalam peningkatan harga maka ekspektasi harga juga akan ikut meningkat.

         Menurut penganut model ratex jika dan hanya jika masyarakat membuat kesalahan ekspektasi maka kebijakan pemerintah dapat memberi hasil, contohnya pada kebijakan peningkatan jumlah uang beredar berdampak pada peningkatan output. Walau demikian, paham klasik tentang kekuatan pasar nampaknya sangat

kuat berakar juga pada penganut model ratex. Menurut pandangan penganut ratex jika kesalahan terjadi, intervensi pemerintah semacam contoh di atas tetap tidak diinginkan karena ia justru akan menghasilkan ketidakpastian yang lebih besar lagi. Berbeda dengan pandangan kaum monetaris dimana mereka masih memberi “ruang” untuk melihat berbagai dampak kebijakan pemerintah melalui perlakuan eksplisit terhadap faktor adaptive expectation, khususnya dalam jangka pendek.

         Memang agak sulit untuk membayangkan suatu keadaan dimana individu dapat mengetahui semua informasi sehingga ekspektasinya menjadi rasional. Seperti tidak kurang sulitnya untuk membayangkan situasi dimana dalam jangka pendek suatu kebijakan seperti menaikkan jumlah uang beredar akan tidak

mempunyai dampak sama sekali terhadap tingkat output. Menurut jawaban penganut ratex kesalahan ekspektasi karena kesulitan memperoleh informasi memang tak dapat dihindarkan meskipun yang bersangkutan sangat rasional dalam pengambilan keputusan. Dengan pengertian lain, menurut mereka untuk mempunyai ekspektasi

rasional tidak harus selalu bebas dari membuat kesalahan ekspektasi.

 

Pemikiran New Classical

         Pada dasarnya munculnya aliran pemikiran ini karena terjadi perubahan fenomena perekonomian setelah era golden age macroeconomics (1940-1970) mulai berakhir. Di tahun 70-an (1974-1975) terjadi oil shock dalam perekonomian dunia dimana harga minyak di pasar dunia meningkat sangat tinggi (oil boom) sehingga

harga-harga meningkat (inflasi) yang sangat mempengaruhi kondisi ekonomi Amerika.

         Aliran pemikiran ini mengkombinasikan pemikiran monetaris dengan beberapa ide yang dulu telah dikemukakan oleh aliran klasik, yakni : pasar tenaga kerja dan pasar kapital akan menyesuaikan secara penuh. Untuk itu, berdasarkan asumsi bahwa individu mampu mengefisienkan penggunaan informasi yang

tersedia dalam membuat peramalan. Dengan menggunakan tiga alat dari monetaris, market clearing (mekanisme pasar), dan rational expectation (ekspektasi rasional). Pemikiran ini melumpuhkan pemikiran Keynesian, dengan menekankan lagi pada tidak perlunya intervensi pemerintah seperti yang dikemukakan aliran klasik

sebelumnya (Galbraith dan Darity, 1994).

         Pemikir pada aliran ini yang terkenal adalah Edward Prescott. Ia dan pengikutnya mengembangkan model yang dikenal dengan model siklus bisnis riil (Real Business Cycle Model atau Model RBC). Model ini mengasumsikan bahwa output selalu akan berada pada tingkat natural. Jadi semua fluktuasi output hanyalah

pergerakan dari dan ke tingkat output natural atau dalam kondisi full employment (tidak ada pengangguran).

         Pergerakan output disebabkan karena adanya kemajuan teknologi (technological progress). Apabila ada penemuan baru, produktivitas akan meningkat dan menyebabkan output akan meningkat pula. Peningkatan produktivitas akan meningkatkan upah yang akan membuat tenaga kerja semakin giat bekerja. Dengan demikian produktivitas akan meningkatkan output dan kesempatan kerja.

 

Pemikiran New Keynesian

         Penganut aliran New Keynesian berpendapat bahwa sintesis yang timbul sebagai respon terhadap kritik ekspektasi rasional pada dasarnya adalah benar, yakni asumsi yang menyatakan bahwa nilai-nilai ekspektasi perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan perekonomian nasional, dimana nilai tersebut harus

serasional mungkin berdasarkan informasi yang tersedia. Mereka juga berargumentasi bahwa masih cukup banyak yang harus dipelajari tentang sifat-sifat dan karakteristik yang tidak selalu sempurna dalam kondisi pasar yang berbeda, disamping juga tentang implikasi dari ketidak-sempurnaan tersebut bagi evolusi makroekonomi.

         Salah satu kajiannya berfokus pada aspek menentukan tingkat upah dalam pasar tenaga kerja. Tingkat upah yang efisien muncul dari suatu gagasan yang apabila upah yang diterima oleh pekerja adalah terlalu rendah mengakibatkan hal-hal seperti (a) pekerja tidak termotivasi untuk menghasilkan ouput yang

optimal (bermalas-malasan), (b) masalah tentang moral dalam suatu perusahaan, (c) kesulitan didalam mendapatkan dan mempertahankan pekerja yang berkualitas, dan lain sebagainya. Salah seorang yang sangat berpengaruh terhadap issue tersebut adalah George Akerlof dari Berkeley, yang mempunyai gagasan tentang

suatu “norma”, yang mengkaji apa yang sebenarnya disebut dengan “fair” dan “unfair”. Penelitian ini menggali aspek sosiologi dan psikologi yang selama ini ditinggalkan, serta menjelaskan implikasinya terhadap dunia makroekonomi.

         Hal lain yang juga diteliti oleh aliran New Keynesian adalah peran dari ketidaksempurnaan dalam pasar kredit. Diasumsikan bahwa dampak dari kebijakan moneter akan bekerja melalui tingkat suku bunga, dimana perusahaan atau individu dapat meminjam uang dengan tingkat suku bunga yang telah ditentukan. Didalam kenyataannya, perusahaan dan individu tersebut meminjam uang dari bank, dimana bank sering merendahkan potensi yang dimiliki oleh peminjam dibandingkan dengan keinginan bank untuk memberikan pinjamannya pada tingkat suku bunga yang telah ditentukan. Mengapa hal ini dapat terjadi, dan bagaimana hal tersebut

mempengaruhi pandangan kita tentang bekerjanya suatu kebijakan moneter menjadikan subyek-subyek kajian dari berbagai penelitian, utamanya oleh Ben Bernanke dari Princeton.

         Hal lain yang juga dikaji adalah tentang kekakuan dari nilai nominal. Fischer dan Taylor menyatakan bahwa keputusan untuk merubah tingkat upah atau harga secara tiba-tiba akan mengakibatkan output dapat menyimpang dari tingkat keseimbangan dalam waktu yang cukup lama. Kesimpulan ini menimbulkan berbagai

isu, apabila perubahan yang tidak terduga tersebut bertanggungjawab, paling tidak sebagian, terhadap fluktuasi perekonomian, mengapa penentu tingkat upah atau penentu tingkat harga tidak dapat mensinkronkan suatu keputusan? Mengapa harga dan upah tidak disesuaikan lebih sering? Mengapa tidak semua harga dan

upah berubah, katakanlah setiap tanggal 1 setiap bulannya? Didalam menjawab issu-issu tersebut, Akerlof dan N. Gregory Mankiw (Harvard University) telah menurunkan suatu hasil yang sangat penting dan menakjubkan, yang sering disebut dengan biaya menu untuk menerangkan fluktuasi output, yaitu: Setiap penentu

harga atau upah tidak akan sangat jauh berbeda sebagaimana kapan dan seberapa seringnya seseorang merubah upah atau harganya sendiri (bagi pengecer, merubah harga setiap hari atau setiap minggu tidak akan memberikan perbedaan yang mencolok terhadap keuntungan). Oleh karenanya, meskipun biaya yang dipergunakan untuk melakukan perubahan terhadap harga sangat kecil, seperti misalnya biaya untuk mencetak sebuah menu, akan mengakibatkan penyesuaian harga yang sangat jarang dan tak terduga. Hal ini secara umum dapat menyebabkan penyesuaian yang sangat lambat terhadap tingkat harga, dan pada akhirnya kepada fluktuasi agregat output yang direspon oleh pergerakan permintaan agregat. Singkatnya, keputusan-keputusan yang tidak banyak berpengaruh pada tingkat individu (seberapa sering untuk merubah harga atau upah) akan mengakibatkan dampak yang luas secara agregat (penyesuaian yang lambat dari tingkat harga, dan karenanya

pengaruh yang besar terhadap pergerakan dari permintaan dan output agregat).

         Dapat disimpulkan secara singkat bahwa aliran New Keynesian menggali lebih dalam kepada isu-isu yang berkaitan dengan peranan dari ketidaksempurnaan pasar terhadap fluktuasi perekonomian.

 

 

RISALAH ALIRAN PEMIKIRAN MAKROEKONOMI

         Aliran pemikiran (school of thought) pada kenyataannya adalah eksis.   Keberadaannya diperlukan karena tidak semua fenomena yang ditangkap oleh seseorang atau ilmuwan dapat didekati atau dipandang dengan cara yang sama. Hal yang lebih teknis adalah mungkin saja didalam menangkap fenomena tersebut dan mencoba menyelesaikan atau menjawabnya ada perbedaan alat (tools) yang digunakan. Baca Juga: Panca indera Perbedaan-perbedaan (misal) seperti ini akan diperoleh hasil yang sebenarnya sama tetapi didekati dengan cara yang berbeda. Suatu pertanyaan yang dinyatakan “buatlah suatu bidang dengan luas 100 cm2. Inti permasalahan sebenarnya adalah bagaimana membuat suatu bidang dengan luasan tersebut. Tidak ada penjelasan atau keterangan tambahan, maka fenomena itu akan ditangkap oleh orang dengan berbagai cara. Namun dalam hakikat yang terkandung didalamnya bahwa hanya ada satu kebenaran dari permasalahan itu yaitu kita dapat membuat bidang 100 cm2,dan itulah kebenaran tersebut. Adapun bentuk dari bidang itu apakah segitiga, segiempat, belah ketupat, lingkaran dan lain sebagainya, hanya mencerminkan bagaimana suatu fenomena ditangkap dan fenomena itu ditunjukkan ke dalam bentuk yang dapat dicerna oleh manusia.   Selama bidang-bidang itu mempunyai luasan 100 cm2, maka itu adalah hakikat kebenarannya, sebab 100 cm2 adalah simplifikasi dari bentuk yang berbeda-berbeda tersebut, dan di dalam konsep ilmu pengetahuan itulah yang disebut dengan model yaitu abstraksi atau

simplikasi dari dunia nyata. Cara orang mengabstraksi dengan cara yang berbeda-beda tersebut karena berangkat dari pengetahuan, permasalahan dan asumsi yang dipakai juga berbeda terhadap suatu fenomena yang timbul.

         Aliran pemikiran dalam perkembangan ilmu pada dasarnya ingin menjawab satu solusi yang hakiki dengan pendekatan yang berbeda. Hal yang berbeda mungkin pada pendekatan dan itulah yang disebut aliran pemikiran. Konsep kebenaran pada satu inti atau objek yang sedang diperbincangkan tetap hanya satu.

         Contoh pendekatan makroekonomi di atas memperlihatkan bagaimana perkembangan makroekonomi atau aliran-aliran di dalam makroekonomi dari waktu ke waktu. Kaum klasik berpendapat bahwa pemerintah tidak perlu campur tangan dalam perekonomian. Mereka beranggapan perekonomian akan mengatur dirinya sendiri

sedemikian rupa sehingga sumberdaya ekonomi yang ada akan mampu digunakan secara efisien sehingga selalu terjadi keadaan dimana kondisi perekonomian pada full employment. Pandangan ini cukup lama berakar dan dipegang sebagai landasan perekonomian sebelum munculnya Keyness yang membawa aliran pemikiran baru, yang mengatakan bahwa intervensi pemerintah itu diperlukan dalam perekonomian dalam upaya membuat suatu keadaan lebih baik atau ada pihak tertentu yang menjadi tujuan perbaikan ekonomi.

         Mengapa pemikiran Keynes muncul ? Hal itu tidak terlepas dari fenomena yang berkembang pada saat itu, dimana terjadi depresi besar (great depretion) sehingga terjadi pengangguran besar-besaran. Pengangguran besar-besaran inilah merupakan fenomena yang tidak dapat dijawab oleh kaum klasik. Kaum klasik mengatakan bahwa di dalam perekonomian yang full employment (padahal mereka mengatakan perekonomian selalu full employment) tidak ada pengagguran (unemployment).   Tetapi kenyataan pada saat itu terjadi pengangguran besar-besaran. Munculnya pemikiran Keynes membuka cakrawala baru dan menjadi

tonggak sejarah penting keberadaan makroekonomi. Pertanyaan adalah apakah pemikiran klasik salah ? Jawabannya adalah tidak. Mengapa ?   Paham klasik muncul sesuai dengan zamannya dan fenomena yang ada diabstraksikan dalam model klasik untuk menunjukkan perilaku perekonomian pada saat itu.   Kalau begitu apa yang menjadi penentu mengapa perlu adanya aliran pemikiran.

         Dengan latar belakang dan penjelasan di atas, jelaslah munculnya aliran pemikiran disebabkan karena ilmu tidak statis melainkan dinamis, dinamisnya perkembangan ilmu tidak terlepas dari beberapa hal.   Pertama, fenomena (perekonomian) selalu mengalami perubahan.   Keadaan sekarang dimana munculnya pasar modal mengakibatkan di dalam perekonomian orang tidak murni lagi mengadakan transaksi perdagangan atau produksi, tetapi sudah masuk unsur ekspektasi. Aliran rasional ekspektasi (ratex) yang mengatakan bahwa ekspektasi setiap individu bersifat rasional bila ekspektasi tersebut identik dengan hasil prediksi model. Atau dapat dikatakan bahwa apabila masyarakat mengetahui benar informasi tentang suatu peristiwa atau kebijakan maka mereka akan beraksi dimana reaksi tersebut berciri rasional. Kedua, waktu adalah variabel yang menentukan untuk menjawab mengapa perilaku atau fenomena itu berubah. Seseorang dapat saja memprediksikan sesuatu tetapi apakah hal itu nantinya sesuai hanyalah waktu yang akan dapat menjawabnya.

Pengertian Manajemen Agribisnis Beserta Fungsi, Contoh Dan Ruang Lingkupnya Terlengkap

Pengertian Manajemen Agribisnis Beserta Fungsi, Contoh Dan Ruang Lingkupnya Terlengkap

Pengertian Manajemen Agribisnis Beserta Fungsi, Contoh Dan Ruang Lingkupnya Terlengkap
Pengertian Manajemen Agribisnis Beserta Fungsi, Contoh Dan Ruang Lingkupnya Terlengkap

Agribisnis ialah semua kegiatan dalam bidang pertanian muali dari industri gulu, perjuangan tani, industri hilir sampai distribusi produk. Adapula pengertian agribisnis berdasarkan para ahli, diantaranya berdasarkan Soekartawi (1993), ia beropini bahwa agribisnis berasal dari kata agri dan bisnis. Agri berasal dari bahasa inggis agricultural yang berarti pertanian dan bisnis ialah perjuangan komersial dalam dunia perdagangan.

Pengertian Manajemen Agribisnis Beserta Fungsi Pengertian Manajemen Agribisnis Beserta Fungsi, Contoh Dan Ruang Lingkupnya Terlengkap
Nah kali ini kita akan membahas ihwal sistem dan administrasi agribisnis, fungsi administrasi Agribisnis, ruang lingkup administrasi agribisnis dan pola manajemen.

Pengertian Sistem Agribisnis

Secara konsepsional, sistem agribisnis ialah semua kegiatan mulai dari pengadaan, penyaluran sarana produksi sampai pemasaran produk pertanian dan agroindustri yang berkaitan satu sama lain. Adapula yang mengartikan bahwa sistem agribisnis ialah suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai acara yang utuh dan komprehensif sekaligus konsep yang sanggup menelaah dan menjawab banyak sekali problem dan tantangan.

Pengertian Manajemen Agribisnis

Manajemen Agribisnis ialah sebuah kegiatan di bidang pertanian yang menerapkan administrasi dengan melakukan fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan dan pengendalian serta fungsi pengawasan dan pengendalian dengan memakai sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan produk pertanian dan laba yang maksimal.

Fungsi Manajemen Agribisnis

Agribisnis mempunyai karakteristik khusus yang membuatnya berbeda dengan bidang bisnis lainnya, sehingga penerapan fungsi-fungsi manajerial tersebut juga berbeda. Fungsi agribisnis terdiri atas kegiatan pengadaan dan penyaluran saran produksi, kegiatan produksi primer (budidaya), pengolahan (agroindustri) dan pemasaran.

Fungsi tersebut lalu disusun menjadi suatu sistem, dimana fungsi tersebut menjadi subsistem dari sistem agribisnis. Melihat agribisnis sebagai sistem yang terdiri atas beberapa subsistem. Sistem tersebut akan berfungsi baik bila tidak ada gangguan pada salah satu subsistem. Pengembang harus menyebarkan semua subsistem di dalamnya alasannya ialah tidak ada satu subsitem yang lebih penting dari subsistem yang lainnya.

Ruang Lingkup Manajemen Agribisnis

Agribisnis ialah suatu sistem yang utuh mulai subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan pertanian, subsistem usahatani, subsistem pengolahan atau agroindustri dan subsistem pemasaran. Agar subsistem ini bekerja dengan baik maka dibutuhkan proteksi subsistem kelembagaan sarana dan prasarana serta subsistem pembinaan.

Ukuran keberhasilan pembangunan agribisnis yang mengacu pada tujuan diukur dengan indikator sebagai berikut:

Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Meningkatnya nilai tukar bagi petani
Meningkatnya produktifitas perjuangan tani maupun perjuangan pengolahan hasil pertanian
Meningkatnya mutu produk perjuangan tani maupun perjuangan pengolahan hasil pertanian
Meningkatnya nilai ekspor konoditas pertanian
Menurunnya jumlah petani yang menjadikan meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif
Menurunnya nilai impor komoditas pertanian
Meningkatkan Kesempatan Kerja
Meningkatnya jumlah perjuangan agribisnis di pedesaan
Berkembangnya perjuangan industri hulu dan industri pengolahan hasil pertanian
Berkurangnya jumlah pengangguran di pedesaan
Meningkatkan Ketahanan Pangan
Ketersediaan sumber pangan meningkat
Impor pangan menurun
Jumlah masyarakat yang rawan pangan menurun
Diversifikasi konsumsi pangan non beras meningkat
Peningkatan Layanan Pada Petani
Teknologi agribisnis spesifik lokasi berkembang
Terdapat sentra pelayanana teknologi agribisnis
Terdapat sentra pelayanan perkreditan dan sarana produksi pertanian
Terbentuknya sentra pasar agribisnis setiap wilayah

Contoh Manajemen Agrbisnis

Perencanaan dalam agribisnis haruslah memperhatikan banyak sekali faktor mulai dari musim, abjad alamiah komoditas, abjad lahan, kemungkinana serangan hama penyakit dan lain sebagainya . Sedangkan perencanaan dalam bisnis lainnya hal tersebut tidak ada.

Baca Juga: 

Faktor Penyebab Konflik dan Tingkatannya

Faktor Penyebab Konflik dan Tingkatannya

Faktor Penyebab Konflik
Faktor Penyebab Konflik

Faktor Penyebab Konflik

Adapun faktor penyebab terjadinya konflik diantaranya:
Perbedaan Individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan;
Perbedaan latar belakang Kebudayaan sehingga membentuk eksklusif yang berbeda pula. seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan teladan pikir dan pendirian kelompoknya; Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, diantaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial. Perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Tingkatan Konflik

Adapun tingkatan konflik diantaranya:

1. Konflik Intrapersonal

yakni konflik internal yang terjadi dalam diri seseorang. Konflik intrapersonal ini akan terjadi ketika individu harus menentukan dua atau lebih tujuan yang saling bertentangan dan gundah mana yang harus dipilih untuk dikerjakan.

2. Konflik Interpersonal

yakni konflik yang terjadi antar individu. Konflik ini terjadi ketika adanya perbedaan mengenai warta tertentu, tindakan dan tujuan dimana hasil bersama sangat menentuan.

3. Konflik Intragrup

yakni konflik antara anggota dalam satu kelompok. Setiap kelompok sanggup mengalami konflik substantif atau efektif. Konflik substantif terjadi lantaran adanya latar belakang keahlian yang berbeda, ketika anggota dari sebuah komite menghasilkan kesimpulan yang berbeda atas data yang sama. Sedangkan konflik efektif ini terjadi lantaran tangapan emosional terhadap situasi tertentu.

3. Konflik Intergrup

yakni konflik yang terjadi antar kelompok. Konflik intergrup ini terjadi lantaran adanya saling ketergantungan, perbedaan persepsi, perbedaan tujuan, dan meningkatkatnya tuntutan keahlian.

4. Konflik Interorganisasi

adalah konflik yang terjadi antar organisasi. Konflik ini terjadi lantaran adanya saling ketergantungan satu sama lain. Konflik terjadi bergantung pada tindakan organisasi yang berdampak negatif terhadap organisasi lain.

5. Konflik Intraorganisasi

yakni konflik yang terjadi antar kepingan dalam suatu organisasi, mencakup: Konflik Vertikal yaitu konflik yang terjadi antara pimpinan dan bawahan yang tidak sependapat perihal cara terbaik untuk menuntaskan sesuatu. Konflik Horizontal yaitu konflik yang terjadi antar karyawan atau departemen yang mempunyai hierarkhi yang sama dalam organisasi.
Konflik Lini-Staf yaitu konflik yang sering terjadi lantaran adanya perbedaan persepsi perihal keterlibatan staf dalam proses pengambilan keputusan oleh manajer lini.
Konflik Peran yaitu konflik yang terjadi lantaran seseorang mempunyai lebih dari satu peran.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/06/unsur-unsur-seni-rupa-dan-penjelasannya.html

Pengertian Manajemen Konflik Menurut Para Ahli, Ciri dan Tahapnya

Pengertian Manajemen Konflik Menurut Para Ahli, Ciri dan Tahapnya

Pengertian Manajemen Konflik Menurut Para Ahli, Ciri dan Tahapnya
Pengertian Manajemen Konflik Menurut Para Ahli, Ciri dan Tahapnya

Ross (1993)

Menurut Ross, Manajemen Konflik yakni langkah-langkah yang diambil pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau mustahil menghasilkan tamat berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau mustahil menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat atau agresif. Manajemen konflik sanggup melibatkan derma diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan problem dengan atau tanpa derma pihak ketiga atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses administrasi konflik menunjuk pada teladan komunikasi termasuk sikap para pelaku dan bagaimana mereka menghipnotis kepentingan dan penafsiran terhadap konflik.

Minnery (1980:220)

Menurut Minnery, Manajemen Konflik yakni proses, sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses. Proses administrasi konflik perencanaan kota yakni kepingan yang rasional dan bersifat iteratif artinya pendekatan model administrasi konflik perencanaan kota secara terus menerus mengalami penyempurnaan hingga mencapai model yang representatif dan ideal.

Pengertian Konflik

Konflik berasal dari bahasa latin “configere” yang artinya saling memukul. Konflik yakni suatu proses sosial antara dua atau lebih atau sanggup juga kelompok yang dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Adapun pengertian konflik berdasarkan para hebat diantaranya:
Menurut Soerjono Soekanto, konflik yakni kontradiksi atau pertikaian yaitu suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan, disertai dengan bahaya atau kekerasan.

Menurut Collin, konflik yakni proses sentral dalam kehidupan dalam kehidupan sosial lantaran setiap orang mempunyai sifat sosial (sosiable) tetap dalam relasi sosial tersebut terkadang memakai kekerasan lantaran setiap orang mempunyai kepentingan sendiri. Konflik sangat mungkin terjadi lantaran adanya kepentingan saling bertentangan.
Menurut Dr. Robert M.Z. Lawang, konflik yakni usaha untuk memperoleh hal yang langka, menyerupai nilai, status, kekuasaan dan sebagainya, dimana tujuan mereka yang terlibat dalam konflik bukan hanya untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya.

Ciri-Ciri Konflik

Adapun ciri-ciri konflik berdasarkan Wijono (1993:37) yaitu:

Setidaknya ada dua pihak secara perseorangan maupun kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling bertentangan.
Setidaknya tidak timbul suatu kontradiksi antara dua pihak secara perseorangan maupun kelompok dalam mencapai tujuan, memainkan tugas dan ambigius atau adanya nilai/norma yang bertentangan.
Timbulnya interaksi yang sering ditandai dengan tanda-tanda sikap yang direncanakan untuk saling meniadakan, mengurangi dan menekan pada pihak lain semoga mendapatkan laba menyerupai status, jabatan, tanggung jawab, pemenuhan banyak sekali macam kebutuhan fisik maupun sosio psikologi.
Timbulnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akbat dari kontradiksi yang berlarut.
Timbulnya ketidak seimbangan tanggapan usaha masing-masing pihak yang berkaitan denga kedudukan, status sosial, pangkat, golongan, kewibawaan, kekuasaan, harga diri, prestise dan sebagainya.

Tahapan Perkembangan Terjadinya Konflik

Adapun tahapan-tahapan perkembangan ke arah terjadinya konflik diantaranya:

Konflik masih tersembunyi (laten)

Berbagai kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang mengganggu dirinya.

Konflik yang mendahului (antecedent condition)

Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya, kelompok atau organisasi secara keseluruhan, menyerupai timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda, perbedaan tugas dan lain sebagainya.

Konflik yang sanggup diamati (perceived conflicts) dan konflik yang sanggup dirasakan (felt conflict)Ini muncul sebagai tanggapan antecedent condition yang tidak terselesaikan. Konflik terlihat secara terwujud dalam sikap (manifest behavior)
Upaya mengantisipasi timbulnya konflik dan alasannya yakni tanggapan yang ditimbulkannya, individu, kelompok atau organisasi cenderung melaksanakan banyak sekali prosedur pertahanan diri melalui perilaku.

Penyelesaian atau tekanan konflik

Terdapat dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik pada tahap ini yakni penyelesaian konflik dengan banyak sekali seni administrasi atau sebaliknya malah ditekan.

Akibat penyelesaian konflik

Apabila konflik diselesaikan dengan efektif dengan seni administrasi yang sempurna maka sanggup menunjukkan kepuasan dan berdampak nyata bagi semua pihak. Sebaliknya apanila tidak, maka sanggup berdampak negatif terhadap kedua belah pihak sehingga menghipnotis produkivitas kerja.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html

17.598 Siswa SD di Kota Bogor Ikuti USBN

17.598 Siswa SD di Kota Bogor Ikuti USBN

 

17.598 Siswa SD di Kota Bogor Ikuti USBN

SMA dan SMP

Setelah sebelumnya siswa tingkat SMA dan SMP di Kota Bogor selesai melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kini, giliran tingkat Sekolah Dasar (SD) yang akan mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) selama tiga hari yang dimulai 3 – 5 Mei 2018.

Insya Allah soal sudah ada dan dijaga 24 jam

Saya yakin para guru juga sudah memberikan bekal dan persiapan bagi para anak didiknya hingga mereka siap untuk menghadapi ujian besok,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Bogor di lapangan Sempur, Rabu (02/05/2018).

Pelaksanaan

Pelaksanaan ujian tingkat SD berbeda dengan tingkat SMP atau SMA yang belum berbasis komputer tetapi Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sementara itu untuk pengawasannya akan dilakukan secara silang antar sekolah.

Fahmi sapaannya menyebut

Di Kota Bogor kurang lebih ada 250 SD Negeri/Swasta dan ada 17.598 siswa kelas VI yang akan mengikuti USBN. Adapun mata pelajaran yang akan di USBN-kan ada tiga, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Terkait soal menurut Kadisdik tidak ada perbedaan karena bergantung pada kurikulum yang digunakan.” Jadi kurikulumnya masih sama yakni kurikulum 2013 (K-13), hanya mungkin yang agak beda itu adalah tingkat kesulitan karena setiap tahun pasti meningkat,” jelas Fahrudin.

Nilai USBN

Nilai USBN yang akan diperoleh peserta sambung Kadisdik tidak 100 persen menjadi penentu kelulusan, tetapi menjadi pertimbangan dalam meluluskan pihak sekolah dan di Kota Bogor nilai USBN akan digunakan untuk memasuki jenjang pendidikan SMP sebagai jenjang pendidikan berikutnya.

 

Artikel terkait:

Momentum Menguatkan Pendidikan dan Kebudayaan

Momentum Menguatkan Pendidikan dan Kebudayaan

 

Momentum Menguatkan Pendidikan dan Kebudayaan

Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam kurun waktu yang bersamaan, kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang dicita-citakan.

Sesuai dengan tema yang diusung pada peringatan Hardiknas kali ini, “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan,” peringatan tahun ini juga sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dengan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, praktik pendidikan yang dilakukan oleh tokoh pendidikan Indonesia Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara.

Demikian disampaikan

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, pada puncak peringatan Hardiknas tingkat Kota Bogor di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (02/05/2018).

Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 Bab I

Pasal 1, Ayat 2, disebutkan bahwa sistem pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Disinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan,” jelas Usmar.

Pemerintah, lanjutnya

Telah bekerja tak mengenal lelah serta membangun dan memperkuat infrastruktur yang dapat menjadi sabuk pengikat pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan. Dirinya juga mengungkapkan, meskipun terbatas sesuai skala prioritas, bangunan-bangunan baru sekolah juga didirikan di wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Meskipun demikian, harus diakui dengan jujur bahwa hamparan yang luas luar biasa dari wilayah Indonesia menyebabkan belum semua wilayah tersentuh pembangunan infrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan,” paparnya.

Oleh karena itu, masih kata Usmar

Pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

 

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/

Temu Pelanggan PDAM, Air Harus Konsisten

Temu Pelanggan PDAM, Air Harus Konsisten

 

Temu Pelanggan PDAM, Air Harus Konsisten

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menginginkan aliran atau pasokan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalir selama 24 jam, begitu pun halnya dengan debitnya yang harus konsisten tidak terlampau besar maupun sebaliknya. Jadi upaya untuk meningkatkan pelayanan terus dilakukan demi kepuasan seluruh pelanggan.

Harapan itu disampaikan

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat menghadiri undangan dalam acara temu pelanggan dalam rangka HUT ke 41 PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di Resto Gumati, Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (02/05/2018).

“Dengan tertib tepat waktunya para pelanggan dalam membayar tagihan rekening airnya juga menjadi salah satu akumulasi peningkatan dan perbaikan pelayanan PDAM Tirta Pakuan. Dengan demikian pemeliharaan jaringan dan infrastruktur lainnya dapat terus dilakukan, selain dengan sumber pendanaan yang lainnya,” papar Usmar.

Namun demikian

Tambahnya, tidak menutup kemungkinan jika sumber pendanaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ke depannya akan ditutupi pemerintah dengan melibatkan masyarakat. Saat ini, sambungnya, regulasi tersebut tengah disiapkan.

Pelibatan masyarakat

“Pelibatan masyarakat ini nantinya bisa berupa diterbitkannya obligasi, saham dan sejenisnya. Karena ini dimungkinkan jika PDAM berubah menjadi perusahaan publik,” urainya.

Muspida Kota Bogor

Selain ratusan pelanggan dan sejumlah perwakilan unsur Muspida Kota Bogor, pada kesempatan itu hadir pula Dirut PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Sanjaya.

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/gambar-jaring-jaring-kubus-dan-contoh-soalnya/

Peristiwa Rengasdengklok Secara Lengkap

Peristiwa Rengasdengklok Secara Lengkap

Peristiwa Rengasdengklok Secara Lengkap
Peristiwa Rengasdengklok Secara Lengkap

Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik

semakin terang dengan dijatuhkannya bom atom oleh Sekutu di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.

Akibat insiden tersebut, kekuatan Jepang makin lemah. Kepastian informasi kekalahan Jepang terjawab dikala tanggal 15 Agustus 1945 dini hari, Sekutu mengumumkan bahwa Jepang sudah mengalah tanpa syarat dan perang telah berakhir.

Berita tersebut diterima melalui siaran radio di Jakarta oleh para cowok yang termasuk orang-orang Menteng Raya 31 menyerupai Chaerul Saleh, Abubakar Lubis, Wikana, dan lainnya.

Penyerahan Jepang kepada Sekutu menghadapkan para pemimpin Indonesia pada problem yang cukup berat. Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan (vacuum of power).

Jepang masih tetap berkuasa atas Indonesia meskipun telah menyerah, sementara pasukan Sekutu yang akan menggantikan mereka belum datang.

Gunseikan telah menerima perintah-perintah khusus biar mempertahankan status quo hingga kedatangan pasukan Sekutu.

Adanya kekosongan kekuasaan mengakibatkan munculnya konflik antara golongan muda dan golongan bau tanah mengenai problem kemerdekaan Indonesia.

Tokoh golongan Muda

Golongan muda menginginkan biar proklamasi kemerdekaan segera dikumandangkan.  Mereka itu antara lain Sukarni, B.M Diah, Yusuf Kunto, Wikana, Sayuti Melik, Adam Malik, dan Chaerul Saleh.

Tokoh golongan tua

Sedangkan golongan bau tanah menginginkan proklamasi kemerdekaan harus dirapatkan dulu dengan anggota PPKI. Mereka yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Subardjo, Mr. Moh. Yamin, Dr. Buntaran, Dr. Syamsi dan Mr. Iwa Kusumasumantri.

 

Baca Artikel Lainnya: