Nokia 5.1 Plus Android 9 Pie Sudah Dipasarkan di Indonesia

Nokia 5.1 Plus Android 9 Pie Sudah Dipasarkan di Indonesia

Nokia 5.1 Plus Android 9 Pie Sudah Dipasarkan di Indonesia

HMD Global diam-diam rupanya sudah memasarkan Nokia 5.1 Plus di pasar Indonesia sejak bulan Desember tahun lalu. Meski begitu, memasuki awal tahun 2019, HMD berupaya keras memperkenalkan smartphone mid-range ini untuk lebih dekat dengan penggunanya, yakni anak muda alias millennials.

Tak hanya menawarkan pengalaman baru dalam hal desain All-Screen, Nokia 5.1 Plus diterangkan oleh Miranda Vania Warokka, Head of Marketing for Indonesia, HMD Global juga menawarkan kinerja canggih dengan banderol harga yang mengesankan.

“Ya! Smartphone ini kami boyong ke Indonesia untuk menyasar anak muda alias millennials. Smartphone ini hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Gloss Black, Gloss White dan Gloss Midnight. Di pasarkan lewat jaringan HMD di Indonesia, Nokia 5.1 Plus kami jual seharga Rp2.599.000,” jelas Miranda.

Berbicara soal desain, smartphone ini memang punya ukuran layar yang terbilang menarik. HMD mengemas dengan layar berukuran 5,8 dan memiliki resolusi HD+. Tak ketinggalan, HMD juga mempermanis smartphone ini dengan 2.5D Cover Glass.

Pada bagian belakangnya, smartphone ini terbuat dari material logam yang dilapisi polikarbonat sehingga mampu terlihat seperti kaca. Ada dukungan dual-camera belakang yang disematkan dengan konfigurasi 13 MP, aperture f/2.0 + 5 MP yang berfungsi sebagai lensa kedalaman gambar alias bokeh.

Sedangkan pada bagian depannya telah bercokol selfie-camera dengan

sensor 8 MP yang juga dilengkapi dengan fitur face unlock. Oh ya, soal fitur keamanan biometrik, Nokia 5.1 Plus juga telah dibekali pemindai sidik jari yang ditempatkan di bagian belakang perangkat.

“Tentu saja, HMD meramu Nokia 5.1 Plus tak hanya manis dilihat dari sisi eksternal, tetapi juga bagian dalamnya. Ya! Kami berupaya untuk memuat dukungan hardware yang mumpuni ke dalam smartphone ini, sehingga benar-benar memanjakan para penggunanya,” tambah Miranda.

Jika digali lebih dalam, Nokia 5.1 Plus memang telah dicekoki oleh chipset

MediaTek Helio P60 MT6771 Octa-core yang memiliki clock speed 1,8 GHz. Chipset yang ditanam juga disandingkan dengan RAM sebesar 3 GB plus internal storage berkapasitas 32 GB.

Tak perlu khawatir jika storage yang disediakan kurang luas. Nokia 5.1 Plus

juga telah dibekali slot microSD yang mampu menampung data tambahan hingga 400 GB. Sedangkan untuk catu dayanya, HMD telah membenamkan baterai berkapasitas 3.060 mAh.

 

Baca Juga :

Redmi Godok Smartphone Flagship dengan Otak Snapdragon 855

Redmi Godok Smartphone Flagship dengan Otak Snapdragon 855

Redmi Godok Smartphone Flagship dengan Otak Snapdragon 855

Belum lama ini Xiaomi telah mengumumkan kehadiran brand barunya, yakni Redmi. Dan dikatakan bahwa smartphone yang berada di bawah bendera Redmi akan dijual dengan harga lebih murah, tetapi memiliki spesifikasi yang menarik.

Ya! Itu pun mereka buktikan dengan menghadirkan Redmi Note 7. Dijual perdana di pasar Cina, smartphone itu pun mendapat sambutan positif dari para pecinta gadget. Kabarnya, mereka pun saat ini berencana untuk menghadirkan Redmi Note 7 Pro.

Tak berhenti sampai disitu, Redmi juga sepertinya sedang mempersiapkan smartphone “flagship” yang bakal meluncur di tahun ini. Sebuah foto yang diposting di Weibo oleh General Manager Redmi Lu Weibing memperlihatkan bahwa mereka sedang menggodok rencana tersebut.

Foto yang diposting oleh Lu Weibing juga punya watermark bertuliskan “Shot on Redmi Note 7, Mi Dual Camera”. Ya! Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, itulah smartphone pertama yang dirilis oleh Redmi di awal tahun 2019 ini.

Lewat postingan di Weibo, Lu Weibing juga menyebutkan bahwa Redmi Note

7 Pro akan segera datang. Selain itu, ia juga menuliskan bahwa Redmi juga siap memperkenalkan smartphone “unggulan” yang akan ditenagai oleh Platform Mobile Snapdragon 855.

Seperti yang kita tahu, Snapdragon 855 adalah chipset papan atas milik Qualcomm yang diperkenalkan akhir tahun lalu di Hawaii. Chipset terhebat buatan Qualcomm ini nantinya akan dimuat ke dalam beberapa smartphone unggulan yang muncul di paruh pertama tahun ini.

Sebut saja, Samsung adalah salah satu pabrikan smartphone yang siap untuk

memakai Snapdragon 855. Selain itu, ada juga OnePlus yang disebut-sebut sedang mempersiapkan OnePlus 7 dan di dalamnya juga akan ditanam Snapdragon 855.

Sayangnya, tidak ada informasi lain tentang smartphone andalan Redmi, di luar chipset yang akan disematkan. Tahun lalu, Xiaomi begitu getol meracik Redmi Series menggunakan chipset Helio dari MediaTek dan Snapdragon 600 Series dari Qualcomm.

Tentunya tak sedikit yang berharap, nantinya smartphone Redmi yang

ditenagai Snapdragon 855 juga bisa dijual dengan harga terjangkau seperti Pocophone F1 yang muncul di tahun lalu. Ya! Diotaki Snapdragon 845, Pocophone F1 dijual oleh Xiaomi jauh lebih murah ketimbang flagship serupa.

 

sumber :

https://mlwcards.com/idle-tycoon-apk/

Samsung akan Kemas Galaxy A90 dengan Kamera Depan Pop-up

Samsung akan Kemas Galaxy A90 dengan Kamera Depan Pop-up

Samsung akan Kemas Galaxy A90 dengan Kamera Depan Pop-up

Seperti yang kita tahu bersama, Vivo NEX adalah smartphone pertama yang diluncurkan dengan kamera depan alias selfie-camera model pop-up. Nah! Dalam beberapa minggu ke depan, Vivo akan kembali meluncurkan smartphone kedua yang tersedia secara komersial dengan kamera pop-up, Vivo V15 Pro.

Namun, Vivo V15 Pro kemungkinan bukan satu-satunya smartphone dengan kamera depan pop-up yang dihadirkan oleh pabrikan smartphone ternama. Kabarnya, Samsung juga akan menghadirkan smartphone serupa yang datang dengan sebutan Samsung Galaxy A90.

Konsep pra-render smartphone ini pun telah tersebar di internet. Bisa dibilang, desain smartphone dengan selfie-camera pop-up seharusnya menghasilkan sebuah perangkat dengan arsio screen-to-body yang sangat tinggi. Nah! Inilah sepertinya yang akan ditawarkan oleh Samsung lewat Galaxy A90.

Bahkan jika melihat konsep pra-render Galaxy A90, smartphone ini sepertinya

jauh lebih tinggi ketimbang Galaxy S10 Series yang memiliki lubang sebagai “rumah” kamera depannya atau Samsung menyebutnya layar Infinity-O. Ya! Nantinya ketiga model Galaxy S10 akan memakai desain layar yang sama.

Kembali ke Galaxy A90, render awal ini juga menunjukkan bahwa smartphone tersebut akan dikemas dengan bezel yang lebih tipis. Ada dua desain untuk selfie-camera pop-upnya, di mana desain pertama kameranya diletakkan di sebelah kiri, sementara desain lainnya memiliki kamera diposisikan di tengah.

Selain itu, Galaxy A90 akan memiliki pemindai sidik jari di dalam layar seperti

yang sebelumnya telah diungkap sebagai fitur dari tiga smartphone Galaxy A Series yang dijadwalkan meluncur pada tahun ini. Ya! Samsung Galaxy A90 adalah salah satu perangkat yang akan ikut meluncur di tahun ini.

Pada panel bagian belakang, konsep Galaxy A90 memiliki tiga kamera yang

disusun secara vertikal dan diposisikan di tengah perangkat. Sayangnya belum ada bocoran informasi soal besaran megapiksel yang akan dimuat oleh Samsung ke dalam kamera belakangnya itu.

 

sumber :

Jurassic World Alive 1.12.15 Full Apk + Mod (Unlimited Energy) for android

Hati-hati Kejahatan Internet

Hati-hati Kejahatan Internet

Hati-hati Kejahatan Internet

Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga Negara dengan “carder” tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. “carder” adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain. Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk “blacklist” di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir. Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll

Kejahatan di internet semakin hari tidak semakin berkurang tapi malah semakin meningkat. Bukan hanya orang awam saja yang bisa menjadi korban tapi orang yang melek mengenai pengertian Internet dan seluk beluknya pun bisa menjadi korban . Tim Berners-Lee, pendiri dari world wide web (www), mengungkapkan bahwa dirinya pernah Apakah kejahatan di internet hanya sebatas pada penipuan online semacam contoh kasus di atas? Sayangnya tidak. Kejahatan di internet sangat banyak macamnya. Untuk mengantisipasi agar kita tidak menjadi korban seperti halnya Tim Berners alangkah baiknya jika kita mengenal macam -macamnya. Berikut adalah jenis kejahatan di Internet yang paling umum .

CARDING

Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah “carder”. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki “carder” terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

Baca Juga :

 

10 Kejahatan di Internet

10 Kejahatan di Internet

10 Kejahatan di Internet

Daftar di bawah ini adalah ringkasan dari
the US Federal Trade Commission of the most common crimes on the Internet as of 2005.

1. Pelelangan Internet: Toko di dalam sebuah “virtual marketplace” yang menawarkan banyak produk pilihan dengan perjanjian yang bagus. Setelah mengirim uang mereka, para konsumen mendapat barang yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan atau barang yang jelek atau tidak semua dikirimkan.

2. Pelayanan dengan Akses Internet: Uang gratis, mudah mencairkan cek. Para konsumen yang terjebak dengan perjanjian kontrak dari akses internet atau layanan web lainnya, para konsumen harus membayar denda jika membatalkan perjanjian.

3. Penipuan Kartu Kredit: Surfing di internet dan melihat adult images online yang gratis, hanya memperlihatkan karu kredit anda untuk meyakinkana bahwa umur anda di atas 18 tahun. Promotor yang curang menggunakan nomor kartu kredit mereka untuk menaikkan tagihan kartu kreditnya.

4. International Modem Dialing: Mendapatkan akses gratis untuk adult material dan pornografi dengan mendownload sebuah “viewer” atau “dialer” program komputer. Para konsumen komplain karena banyak sambungan jarak jauh di dalam tagihan telepon mereka. Dengan menggunakan sebuah program, modem mereka terputus hubungannya, lalu tersambung lagi ke internet memakai nomor
sambungan jarak jauh internasional.

5. Kejahatan Web: Mendapatkan custom-designed website gratis untuk masa trial 30 hari, dengan tidak ada obligasi untuk melanjutkan. Para konsumen mendapat surat hutang di dalam tagihan telepon mereka walaupun mereka tidak pernah mengambil penawaran ataupun menyetujui perpanjangan layanan sesudah masa trial.

6. Multilevel Marketing Plans/Pyramids: Mendapatkan uang dengan cara menjual produk atau layanan kepada orang yang anda ajak bergabung dalam program ini. Para konsumen mengaku mereka membelinya melalui program itu, tetapi para konsumen itu sebenarnya adalah distributor lain, bukan masyarakat publik.

7. Travel dan Liburan: Mendapatkan sebuah perjalanan mewah dengan banyak diskon pada biaya perjalanan. Perusahaan mengirimkan akomodasi dengan kualitas rendah dan pelayanan yang tidak sesuai dengan iklan tidak mendapatkan seluruh perjalanan. Pembebanan tagihan tersembunyi lainnya atau persyaratan tambahan saat para konsumen membayar.

8. Kesempatan Bisnis: bergabung dengan janji tentang potensi pendapatan, banyak konsumen telah menginvestasikan dengan modal kecil dan keluar menjadi berlipat ganda. Tidak ada bukti untuk mengembalikan tuntutan pendapatan.

9. Penanaman Saham: Menanam saham pada sebuah system perdagangan dan anda akan mendapatkan kembali saham anda dengan jumlah yang banyak. Tetapi keuntungan yang besar selalu berarti resiko yang besar. Para konsumen telah kehilangan uang untuk program yang mereka ikuti dengan kemampuan prediksi pasar dengan 100 persen ketepatan.

10. Produk/Pelayanan Kesehatan: Mengklaim sebagai produk “ajaib” dan dengan janji yang meyakinkan para konsumen bahwa masalah kesehatan mereka dapat disembuhkan. Tetapi orang dengan penyakit kronis yang menaruh harapan mereka pada tawaran ini, penyembuhan yang mereka butuhkan mungkin tertunda.

Diambil dan diterjemahkan oleh ^rumput_kering^ dari Internet Legalities & Ethics, 12th Lesson Hacker High School. Artikel di atas hanya bertujuan agar para pengguna internet lebih berhati-hati terhadap ancaman penipuan di dalam internet. Thank’s 2:

Sumber : https://anchorstates.net/

Cyber Crime di Perbankan

Cyber Crime di Perbankan

Cyber Crime di Perbankan

Masalah cyber crime dalam dunia perbankan kini kembali menjadi pusat perhatian.

Sebab muncul pola-pola baru dari cyber crime perbankan yang bermotif ekonomi. Jika dulu pelakunya mengincar barang-barang mahal dan langka, kini berupa uang. Meski sudah banyak pelaku cyber crime perbankan yang ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara, nyatanya praktik kejahatan itu masih marak dengan cara yang beraneka. Kejahatan dunia maya sudah meresahkan masyarakat, termasuk dunia perbankan. Kejahatan dunia maya di Indonesia sudah sangat terkenal. Terus berkembangnya teknologi informasi (TI) juga membuat praktik cyber crime, terutama carding, kian canggih.

Carding adalah bentuk cyber crime yang paling kerap terjadi. Maka, tak heran jika dalam kasus credit card fraud, Indonesia pernah dinobatkan sebagai negara kedua tertinggi di dunia setelah Ukraina. Saat ini terjadi pergeseran pola carding. Kalau dulu mereka lebih mengincar barang-barang yang mahal dan langka, kini uang yang dicari. Misalnya, kini marak carding untuk perdagangan saham secara online. Pelaku carding dari Indonesia berfungsi sebagai pihak yang membobol kartu kredit, dan hasilnya digunakan oleh mitranya di luar negeri untuk membeli saham secara online. Keuntungan transaksi itu kemudian ditransfer ke sebuah rekening penampungan, yang kemudian dibagi lagi ke rekening anggota sindikat.

Setelah isu carding mereda, kini muncul bentuk kejahatan baru, yakni pembobolan uang nasabah melalui ATM atau cracking sistem mesin ATM untuk membobol dananya Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional.

Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, pengendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Pengawasan dan pengendalian operasional tidak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik.

Penerapan teknologi dan sistem informasi perbankan di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat, baik dilihat dari tingkat teknologi yang digunakan maupun luas cakupan penerapannya dalam operasional perbankan. Fungsi teknologi informasi itu sendiri secara umum untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan operasional perbankan, yang secara makro selanjutnya akan meningkatkan kontribusi perbankan dalam meningkatkan perekonomian nasional, sesuai dengan fungsi perbankan sebagai agent of development, agent of trust, dan agent of equality. Apalagi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter telah mendorong bank-bank untuk memanfaatkan medium teknologi informasi seperti Internet dalam menjalankan transparansi guna mencapai good corporate governance di industri perbankan nasional.

Dalam peraturan BI, BI secara jelas meminta bank-bank untuk memanfaatkan media Internet, yaitu homepage atau website yang dimiliki dan dikelolanya, dan mewajibkan untuk menampilkan laporan keuangannya di media Internet sebagai upaya meningkatkan transparansi. Penggunaan teknologi di bank seperti ATM , mobile ATM, internet banking, website, dan transaksi via email, merupakan bentuk pelayanan bank yang diharapkan dapat memudahkan nasabah. Bahkan nasabah sekarang ini banyak melakukan transaksi perbankan melalui saluran elektronik (electronic chanel) atau teknologi informasi.

Transaksi melalui saluran ini memang memiliki serangkaian keunggulan. Selain praktis, cara ini dapat menghemat biaya. Meskpun demikian, transaksi dengan memanfaatkan teknologi informasi juga memunyai potensi kegagalan atau dampak negatif yang justru menyebabkan kerugian bagi nasabah. Masalahnya sekarang, bagaimana jika terjadi pembobolan uang nasabah melalui ATM yang dilakukan orang lain? Siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut? Dari beberapa pengaduan nasabah yang pernah mengalami kerugian akibat ATM-nya yang dibobol orang lain, perbankan mengelak untuk bertanggung jawab atau mengganti kerugian. Lantas, sejauh mana UU ITE dapat memberikan perlindungan terhadap nasabah yang mengalami kegagalan atau kerugian dengan adanya transaksi melalui teknologi informasi (mesin ATM)? Apalagi banyak pula tindakan pihak lain yang memang sengaja bertindak atau melakukan kejahatan dengan menggunakan teknologi informasi (cyber crime).

Sumber : https://abovethefraymag.com/

MediaTek Perkenalkan i700, Chipset Apakah Ini?

MediaTek Perkenalkan i700, Chipset Apakah Ini?

MediaTek Perkenalkan i700, Chipset Apakah Ini

MediaTek baru saja memperkenalkan chipset baru yang ditujukan untuk perangkat berbasis AI IoT termasuk untuk membangun smart home. Chipset tersebut datang dengan nama MediaTek i700 yang merupakan penerus dari MediTek i500 dan diklaim cukup kuat, bahkan untuk smartphone standar sekalipun.

Diklaim sebagai chipset yang cukup bertenaga, i700 nantinya akan cocok

untuk Smart Display, CCTV kelas atas dan perangkat IoT lainnya yang menuntut performa lebih optimal. Di dalam chipset ini, MediaTek juga memuat NPU dual-core yang mampu mendeteksi wajah lima kali lebih cepat dibandingkan i500.

Selain itu, chipset ini juga mendukung Android Neural Networks API, serta frameworks deep learning yang paling populer. Dikaitkan dengan urusan fotografi, i700 sudah mendukung kamera tunggal 32 MP atau kamera ganda dengan konfigurasi 24 MP + 16 MP.

Untuk konfigurasi dual-camera yang disebutkan, dapat menggunakan mesin

pengindraan kedalaman dan estimasi jarak. Juga tersedia perkiraan pose dan pelacakan gerak untuk aplikasi kebugaran serta augmented reality alias AR.

Menjalankan kamera pada 120fps, memungkinkan chipset ini untuk melacak objek yang bergerak cepat. MediaTek i700 dapat menjalankan Android dan punya prosesor Octa-core dengan komposisi dua core Cortex-A75 2.2 GHz dan enam core Cortex-A55 2.0 GHz.

Untuk urusan grafis, i700 akan dibekali GPU IMG PowerVR GM 9446 yang

memiliki clock speed 970 MHz. Chipset ini juga dapat diintegrasikan dengan RAM LPDDR4x 1866 M

 

Baca Juga :

Inilah Kecepatan Fast Charging Samsung Galaxy Note10

Inilah Kecepatan Fast Charging Samsung Galaxy Note10

Inilah Kecepatan Fast Charging Samsung Galaxy Note10

Peluncuran Samsung Galaxy Note10 Series semakin dekat. Ya! Samsung sudah mengonfirmasi bahwa mereka akan memperkenalkan smartphone unggulannya itu pada tanggal 7 Agustus 2019. Bahkan rumornya, Samsung tidak mau menunggu lama untuk segera memasarkan smartphone tersebut.

Ya! Disebut-sebut, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu akan membuka penawaran pre-order mulai tanggal 9 Agustus 2019. Bocorannya, Samsung akan menjual Galaxy Note10 mulai dari harga€ 999 atau sekitar Rp15,6 juta, sementara Galaxy Note10+ akan dijual dengan harga € 1,149 atau sekitar Rp18 juta.

Bocoran sebelumnya, seperti yang diungkap oleh Ice Universe (@UniverseIce) bahwa Galaxy Note10 akan memiliki kamera utama yang sama dengan Galaxy S10+. Ya! Smartphone premium terbaru milik Samsung ini akan punya tiga kamera di bagian belakang.

Galaxy Note10, with a 25w charging head, has been confirmed. pic.twitter.com/9GdJ9fE8MR

— Ice universe (@UniverseIce) July 17, 2019

Hanya saja ditambahkan oleh Ice Universe bahwa Samsung akan

menambahkan fitur terbaru yang “sangat teknis” untuk diungkap. Ya! Ini bisa ada hubungannya dengan penambahan kamera Time-of-Flight 3D yang dikabarkan akan ada pada Galaxy Note10+ atau bisa berarti sesuatu yang lain.

Nah! Informasi terbaru menyangkut Galaxy Note10 datang dari lembaga sertifikasi 3C Cina. Disebutkan bahwa lembaga sertifikasi tersebut telah menyetujui bahwa Note10 akan mempunyai fast charging 25W dengan nomor model EP-TA800.

Selain itu, bocoran yang baru-baru ini juga diungkap oleh Ice Universe

menyebutkan bahwa Note10+ akan datang dengan dukungan fast charging 45W. Hanya saja, dalam paket penjuallannya nanti Samsung hanya menyertakan pengisi daya dengan fast charging 25W.

Ya! Bocoran sebelumnya juga menyebutkan bahwa Note10 yang lebih besar

akan mendukung pengisi daya 45W, sehingga tampaknya masuk akal bahwa rumor tersebut akan menjadi kenyataan. Apalagi hal ini diperkuat oleh pembocor yang sudah punya nama, seperti Ice Universe.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/

Huawei Mate 20 X 5G Mulai Dijual, Berapa Harganya?

Huawei Mate 20 X 5G Mulai Dijual, Berapa Harganya?

Huawei Mate 20 X 5G Mulai Dijual, Berapa Harganya

Ikut meramaikan pasar smartphone dengan kemampuan konektivitas 5G, Huawei telah membuat gebrakan dengan merilis Huawei Mate X. Ya! Tidak hanya sekadar datang sebagai smartphone layar lipat pertama yang dirilis oleh Huawei, Mate X juga dibekali dengan kemampuan konektivitas 5G di dalamnya.

Nah! Gebrakan Huawei dalam pasar smartphone 5G rupanya tidak berhenti

sampai disitu. Sesuai janjinya, pabrikan smartphone asal Cina yang sempat bermasalah dengan pemerintah Amerika Serikat ini baru saja memasarkan Huawei Mate 20 X 5G.

Sebelumnya ada laporan yang menyebutkan bahwa Mate 20 X 5G akan memasuki pasar pada bulan Juni 2019. Namun, hal itu tidak terwujud setelah beberapa operator membatalkan penjualan kerena adanya larangan Amerika Serikat terhadap Huawei.

Meski demikian, smartphone ini akan merambah pasar dalam waktu dekat

melalui Etisalat di Uni Emirat Arab. Bagi konsumen yang tertarik untuk membeli smartphone ini harus merogoh koceknya hingga AED 3.523 atau setara dengan Rp13 jutaan jika dikonversi dengan nilai tukar saat ini.

Tidak hanya akan dipasarkan di Uni Emirat Arab, Huawei juga akan menjual Mate 20 X 5G di Italia dengan menggandeng Amazon. Nah! Untuk konsumen Italia yang ingin membeli smartphone ini, Mate 20 X 5G dijual seharga € 1.099 atau sekitar Rp17 jutaan.

Untuk saat ini, baik di Uni Emirat Arab maupun di Italia, Huawei baru

menawarkan smartphone tersebut dalam bentuk pre-order. Dijanjikan, penjualan langsung pertamanya akan digelar pada tanggal 22 Juli 2019. Sementara di Cina baru akan dijual mulai tanggal 26 Juli 2019.

Huawei Mate 20 X 5G tetap mempertahankan spesifikasi yang sama dengan Huawei Mate 20 X, termasuk layar AMOLED berukuran 7,2 inci dengan resolusi FullHD+. Smartphone ini juga dipercantik dengan poni bergaya waterdrop, tiga kamera belakang dan chipset Kirin 980 ditambah modem Balong 5000 5G.

 

Sumber :

https://viewsflow.com/

 

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

Meski tak lagi menjadi penentu kelulusan, keberadaan Ujian Nasional (UN) masih dianggap penting untuk melakukan pemetaan kualitas pendidikan. Hal inilah yang membuat beberapa pihak menolak jika Mendikbud berencana menghapuskan UN.

Wakil Kepala Bidang Humas SMA N 3 Yogyakarta Agus Santoso menilai, UN

bermanfaat dalam melakukan pemetaan sekolah dan peningkatan mutu pembelajaran. Jika UN dihapuskan, pemerintah tak lagi memiliki data untuk pemetaan.

Namun, Agus juga menegaskan agar UN tak lagi kembali berfungsi sebagai penentu kelulusan. Jika UN akan difungaikan sebagai penentu kelulusan, menurutnya lebih baik UN ditiadakan.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Menurutnya, sebagai alat pemetaan kualitas pendidikan, UN masih perlu dipertahankan. Untuk mengurangi bebanan anggaran, Ramli meminta pemerintah untuk lebih memaksialkan UNBK.

“UNBK perlu didorong di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, UNBK bisa dilaksanakan dengan memaksimalkan teknologi yang sudah ada tanpa harus menambah alat baru. UNBK juga bisa dilaksanakan tanpa harus dengan jadwal serentak.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Efendi menyatakan akan melakukan kajian

internal terkait penyelenggaraan UN. Dimungkinkan, UN tak diadakan setiap tahun. Ini dilakukan untuk menghemat anggaran, karena UN tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. UN hanya sebagai alat pemetaan. (Andi)

 

Baca Juga :